Pengaruh Lapisan Debu Gunung Merapidan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Awal Buah Naga (Hylocereus undatus Haw.) di lahan Pasir Pantai Purworejo

Eva Mahrani, Rohmanti Rabaniyah, Prapto Yudono

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian lapisan kedap debu gunung Merapi dalam menahan kehilangan air dari media perakaran dan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan awal tanaman buah naga. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai milik Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang terletak di Purworejo, pada bulan Oktober 2011 sampai dengan Februari 2012. Rancangan yang digunakan adalah faktorial 3 x 3 yang disusun secara acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah lapisan kedap yang berupa debu gunung Merapi yang diberikan 1 kg/pot, 2 kg/pot, dan 3 kg/pot. Faktor kedua berupa dosis pupuk NPK sebanyak 50 gram/pot, 100 gram/pot, dan 150 gram/pot. Tanaman di tanam pada bis beton diameter 60 cm dan diberi pupuk kandang sebanyak 20 kg/pot. Setiap pot berisi 4 bibit. Perlakuan lapisan kedap debu gunung Merapi dan dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pertumbuhan awal buah naga baik, dilihat dari tinggi tanaman selama 4 bulan dapat mencapai rata – rata 154,50 cm dengan diameter tunas yang mencapai 4,23 cm. Pertumbuhan buah naga mulai meningkat setelah diaplikasikan pupuk NPK, yaitu setelah umur tanaman 6 mst yang ditunjukkan oleh tinggi tanaman, jumlah tunas, diameter tunas, dan panjang tunas.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License.