PENGARUH MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH TIGA KULTIVAR KACANG HIJAU (Vigna radiata L. Wilczek) DI LAHAN PASIR PANTAI

https://doi.org/10.22146/veg.10479

Muhammad Firdaus Basyiruddin Yusuf(1*), Prapto Yudono(2), Setyastuti Purwanti(3)

(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mulsa organik berupa jerami padi dan eceng gondok terhadap pertumbuhan tanaman dan kualitas benih kacang hijau kultivar Vima-1, Lokal Wonosari, dan Lokal Sentolo yang ditanam di lahan pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai dengan Februari 2015 bertempat di lahan pasir pantai Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Split Plot. Sebagai perlakuan petakan  utama  adalah  kultivar  kacang hijau (K), yaitu  kultivar Vima-1  (K1), Lokal Wonosari (K2), dan Lokal Sentolo (K3). Perlakuan petak bagian adalah jenis mulsa (M), yaitu tanpa mulsa (M1), mulsa jerami padi 5 ton/ha (M2), dan enceng  gondok 5 ton/ha (M3). Pada hasil pengamatan ditunjukkan bahwa tanaman kacang hijau Lokal Sentolo yang ditanam di lahan pasir pantai Bugel, Kulon Progo memiliki hasil komponen pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan kacang hijau kultivar Vima-1 dan Lokal Wonosari. Akan tetapi, tanaman kacang hijau kultivar Vima-1 yang di tanam di lahan Pasir Pantai Bugel dapat memproduksi benih dengan nilai tertinggi dibandingkan dengan kacang hijau Lokal Wonosari dan Lokal Sentolo. Tanaman kacang hijau kultivar Vima-1 yang di  tanam di  lahan  Pasir  Pantai  Bugel  dapat  memproduksi  benih sebesar 2,50 ton/Ha, tanaman kacang hijau kultivar Lokal Wonosari sebesar 2,49 ton/Ha, sedangkan tanaman kacang hijau kultivar Lokal Sentolo hanya sebesar 1,99 ton/Ha. Disamping itu, penggunaan mulsa juga memicu peningkatan produksi benih tanaman kacang hijau yang di tanam di lahan Pasir Pantai Bugel. Penggunaan mulsa jerami padi dapat meningkatkan produksi benih kacang hijau sebesar 13,32% dibandingkan tanpa menggunakan mulsa, sedangkan penggunaan mulsa eceng gondok dapat meningkatkan produksi benih kacang hijau sebesar 11,14%  dibandingkan tanpa menggunakan mulsa. Selain  itu, kacang hijau kultivar Vima-1, Lokal Wonosari, dan Lokal Sentolo yang ditanam di lahan pasir pantai dengan mulsa jerami padi dan mulsa eceng   gondok juga dapat menghasilkan benih dengan kualitas tinggi.



References

Anonim. 2013. Prospek Pengembangan Agribisnis Kacang Hijau. Direktorat Budidaya Aneka Kacang Dan Umbi. Jakarta.

Anonim. 2015. Isi Kandungan Gizi Kacang Hijau - Komposisi Nutrisi Bahan Makanan. http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-kacang-hijau- komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html. 11 Juli 2015.

Sunghening, Wiwara., Tohari., dan Dja’far, S. 2012. Pengaruh Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L. Wilczek) di Lahan Pasir Pantai Bugel, Kulonprogo. http://journal.ugm.ac.id/ jbp/article/view/1519/ pdf_29. 5 September 2014.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.10479

Article Metrics

Abstract views : 3010 | views : 1851

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Budidaya Pertanian



VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats