Pengaruh Kadar Protein Pakan terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Udang Windu, Penaeus monodon Fab.Transveksi

https://doi.org/10.22146/jfs.9936

Samuel Lante(1*), Usman Usman(2), Asda Laining(3)

(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Udang windu transveksi merupakan udang yang menggunakan teknologi transgenetik dimana suatu teknologi rekayasa gen dengan mengintroduksikan satu atau lebih Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) asing ke dalam tubuh udang dengan maksud memanipulasi genotipenya ke arah yang lebih baik dan selanjutnya di transmisikan ke keturunannya. Aplikasi transfeksi pada udang diharapkan dapat memperbaiki karakterkarakter yang berguna bagi akuakultur seperti peningkatan laju pertumbuhan dan daya tahan tubuh udang terhadap penyakit. Namun demikian, domestikasi udang windu transveksi dengan menggunakan pakan komersial selama ini memberikan pertumbuhan udang yang relatif lambat. Pertumbuhan udang yangrelatif lambat diduga salah satu penyebabnya adalah kebutuhan protein dalam pakan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan sintasan udang windu transveksi. Perlakuan yang diterapkan adalah kadar protein yang berbeda yaitu: 30%, 40%, dan 50% protein dalam pakan. Penelitian didesain dengan menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 3 perlakuan dan 2 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar 40% protein dalam pakan memberikan efi siensi protein tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan kadar 30% protein dalam pakan, namun keduanya tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan kadar 50% proteindalam pakan. Pada kadar 30% dan 40% protein dalam pakan menghasilkan sintasan yang tidak berbeda nyata (P>0,05), namun keduanya berbeda nyata (P<0,05) dengan sintasan udang windu yang diberi 50% protein dalam pakan. Laju pertumbuhan spesifi k udang pada ketiga perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa dengan kadar 40% protein dalam pakan menghasilkan efi siensi protein dan sintasan yang baik pada udang windu transveksi selama 81 hari pemeliharaan dalam bak resirkulasi.Udang windu transveksi merupakan udang yang menggunakan teknologi transgenetik dimana suatuteknologi rekayasa gen dengan mengintroduksikan satu atau lebih Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) asing kedalam tubuh udang dengan maksud memanipulasi genotipenya ke arah yang lebih baik dan selanjutnyadi transmisikan ke keturunannya. Aplikasi transfeksi pada udang diharapkan dapat memperbaiki karakterkarakteryang berguna bagi akuakultur seperti peningkatan laju pertumbuhan dan daya tahan tubuh udangterhadap penyakit. Namun demikian, domestikasi udang windu transveksi dengan menggunakan pakankomersial selama ini memberikan pertumbuhan udang yang relatif lambat. Pertumbuhan udang yangrelatif lambat diduga salah satu penyebabnya adalah kebutuhan protein dalam pakan yang belum optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kadar protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan dansintasan udang windu transveksi. Perlakuan yang diterapkan adalah kadar protein yang berbeda yaitu:30%, 40%, dan 50% protein dalam pakan. Penelitian didesain dengan menggunakan rancangan acakkelompok yang terdiri dari 3 perlakuan dan 2 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar 40%protein dalam pakan memberikan efi siensi protein tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan kadar30% protein dalam pakan, namun keduanya tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan kadar 50% proteindalam pakan. Pada kadar 30% dan 40% protein dalam pakan menghasilkan sintasan yang tidak berbedanyata (P>0,05), namun keduanya berbeda nyata (P<0,05) dengan sintasan udang windu yang diberi50% protein dalam pakan. Laju pertumbuhan spesifi k udang pada ketiga perlakuan tidak menunjukkanperbedaan yang nyata (P>0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa dengan kadar 40% proteindalam pakan menghasilkan efi siensi protein dan sintasan yang baik pada udang windu transveksi selama81 hari pemeliharaan dalam bak resirkulasi.

Keywords


efi siensi protein, pertumbuhan, sintasan, udang windu transveksi

Full Text:

PDF


References

Alava, V.R & C. Lim. 1983. Quantitative dietary protein requerements of Penaeus monodon juveniles in a controlled environment. Aquaculture. XXX:53-61.

Ashokkumar, S., Mayavu, P, Ramesh, S, & Sugesh, S. 2011. Effect of different protein levels on the juvenile prawn with special reference to Penaeus indicus. World Journal of Fish and Marine Sciences. III(1):37-43.

Beaumont, A.R & K. Hoare. 2003. Biotechnology and genetics in fi sheries and aquaculture. Blackwell Science. 158 p.

Deshimaru, O., K. Kuroki & M.A. Mazid. 1985. Nutritional quality of compounded diets for prawn Penaeus monodon. Bull. Jap. Soc. Fish. LI(6): 1037-1044.

Gasperz, V. 1991. Metode perancangan percobaan Untuk ilmu pertanian, Teknik dan ilmu biologi. Armico,Bandung. 69 p.

Gopakumar. S.D. 2002. Studies on optimum dietary protein requirement for Penaeus semisulcatus de Hann. J. Mar. Biol. Ass. India. XLIV(1):220-225.

Gopal. C & R.P. Raj. 1990. Protein requirement of juvenile Penaeus indicus, 1. Food consumption and growth. Proc. Indian. Acad. Sci. (Anim. Sci). LIVIX(5):401-409.

Hardy, R.W & F.T. Barrows. 2002. Diet formulation and manufacture. In Halver, J.E. and Hardy, R.W, (eds). Fish Nutrition. New York: Academic Press. 505−600 p.

Haryadi, B., A. Haryono & U. Susilo. 2005. Evaluasi efi siensi pakan dan efi siensi protein pada ikan karper rumput (Ctenopharyngodon idella Val.) yang diberi pakan dengan kadar karbohidrat dan energy yang berbeda. Fakultas Biologi, Unsoed, Purwokerto, IV(2):87-92.

Hoa, N.D. 2009. Domestication of black tiger shrimp (Penaeus monodon) in recirculation systems in Vietnam. PhD thesis, Ghent University, Belgium, 185 p.

Mahmood, S., M. S. Ali & M.D.L. Hossain. 2005. Growth of Black Tiger Shrimp, Penaeus monodon on Ffishmeal Based Formulated

Diet in a Southeastern Coastal Shrimp Farm of Bangladesh, Pakistan J. Zool, XXXVII(2):95-100.

Parenrengi, A., A. Tenriulo, S. Tonnek, & S. Lante. 2011. Transfer antivirus pada udang windu, Penaeus monodon dalam berbagai

konsentrasi Deoxyribo Nucleic Acid. Jurnal Riset Akuakultur, VI(3):353-361.

Purwanto, J. 2007. Pemeliharaan benih ikan sidat (Anguilla bicolor) dengan padat penebaran yang berbeda. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. VI(2): 85-89.

Schulz, C., U. Knaus, M. Wirth & B. Rennert. 2005. Effect of varying dietary fatty acid propile on growth performance, fatty acid, body and tissue composition of juvenile pike perch (Sander lucioperca). Aquaculture Nutrition, XI: 403−413.

Suwirya, K., Z.I. Azwar & T. Rochimat. 1986. Pemeliharaan benur windu Penaeus monodon dengan berbagai tingkat kadar garam dalam kondisi laboratorium. Jur. Pen. Bud. Pantai, I(2): 34-39.

Tsai, S.J & J.C. Chen. 2002. Acute toxicity of nitrate on Penaeus monodon juveniles at different salinity levels. Aquaculture. CCXIII: 163-170.

Wiratmo, Sunaryo & Bambang. 2013. Pengaruh penggunaan Divine Cigarette terhadap laju pertumbuhan udang windu Penaeus monodon, J. Mar. Research. II(3):104-113.



DOI: https://doi.org/10.22146/jfs.9936

Article Metrics

Abstract views : 1917 | views : 3602

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Journal of Fisheries Sciences



Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indexed by:

 

 

View My Stats