Peningkatan Ketahanan Tanaman Pisang Kepok Kuning terhadap Penyakit Darah melalui Variasi Somaklonal dan Simbiosis Endofitik

https://doi.org/10.22146/jpti.11738

Arif Wibowo(1*), Tri Joko(2), Siti Subandiyah(3), Ika Mariska(4), Yati Supriyati(5), Yadi Suryadi(6), Ika Roostika(7)

(1) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(2) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(4) Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik
(5) Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik
(6) Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik
(7) Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik
(*) Corresponding Author

Abstract


One of the obstacles that was encountered in the banana cultivation is blood disease. Blood diseases is caused by Ralstonia solanacearum that is subsequently revised to become blood disease bacteria (BDB). Until now the control of banana blood disease is very difficult. Control of banana blood disease with chemical injections and soil treatment is not effective. This study was aimed to obtain Kepok Kuning cultivar banana seedlings which was resistant towards blood disease obtained from in vitro selection by using BDB growing filtrate and induced resistance by inoculation of antagonistic endophytic bacteria.The observation of Kepok Kuning banana explants treated with various concentrations of BDB growing filtrate showed that the percentage of living explants decreased to 83.33% when the BDB growing filtrate concentration increased to 15%. Treatment of banana explants with BDB growing filtrate also affected the number of roots, shoots, and leaves. Treatment with a single antagonistic endophytic bacteria suppressed the intensity of banana blood disease to 0% in comparison with the mixture of antagonistic endophytic bacteria if Kepok Kuning banana explants were not treated with BDB growing filtrate. When Kepok Kuning banana explants were treated with BDB growing filtrate, the intensity of banana blood disease suppressed to 0% after the high concentration of BDB growing filtrate and the antagonistic endophytic bacteria mixture were applied.

 

Salah satu kendala yang dihadapi dalam usaha budidaya pisang adalah adanya penyakit darah. Penyakit darah disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearumyang selanjutnya direvisimenjadi bakteri darah pisang (Blood Disease Bacteria orBDB). Sampai saat ini pengendalian penyakit darah pisang sangatsukar dilakukan. Pengendalian penyakit darah dengan suntikan bahan kimia dan perlakuan tanah tidak efektif untuk diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untukmendapatkan bibit pisang kultivar Kepok Kuning yang tahan penyakit darah yang diperoleh dariseleksi in vitro dengan menggunakan filtrat pertumbuhan BDB dan induksi ketahanan melalui inokulasi jasad renik endofitik yang bersifat antagonis. Hasil pengamatan terhadap eksplan pisang Kepok Kuning yang diperlakukan dengan berbagai konsentrasi filtrat BDB menunjukkan bahwa pada eksplan yang diperlakukan dengan filtrat pertumbuhan BDB, persentase tumbuhnya akan berkurang hingga 83,33% jika konsentrasifiltrat pertumbuhanBDBmencapai 15%. Selain itu perlakuan planlet pisang dengan filtrat pertumbuhan BDB akan mempengaruhi jumlah akar, tunas, dan daun. Perlakuan dengan jasad renik endofitik antagonis secara tunggal mampu menekan intensitas penyakit darah hingga 0% jika dibandingkan dengan perlakuan campuran apabila sebelumnya eksplan pisang Kepok Kuning tidak diperlakukan dengan filtrat pertumbuhan BDB. Apabila sebelumnya planlet pisangKepokKuning diperlakukan dengan filtrat pertumbuhan BDB maka mampu menekan intensitas penyakit darah hingga 0% jika konsentrasi filtrat pertumbuhanBDBsemakin tinggi dan diperlakuan campuran jasad renik endofitik.


Keywords


antagonistic endophytic bacteria; BDB; Kepok Kuning cultivar banana; jasad renik endofitik antagonis; pisang kultivar Kepok Kuning

Full Text:

PDF


References

Chen, C., E.M. Bauske, G. Musson, R. Rodriguez- Kabana, & J.W. Kloepper. 1995. Biological Control of Fusarium Wilt on Cotton by Use of Endophytic Bacteria. Biological Control 5: 83–91.

Damayanti, F. 2002. Seleksi In vitro untuk Ketahanan terhadap Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Abaka (Musa textilis Nee.). Tesis Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor (Unpublished).

Fegan,M. 2005. BacterialWilt Diseases of Banana: Evolution and Ecology, p. 379–386. In M. Gillings & A. Holmes (eds.), Plant Microbiology. Bio Scientific Publishers, London.

Hadiba, N. H. 2009. Seleksi dan Karakterisasi Bakteri Endofitik untuk Pengendalian Penyakit Darah dan Layu Fusarium pada Pisang. Tesis. Program Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (Unpublished).

Kado, C.I. 1992. Plant Pathogenic Bacteria, p. 660–662. In A. Balows, H.G. Truper, M. Dworkin, W. Harder, & K.H. Schleifer (eds.), The Prokaryotes. Springer, New York.

Kosmiatin, M., I. Mariska, Hobir, A. Husni, Y. Rusyadi, & M. Tombe. 2000. Seleksi Silang Ketahanan Tunas In vitro Panili terhadap Asam Fusarat dan Ekstrak Fusarium oxysporum. Jurnal Bioteknologi Pertanian 5: 77–83.

Kosmiatin,M., I.Mariska, I. Roostika, E.G. Lestari, & S. Setyati. 2006. Pembentukan Pisang Ambon Kuning Toleran terhadap Penyakit Layu Fusarium melalui Variasi Somaklonal. Makalah dalam Seminar Nasional Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Lestari, E.G., I. Mariska, I. Roostika, & M. Kosmiatin. 2006. Induksi Mutasi dan Seleksi In vitro Menggunakan Asam Fusarat untuk Ketahanan Penyakit Layu pada Pisang Ambon Hijau. Berita Biologi 8: 27–36.

Lynch, J.M. 1990. Fungi as Antagonist, p. 243–253. In R.R Baker & P.E. Dunn (eds.), New Directions in Biological Control, Alternative for Suprressing Agricultural Pests and Diseases.Alan R. Liss, New York.

Pegg, K.G., N.Y. Moore, & S. Bentley. 1996. Fusarium Wilt of Banana in Australia: A Review. Australian Journal of Agricultural Research 47: 637–650.

Remotti, P.C., H.J.M. Loffer, & L. Van Vloten-Doting. 1997. Selection of Cell Lines and Regeneration of Plants Resistant to Fusaric Acid from Gladiolus grandiflorus cv. peter pears. Euphytica 96: 237–245.

Scott, T.K. 1972.Auxins and Roots. Annual Review of Plant Physiology 23: 235–258.

Semangun, H. 1991. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 850 p.

Shimizu, M., A. Meguro, S. Hasegawa, T. Nishimura, & H. Kunoh. 2006. Disease Resistance Induced by Non antagonistic Endophytic Streptomyces spp. on Tissue Cultured Seedlings of Rhododendron. Journal Genetic Plant Pathology 72: 351–354.

Sumardiyono, C., B. Hadisutrisno, S. Subandiyah, & S.M.Widyastuti. 1999.Mekanisme Pengendalian Penyakit Layu Bakteri Pseudomonas solanaceraum dan Layu Fusarium Fusarium oxysporum f.sp. cubense pada Pisang dengan Rhizobakteria. Laporan Penelitian Hibah Bersaing VI/2 Perguruan Tinggi Tahun Anggaran 1998/1999. Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.


Sumardiyono, C., S.M.Widyastuti, & Y.Assi. 2001. Pengimbasan Pisang terhadap Penyakit Layu Fusarium dengan Pseudomonas fluororescens, p. 257–259. In A. Purwantara, D. Sitepu, I. Mustika, K. Mulya, M.S. Sudjono, M. Machmud, S.H. Hidayat, Supriadi, & Widodo (eds.), Prosiding Kongres Nasional XVI dan Seminar Ilmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia, Bogor 22–24 Agustus 2001.

Trigalet, A., P. Frey, & D. Trigalet-Demery. 1994. Biological Control of Bacterial Wilt Caused by Pseudomonas solanacearum: State of the Art and Understanding, p. 225–231. In A.C. Hayward & G.L. Hartman (eds.), Bacterial Wilt: The Disease and its Causative Agent, Pseudomonas solanacearum. CABI,Wallingford.

Van den Bulk, R.U. 1991. Application of Cell and Tissue Culture and In vitro Selection for Disease Resistance Breeding,AReview. Euphytica 56: 269–285.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpti.11738

Article Metrics

Abstract views : 1434 | views : 1085

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30/E/KPT/2018, Vol. 21 No. 1 the Year 2017 - Vol. 25 No. 1 the Year 2021. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia ISSN 1410-1637 (print), ISSN 2548-4788 (online) is indexed by: :