Cover Image

KEANEKARAGAMAN STRUKTUR TEGAKAN HUTAN ALAM BEKAS TEBANGAN BERDASARKAN BIOGEOGRAFI DI PAPUA (Diversity of Stand Structure in Logged-Over Forest Based on Papua Biogeography)

https://doi.org/10.22146/jml.18737

Relawan Kuswandi(1*), Ronggo Sadono(2), Nunuk Supriyatno(3), Djoko Marsono(4)

(1) Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, Inamberi, Manokwari
(2) Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
(3) Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
(4) Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta, 55281
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

Kegiatan penebangan berdampak pada perubahan komposisi dan struktur tegakan, penyebaran jenis pohon, kesamaan komunitas dan keragaman jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman struktur dan komposisi tegakan pada hutan bekas tebangan berdasarkan bioregion di Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dan struktur secara ekologi berbeda yang ditunjukkan dengan nilai indeks kesamaan jenis yang rendah. Jenis-jenis penyusun tegakan pada tingkatan semai, pancang, tiang dan pohon dari tiap-tiap lokasi hampir semua berbeda. Namun ada beberapa jenis yang sama ditemui mendominasi pada lokasi PT. TTL dan PT. MML seperti Vatica rassak dan Syzygium sp. Kerapatan tegakan di PT. TTL lebih tinggi dibanding dengan kedua lokasi, sementara PT. WMT adalah lokasi dengan kerapatan tegakan paling rendah. Keragaman tegakan di PT. WMT adalah yang paling tinggi, sedangkan keragaman tegakan di PT. TTL adalah yang paling rendah.

 

ABSTRACT

Selective logging result in change in species composition, stand structure, species distribution, stand diversity and evenness. The aims of this study were to analyse biogeographically diversity of composition and structure of stands in logged-over forest in Papua. Results revealed that composition and structure differ ecologically among biogeographic region in which similarity indices were low. Then, composition species in PT. TTL, PT. MML and PT. WMT was deferent for seedlings, saplings, poles and trees, but for same species such as Vatica rassak and Syzygium sp were present and dominant in PT. TTL and PT. MML. Stand density in PT. TTL was the highest while the lowest stand density was in PT. WMT. Diversity in PT. WMT was highest while the lowest diversity was in di PT. TTL.


Keywords


kerapatan; keragaman; komposisi; Papua; struktur tegakan; composition; density; diversity; stand structure



References

Anonim, 2011a. Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi Berbasis Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) Periode Tahun 2011 s/d 2020. PT. Manokwari Mandiri Lestari. (Tidak diterbitkan).

Anonim, 2011b. Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi Berbasis Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) Periode Tahun 2011 s/d 2020. PT. Tunas Timber Lestari. (Tidak diterbitkan).

Anonim, 2013. Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam pada Hutan Produksi Berbasis Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) Periode Tahun 2013 s/d 2022. PT. Wapoga Mutiara Timber. (Tidak diterbitkan).

Baltzer, J.L., dan Thomas, S.C., 2010. A Second Dimension to The Leaf Economics Spectrum Predicts Edaphic Habitat Association in A Tropical Forest. PloS one, 5(10):e13163.

Brokaw, N.V., dan Scheiner, S.M., 1989. Species Composition nn Gaps and Structure of A Tropical Forest. Ecology, 70(3):538-541.

Cottam, G., dan Curtis, J.T., 1956, The Use of Distance Measures in Phytosociological Sampling, Ecology, 451-460.

Duah-Gyamfi, A., Swaine, E.K., Adam, K.A., Pinard, M.A., dan Swaine, M.D., 2014. Can Harvesting for Timber in Tropical Forest Enhance Timber Tree Regeneration. Forest Ecology and Management, 314, 26-37.

Elias, 2002. Reduced Impact Logging Buku 1. IPB Press., Bogor.

Heddy, S., 1994. Prinsip-Prinsip Dasar Ekologi. Buku. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Inman‐Narahari, F., Ostertag, R., Asner, G.P., Cordell, S., Hubbell, S.P., dan Sack, L., 2014. Trade‐offs in Seedling Growth and Survival Within and Across Tropical Forest Microhabitats. Ecology and Evolution, 4(19):3755-3767.

Ishida, H, Hattori, T., dan Takeda, Y., 2005. Comparison of Species Composition and Richness Between Primary and Secondary Lucidophyllous Forests in Two Altitudinal Zones of Tsushima Island, Japan. Forest Ecology and Management, 213:273–287.

Iwan, H., 2012. Komposisi Jenis dan Struktur Tegakan pada Areal Bekas Tebangan di PT Salaki Summa Sejahtera, Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Silvikultur Tropika, 3(3):155–160.

Kalima, T., 2013. Populasi dan Habitat Kampis (Hernandia nymphaeifolia (c. presl.) kubitzki) di Hutan Lindung Ujung Genteng. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 10(1):63-79.

Kartikasari, S.N., Marshall, A.J., dan Beehler, B.M., 2012. Ekologi Papua. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Jakarta. Hal 892.

Kenfack, D., Chuyong, G.B., Condit, R., Russo, S. E., dan Thomas, D.W., 2014. Demographic Variation and Habitat Specialization of Tree Species in A Diverse Tropical Forest of Cameroon. Forest Ecosystems, 1(1):1-13.

Kent, M., dan Paddy, C., 1992. Vegetation Description and Analysis A Practical Approach. Belhaven Press, London.

Laurans, M., Hérault, B., Vieilledent, G., dan Vincent, G., 2014. Vertical Stratification Reduces Competition for Light in Dense Tropical Forests. Forest Ecology and Management, 329:79-88.

Lee, H.S., Davies, S.J., La Frankie, J.V., Tan, S., Itoh, A., Yamakura, T., Okhubo, T., dan. Ashton, P.S., 2002. Floristic and Structural Diversity of Mixed Dipterocarp Forest in Lambir Hills National Park, Sarawak, Malaysia. J. Trop. Forest Sci., 14(3):379-400.

Lewis, S.L., Phillips, O.L., Sheil, D., Vinceti, B., Baker, T.R., Brown, S., Graham, A.W., Higuchi, N., Hilbert, D.W., Laurance, W.F., Lejoly, J., Malhi, Y., Monteagudo, A., Vargas, V.N., Sonké, B., Supardi, N.M.N., Terborgh, J.W.. dan Martínez, R.V., 2004. Tropical forest Tree Mortality, Recruitment and Turnover Rates: Calculation, Interpretation and Comparison when Census Intervals vary. J. Ecol., 92:929-944.

Mawazin, dan Subiakto, A., 2013. Keanekaragaman dan Komposisi Jenis Permudaan Alam Hutan Rawa Gambut Bekas Tebangan di Riau. Indonesian Forest Rehabilitation Journal, 1(1):59-73.

Mueller-Dombois, D., dan Ellenberg, H., 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. Wiley, New York.

Muhdin, E., Suhendang, D., Wahjono, H., Purnomo, Istomo, dan Simangunsong, B.C.H., 2008. Keragaman Struktur Tegakan Hutan Alam Sekunder. J. Man. Hut. Trop., 16(2):81-87.

Muller, K. 2005. Keanekaragaman Hayati Tanah Papua. Editor : Frans Wanggai, A. Sumule; Alih Bahasa : Ismoyo, F., Killmaskossu, A., Lumatauw, S., Nainggolan, D., Kilmaskossu, M.St.E., Prabawardani, S., Universitas Negeri Papua, Manokwari.

Odum, E.P., 1996. Dasar-dasar Ekologi (T. Samingan, Terjemahan). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Pan, Y., Birdsey, R.A., Phillips, O., dan Jackson, R.B. 2013. The Structure, Distribution, and Biomass of The World's Forests. Annual Review of Ecology, Evolution, and Systematics, 44:593-622.

Petocz, R., 1987. Konservasi Alam dan Pembangunan Irian Jaya. PT. Gramedia Jakarta.

Sidiyasa, K., 2012. Karakteristik Hutan Rawa Gambut Di Tuanan Dan Katunjung, Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 9(2):125-137.

Smith, B., dan Wilson, J.B., 1996, A Consumer's Guide To Evenness Indices, Oikos, 70-82.

Smith, R.G.B., and Nichols. J.D., 2005. Patterns of Basal Area Increment, Mortality and Recruitment were Related to Logging Intensity in Subtropical Rainforest in Australia over 35 years. Forest Ecol. Manag., 218:319-328.

Spellerberg, I.F., dan Fedor, P.J., 2003, Atribute to Claude Shannon (1916–2001) And A Plea For More Rigorous Use Of Species Richness, Species Diversity and The ‘Shannon–Wiener’Index, Global Ecology and Biogeography, 12(3):177-179.

Soerianegara, I. dan Indrawan, A. 1982. Ekologi Hutan Indonesia. Bogor: Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Susanty, F.H., Suhendang. E., Jaya, I.N.S., dan Kusmana, C. Keragaan Hutan Dipterocarpaceae Dengan Pendekatan Model Struktur Tegakan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10(4):185–199.

Thomas, S.C. and Baltzer, J.L. 2002. Tropical Forests. Macmillan Reference Ltd, London.

Wahyudi. 2011. Pertumbuhan Tanaman dan Tegakan Tinggal pada Sistem TPTI Intensif. [Disertasi] Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wahyudi, A. , Sugeng P., Harianto, dan Darmawan, A., 2014. Keanekaragaman Jenis Pohon Di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdul Rachman. Jurnal Sylva Lestari, 2(3):1-10.

Walpole, R. E., 1995, Pengantar Statistik Edisi 3 Alih Bahasa: Bambang Sumantri, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Whitfeld, T.J., Lasky, J.R., Damas, K., Sosanika, G., Molem, K., dan Montgomery, R.A., 2014. Species Richness, Forest Structure, and Functional Diversity during Succession in the New Guinea Lowlands. Biotropica, 46(5):538-548.



DOI: https://doi.org/10.22146/jml.18737

Article Metrics

Abstract views : 16274 | views : 14209

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Manusia dan Lingkungan



JML Indexed by:

  

Web
Analytics View My Stats