(1) Gadjah Mada University (2) Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (*) Corresponding Author
Abstract
Introduction/Main Objectives:Penelitian ini menguji pengaruh green accounting terhadap kinerja perusahaan dengan kinerja lingkungan sebagai variabel mediasi pada perusahaan pertambangan Indonesia (BEI, 2021-2024). Berlandaskan Resource Based View (RBV), green accounting dipandang sebagai kapabilitas internal yang berpotensi menciptakan nilai melalui perbaikan kinerja lingkungan. Tujuan utama: (1) menilai pengaruh green accounting terhadap kinerja lingkungan; (2) menilai pengaruh green accounting terhadap kinerja perusahaan; (3) menilai pengaruh kinerja lingkungan terhadap kinerja perusahaan; (4) menguji peran mediasi kinerja lingkungan. Research Method: Pendekatan kuantitatif dengan data sekunder laporan tahunan/keberlanjutan serta basis data Eikon/Osiris. Sampel 43 perusahaan dengan jumlah observasi 172 dalam periode 2021 – 2024. Variabel kinerja perusahaan (ROA; uji tambahan Tobin’s Q), green accounting (biaya lingkungan), kinerja lingkungan (EPI 0-2), control (umur perusahaan, leverage). Estimasi regresi data panel (pemilihan model via uji Chow, Hausman, LM), uji asumsi klasik, dan uji mediasi Sobel. Findings/Results:Temuan penelitian menunjukkan bahwa (H1) green accounting berpengaruh negative dan signifikan terhadap kinerja lingkungan; (H2) green accounting berpengaruh negative terhadap kinerja perusahaan (ROA) dan signitikan pada taraf p < 0,10; (H3) kinerja lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA; serta (H4) tidak terdeteksi efek mediasi kinerja lingkungan dalam hubungan green accounting dan kinerja perusahaan (Sobel z = -0,08; p = 0,92). Uji tambahan menggunakan Tobin’s Q turut mengonfirmasi bahwa green accounting dan kinerja lingkungan tidak signifikan terhadap kinerja pasar dan tidak terdapat mediasi (Sobel z = o,23; p = 0,81). Secara keseluruhan, hasil ini mengindikasikan adanya beban biaya lingkungan jangka pendek, time lag manfaat ekonomi, dan belum terinternalisasinya kapabilitas lingkungan dalam strategi operasional, sehingga dampaknya belum tercermin pada ROA maupun penilaian pasar. Conclusion: green accounting belum meningkatkan kinerja perusahaan baik dari sisi profitabilitas (ROA) maupun pasar (Tobin’s Q) melalui kinerja lingkungan pada periode berjalan; mediasi tidak terbukti. Implikasi: perusahaan perlu mengintegrasikan green accounting ke strategi jangka panjang agar bertransformasi dari cost center menjadi value driver. Penelitian selanjutnya disarankan menambah sektor/negara, memasukkan time lag (t+1/t+2), serta memperkaya variabel control.
Keywords
Kata Kunci: Green Accounting; Kinerja Lingkungan; ROA; Tobin’s Q; RBV; Mediasi.