Desain Konten Pendidikan Warisan Budaya 4.0 bagi Warga "Aisyiyah Kota Surakarta pada Webpage Lembaga Kebudayaan Pimpinan Daerah "Aisyiyah Kota Surakarta

https://doi.org/10.22146/bb.50893

Mimi Savitri(1*), Andi Putranto(2)

(1) Department of Archaeology, Universitas Gadjah Mada
(2) Department of Archaeology, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Cultural Institution of Regional Leaderships of ‘Aisyiyah in Surakarta has not been able to carry out its programs including cultural heritage education. The webpage of the Cultural Institution in the website of the Regional Leadership of ‘Aisyiyah in Surakarta should be used as an effective medium for cultural heritage education in the 4.0 era. Based on the problem above, this community service aims to provide cultural heritage education to members of ‘Aisyiyah by using internet. The questions raised in this community service:1."Which part of the history of Surakarta which is important used as cultural heritage education material in 4.0 era for 'Aisyiyah members in Surakarta?" And "How were the efforts made to determine the design and content of the webpage which was easy to understand by ‘Aisyiyah members?" The method used is to interview ‘Aisyiyah members to determine the right place of Surakarta for the webpage. Then some discussions were also carried out by the community service team to produce attractive and effective content designs which was in accordance with the needs of ‘Aisyiyah members in Surakarta. The results of the interviews and discussions demonstrate that the Surakarta Palace and the Surakarta Grand Mosque as the focus of the webpage of the Cultural Institution. Furthermore, the selected building’s elements are displayed in attractive photographs with popular scientific language so that the content displayed is easy to understand.

--------------------------------------------------------------

Lembaga Kebudayaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surakarta merupakan bagian dari organisasi perempuan ‘Aisyiyah yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan budaya masyarakat Kota Surakarta. Pada kenyataannya, Lembaga Kebudayaan ini belum dapat menjalankan programnya secara maksimal, terutama dalam hal memberikan pendidikan warisan budaya kepada warganya. Padahal, pendidikan warisan budaya penting diberikan untuk mempertegas identitas warga ‘Aisyiyah beserta generasi pada masa mendatang. Webpage Lembaga Kebudayaan yang ada pada website Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surakarta sebagai media efektif untuk pendidikan warisan budaya pada era digital 4.0 ini belum digunakan sama sekali oleh lembaga tersebut. Pengabdian yang dilakukan ini berusaha untuk menentukan bagian mana dari Kota Surakarta yang penting untuk dijadikan konten webpage Lembaga Kebudayaan serta menciptakan desain yang menarik dan efektif untuk pendidikan warisan budaya bagi warga ‘Aisyiyah pada era digital ini agar mereka paham dan sadar terhadap tinggalan budaya kota mereka. Pengabdian ini bertujuan mengaktifkan webpage Lembaga Kebudayaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah kota Surakarta. Webpage pada website merupakan media yang efektif dan penting untuk pembelajaran, khususnya tentang kebudayaan. Wawancara terhadap warga ‘Aisyiyah serta diskusi-diskusi dilakukan oleh tim pengabdian untuk menghasilkan desain konten yang menarik dan efektif bagi warga ‘Aisyiyah Kota Surakarta. Wilayah Keraton Surakarta, khususnya Keraton Kasunanan Surakarta serta Masjid Agung Surakarta, merupakan fokus dari konten webpage pada website Lembaga Kebudayaan yang di-link-kan dengan website Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surakarta. Elemen-elemen bangunan terpilih ditampilkan dalam bentuk foto yang menarik dengan bahasa ilmiah populer agar konten yang ditampilkan mudah dipahami.

 


Keywords


education; heritage; Regional Leadership of ‘Aisyiyah Surakarta; Cultural Institution; webpage; website; pendidikan warisan budaya; Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah kota Surakarta; Lembaga Kebudayaan ‘Aisyiyah Kota Surakarta

Full Text:

PDF


References

Aucklair, Elizabeth dan Graham Fairclough. (2015). Living Between Past and Future: An Introduction to Heritage and Cultural Sustainability. Oxon: Routledge.

Bandarin, Francesco dan Ron van Oers. (2015). Reconnecting the City The Historic Urban Landscape Approach and the Future of the Urban Heritage. West Sussex: John Wiley & Sons.

Bruggen, M.P. van dan R.S. Wassing. (1998). Djogja en Solo. Purmerend: Asia Maior.

Darmosugito. (1956). Kota Yogyakarta 200 Tahun. Yogyakarta: tanpa nama penerbit.

Hadirin, Hj. Rodhiyah dkk. (2001). Sejarah dan Langkah Aisyiyah Kota Surakarta. Surakarta: Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surakarta.

Morgan, Colleen dan Stuart Eve. (2012). “DIY and Digital Archaeology: What Are You Doing to Participate” dalam World Archaeology, Vol. 44 (4). Open Archaeology. Taylor & Francis: 521-537.

Putranto, Andi dan Dwi Pradnyawan. (2018). “Model Penilaian Kriteria Bangunan Cagar Budaya Berbasis Analisis Quantitatif Berjenjang Dengan Faktor Pembobot: Kajian Bangunan Cagar Budaya di Kota Solo” dalam Naditira Widya, Volume 12, No. 2, hlm. 159—172. Banjarmasin : Balai Arkeologi Banjarmasin.

Putranto, Andi. (2016). “Metode Pengukuran Cepat Ukuran Luasan Bangunan Cagar Budaya di Kota Solo (Sebuah Uji Perbandingan Pengukuran)”. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Savitri, Mimi. (2015). “Sustaining The Layout of Javanese City Centre 1745-1942: The Embodiment of The Aunan’s Power in Surakarta”. Disertasi. London: SOAS, University of London.

Sedyawati, Edi. (2012). “Arkeologi Membidik Sasaran yang Senantiasa Bergerak” dalam Rahardjo, Supratikno (ed.). Arkeologi untuk Publik. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Simanjuntak, Truman. (2012). “Arkeologi dan Pembangunan Karakter Bangsa” dalam Rahardjo, Supratikno (ed.). Arkeologi untuk Publik. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Daftar Laman Aosgi. (2018). “Wujudkan Solo Smart City, Pemkot Siapkan Integrasi Aplikasi”. http://surakarta.go.id/?p=12070 diunduh 19 Oktober 2019. http://www.muhammadiyah.or.id/id/content-199-det-aisyiyah.html diunduh 6 Februari 2019. http://kota-surakarta.aisyiyah.or.id/id/page/lembaga-kebudayaan.html diunduh 6 Februari 2019.



DOI: https://doi.org/10.22146/bb.50893

Article Metrics

Abstract views : 68 | views : 62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Bakti Budaya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.