Pengetahuan remaja laki-laki dan kebutuhan pendidikan kesehatan tentang infeksi menular seksual (IMS)

https://doi.org/10.22146/bkm.35477

Nadia Rahmawati(1*), Elsi Dwi Hapsari(2), Wiwin Lismidiati(3), Nuring Pangastuti(4)

(1) Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(4) Departemen Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Adolescent boys' knowledge and health education needs about sexually transmitted infections (STIs)

Purpose: To determine the knowledge of adolescent boys and the need for health education about STIs in Yogyakarta Special Region.

Methods: This research is a descriptive study with cross sectional design, with a total sample of 418 male students of class XII high school. This research was conducted in the Yogyakarta Special Region High School in September-November 2017. This study used univariate, bivariate and multivariate analysis.

Results: The results showed that the average age of respondents 17 years as much as 61.5%, the most sources of information were lessons at school by 67.2%, 90.7% of students living with parents and the results of knowledge of adolescent boys in DIY bad by 52.4% and good by 47.6%. External variables related to knowledge are sources of information with p = 0.001 (p <0.05), the material that young boys want to know about health education about STIs is prevention done by 81.8% and 54.8% choosing media video as the desired method.

Conclusions: The role of the world of education has a very big influence in providing information about STI to boys, the collaboration between the government and related parties will increase the knowledge of boys. One effort that can be done is by educating schools, especially on preventing STIs and using audiovisual media, besides that the role of the community and family, especially parents, will greatly influence the knowledge of adolescent boys.


Keywords


knowledge; adolescent boys; health education needs; sexually transmitted infections

Full Text:

PDF


References

  1. Daili SF, Makes WIB, Zubier F. Infeksi Menular Seksual. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2009.
  2. Sjaiful F. Buku Ajar Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin: Infeksi Menular Seksual. Jakarta: Balai Pustaka FKUI. 2010. Ed 6. Hal 363-64.
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Sexually Transmitted Disease Surveillance. Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention. 2008.
  4. World Health Organization (WHO). 2011. Sexually Transmitted Infections. www.who.int/mediacentre/factsheets /fs110/en/index.html. Accessed 10 November, 2016.
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Reported STDs in the United States 2015 National Data for Chlamydia, Gonorrhea and Syphilis., (October). 2016. pp.2015–2017.
  6. Kang M, Rochford A, Skinner SR, Mindel A, Webb M & Peat J. Sexual behaviour, sexually transmitted infections and attitudes to chlamydia testing among a unique national sample of young Australians : baseline data from a randomised controlled trial. BMC Public Health. 2014. pp.1–7.
  7. Mohammadi MR., Mohammad K, Farahani FKA, Alikhani S, Zare M, Tehrani FR, et al. Reproductive Knowledge, Attitudes and Behavior among Adolescent Males in Tehran, Iran. International Family Planning Perspectives. 2006. pp.35-44.
  8. Jazan S, Tanudyaya FK, Anartati AS, Gultom M, Purnamawati KA, Sutrisna A et al. Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi Pada Wanita Penjaja Seks di Jayapura, Banyuwangi, Semarang, Medan, Palembang, Tanjung Pinang, dan Bitung Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal PPM & PPL. 2003.
  9. Yuwono D, ER Sedyaningsih & B Lutam. 2007. Studi Resistensi N. gonorrhoeae terhadap antimikroba pada wanita Pekerja Seks di Jawa Barat. Puslitbang Pemberantasan Penyakit, Badan  Litbang Kesehatan dan Kessos, Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI. www.BPS.go.id. Accessed  5 January, 2017.
  10. Rauf A. Dampak Pergaulan Bebas Remaja. Jakarta: PT.Gemilang. 2008.
  11. World Health Organization (WHO). 2014. HIV/AIDS: http://www.who.int/ mediacentre/factsheets/fs360/en/. 2014. Accessed 20 October, 2016.
  12. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Strategi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS 2003-2007. Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. 2007. Available from:http://spiritia.or.id/art/pdf/a1056.pdf. Accessed 7 January, 2017.
  13. SDKI. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan. 2012.
  14. BPS. Jawa Barat in figures: Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. 2012
  15. Lestary H & Sugiharti. Perilaku Berisiko Remaja di Indonesia Menurut Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) Tahun 2007. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2011. Vol.1. No.3. Agustus 2011: 136-144.
  16. Kirby D. Sex Education: Access and Impact On Sexual Behaviour Of Young People., (July). 2011. Accessed 7 December, 2016.
  17. BSNP. Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah standar kompetensi dan kompetensi dasar SMA/MA. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006.
  18. Pertiwi AP. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Organ Reproduksi Wanita Terhadap Personal Hygiene Saat Mengalami Keputihan Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tempel. Yogyakarta: STIK Aisyiyah Yogyakarta. 2013.
  19. Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2011.
  20. Chiuman L. Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Remaja SMA Wiyata Dharma Medan Terhadap Infeksi Menular Seksual. Skripsi Fakultas Kedokteran USU Medan. 2009.
  21. Hidayat HP & Ernawati. Tingkat Pengetahuan tentang Penyakit Menular Seksual pada Siswa SMA Negeri 1 Semarang. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. 2014.
  22. Karyawati TI. Tingkat Pengetahuan Siswa Kelas XI tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) di SMA Negeri 2 Surakarta tahun 2013. Surakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada. 2013.
  23. Azwar S. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2013.
  24. Awang H, Wong LP, Jani R & Low WY. Knowledge of sexually transmitted diseases and sexual behaviours among malasyian male youths. Journal of Biosocial Science. 2013. 12:1-11. Accessed 10 January, 2017.
  25. Sulistianingsih A. Hubungan Lingkungan Pergaulan dan Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Sikap Seks Bebas Pada Remaja. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 2010.
  26. Maolinda N, Sriati A & Maryati I. Hubungan pengetahuan dengan sikap siswa terhadap pendidikan kesehatan reproduksi remaja di SMAN 1 Margahayu. Bandung: Fakultas ilmu keperawatan Universitas Padjadjaran. 2012.
  27. Asyari AI. Membangun aktif peran generasi muda dan mahasiswa dalam penegakan kepemimpinan yang ideal. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM. 2011.
  28. Juliantara. Media Audiovisual. Jakarta: EGC. 2009.
  29. Sadiman A. Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2009.
  30. Nadeak DN, Agrina & Misrawati. Efektifitas promosi kesehatan melalui media audiovisual mengenai HIV/AIDS terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Pekanbaru: Universitas Riau. 2014.
  31. McQuail D. Teori Komunikasi Massa Mcquail edisi 6-buku 2. Jakarta: Salemba Humanika. 2010.
  32. Effendy OU. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2005.
  33. Kusmiran E. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika. 2011.



DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.35477

Article Metrics

Abstract views : 345 | views : 351

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter