Surveilans campak: peran rumah sakit dalam kegiatan surveilans aktif campak di kota Salatiga tahun 2017

https://doi.org/10.22146/bkm.40449

Rilla Venia Lalu(1*), Citra Indriani(2), Dyah Woro Widarsih(3)

(1) Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(2) Dinas Kesehatan Kota Salatiga
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan: Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka kematian dan mengurangi jumlah kasus maupun wilayah endemis campak yakni dengan melakukan imunisasi campak. Diperlukan kegiatan surveilans untuk memantau program pemberantasan kasus campak di Indonesia. Surveilans campak dilakukan dengan pendekatan berbasis individu dan dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia sejak tahun 2011. Sumber data kegiatan surveilans campak yang dilakukan ditingkat kabupaten/kota bersumber dari Puskesmas dan Rumah Sakit (RS) di wilayah kabupaten/kota. Di kota Salatiga tahun 2017, hanya Puskemas yang aktif melakukan kegiatan surveilans sedangkan RS belum. Tulisan ini bertujuan untuk mereview hambatan pelaksanaan kegiatan surveilans campak aktif di RS dan upaya perbaikan kegiatan surveilans campak di RS. Konten: Pelaksanaan surveilans aktif campak di RS ditentukan oleh ada tidaknya kontak person yang ditunjuk khusus untuk menemukan dan melaporkan adanya kasus yang ditemukan baik di bangsal maupun di poliklinik anak. Kegiatan surveilans aktif RS seharusnya dilakukan setiap minggu dimana kontak person yang sudah ditunjuk melakukan pencarian kasus campak di bangsal dan di poliklinik anak setiap hari kemudian dilaporkan ke petugas surveilans aktif Dinas Kesehatan setiap minggu. Pelaksanaan surveilans aktif RS di Kota Salatiga belum berjalan karena kurangnya koordinasi antara Dinas Kesehatan dan RS. Rumah Sakit tidak tahu jika ada SOP surveilans campak yang perlu dilakukan. Hal ini juga disebabkan oleh kurang aktifnya petugas surveilans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan surveilans aktif mingguan ke RS. Selain itu, setiap ada undangan kegiatan surveilans dari Dinkes, pihak RS selalu mengirimkan orang yang berbeda dalam setiap pertemuan sehingga kemungkinan yang terjadi adalah tidak tersampaikannya informasi kepada pimpinan di RS. Upaya perbaikan kegiatan surveilans campak di Kota Salatiga dengan melakukan penguatan terhadap sistem surveilans campak di RS melalui pertemuan koordinasi untuk membahas pentingnya kegiatan surveilans, menunjuk kontak person yang bertanggung jawab terhadap penemuan dan pelaporan kasus campak serta meningkatkan peran aktif petugas surveilans Dinas Kesehatan.


Keywords


surveilans campak; kontak person; peran rumah sakit




DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.40449

Article Metrics

Abstract views : 558 | views : 358

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter