Gambaran status gizi, kebiasaan hidup sehat, dan tingkat konsumsi pada mahasiswi jurusan gizi Poltekkes Kemenkes Malang

https://doi.org/10.22146/bkm.45150

Carissa Cerdasari(1*)

(1) Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran status gizi, kebiasaan hidup sehat, dan tingkat konsumsi pada mahasiswi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Metode: Pada penelitiancross-sectionalini mahasiswi tingkat II Jurusan Gizi Poltekkes Malang(n=60) dipilih dari 3 kelas secara proporsional sampling. Status gizi ditinjau dari dua parameter, yaitu kadar Hemoglobin (Hb) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kadar Hb mahasiswi diukur menggunakan metode cyanmethemoglobin. Data karakteristik responden dan kebiasaan hidup sehat dan kebiasaan makan dikumpulkan melalui kuesioner. Sedangkan data asupan makan dikumpulkan menggunakan metode recall3x24 jam. Data yang telah terkumpul ditabulasikan dalam tabel distribusi frekuensi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Prevalensi mahasiswa yangmengalami anemia sebesar 18,3%. Ditemukan sebesar 10% mahasiswi memiliki status gizi kurang, dan 12% mahasiswi memiliki status gizi lebih. Sebanyak 83,3% mahasiswa telah memiliki kebiasaan sarapan. Mahasiswi yang telah terbiasa mengkonsumsi sayur, buah, dan lauk hewani minimal 2x/hari adalah 53,3%, 40%, dan 66,7% secara berurutan. Sedangkan 23,3% mahasiswi telah terbiasa berolahraga. Tingkat konsumsi zat gizi mahasiswi yang telah sesuai AKG meliputi energi dan protein hanya sebesar 6,7% dan 38,3% secara berurutan. Sedangkan tidak ditemukan mahasiswi yang tingkat konsumsinya telah sesuai AKG pada zat besi dan asam folat. Simpulan: Prevalensi anemia pada mahasiswi Jurusan gizi Poltekkes Malang termasuk ke dalam masalah kesehatan masyarakat yang ringan. Mahasiswi telah terbiasa sarapan, namun kebiasaan berolahraga, konsumsi sayur, buah, dan lauk hewani dalam sehari masih perlu untuk ditingkatkan. Asupan energi, protein, zat besi dan asam folat juga perlu ditingkatkan untuk mencegah meningkatnya prevalensi anemia.  

 

 


Keywords


anemia; status gizi; tingkat konsumsi; kebiasaan makan; mahasiswi gizi



References

  1. BKKBN. (2013). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta.
  2. Daru, J., Zamora, J., Fernández-Félix, B. M., Vogel, J., Oladapo, O. T., Morisaki, N., … Khan, K. S. (2018). Risk of maternal mortality in women with severe anaemia during pregnancy and post partum: a multilevel analysis. The Lancet Global Health, 6(5), e548–e554. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(18)30078-0.
  3. Farida, R. N. (2012). Gambaran dan Determinan Anemia Pada Mahasiswi S-1 Reguler Fakultas Kesehatan Mahasiswi S-1 Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2012. Universitas Indonesia.
  4. Jain, M., & Chandra, S. (2012). Correlation between haematological and cognitive profile of anaemic and non anaemic school age girls. Current Pediatric Research, 16(2), 145–149.
  5. WHO. (2008). Worldwide prevalence of anaemia. (B. de Benoist, E. McLean, I. Egli, & M. Cogswell, Eds.). Geneva, Switzerland: WHO Press.



DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.45150

Article Metrics

Abstract views : 123 | views : 186

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter