Pengembangan Sistem Pemantauan SpO2, Suhu Tubuh dan Aktifitas Jantung Berbasis IoT
Muhammad Fa'iz Nashrullah(1*), Ahmad Ashari(2)
(1) Universitas Gadjah Mada
(2) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author
Abstract
Teknologi pemantauan parameter-parameter kesehatan tubuh manusia sudah ada dalam berbagai macam tipe dan bentuk. Mulai dari alat EKG atau elektrokardiogram, alat pemantau respirasi, tekanan darah, suhu tubuh dan lain-lain. Kegiatan pemantauan parameter kesehatan tubuh manusia merupakan suatu hal yang penting untuk meningkatkan kualitas perawatan orang sakit. Mulai dari deteksi gangguan kesehatan lebih awal, dengan begitu dapat melakukan diagnosa yang lebih tepat sasaran. Akan tetapi, lain ceritanya apabila seseorang yang sedang dipantau parameter kesehatannya mengidap penyakit berbahaya dan mudah menular, contohnya seperti saat pandemi beberapa tahun lalu. Maka dari itu diperlukannya proses pemantauan parameter kesehatan secara berjarak atau jarak jauh untuk mengurangi potensi menularnya penyakit dari seseorang yang mengidap penyakit berbahaya dan mudah menular tersebut. Penelitian ini menggunakan sebuah sistem pemantauan kadar saturasi oksigen dalam darah, suhu tubuh dan aktifitas jantung berbasis IoT. Dengan implementasi IoT atau Internet of Things pada sistem, memungkinkan pengiriman data hasil baca sensor SpO2, suhu tubuh dan aktifitas jantung ke platform IoT, Thingsboard, menggunakan protokol komunikasi MQTT. Apabila nilai SpO2 dan suhu tubuh berada dalam rentang tidak normal, maka akan mengaktifkan alarm peringatan dalam Thingsboard. Data-data tersebut akan ditampilkan menggunakan dashboard pada Thingsboard yang dapat diakses melalui browser internet maupun aplikasi gawai.
Full Text:
PDFArticle Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 IJEIS (Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats1






