Pemanfaatan Limbah Kayu Praktikum dan Penelitian Untuk Pembuatan Cuka Kayu Sebagai Salah Satu Bahan Pembuatan Hand Sanitizer

https://doi.org/10.22146/ijl.v4i3.69273

Heru Arisandi(1*), St Aminah(2)

(1) Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin
(2) Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin
(*) Corresponding Author

Abstract


Dalam masa pandemi Covid-19 sekarang ini, salah satu barang yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat adalah hand sanitizer. Beraneka ragam hand sanitizer beredar di pasaran dan memiliki wujud dan komposisi yang berbeda-beda, baik berupa gel atau cairan kandungan utamanya adalah alkohol > 60%. Sementara itu, cuka kayu memiliki kelebihan daya bunuh terhadap virus, bakteri, dan kuman yang sangat tinggidibandingalkohol di mana 1%cukakayulebihefektif dibanding etanol 70%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kualitas cuka kayu yang berasal dari limbah kayu sengon untuk digunakan sebagai bahan pembuatan hand sanitizer. Pembuatan cuka kayu sengon dilakukan dengan metode pirolisis pada suhu sekitar 500oC selama kurang lebih 8 jam. Cuka kayu yang dihasilkan disaring dan didestilasi bertingkat untuk mendapatkan cuka kayu dengan Grade 3 sampai Grade 1. Hasil destilasi cuka kayu dianalisis karakteristiknya dengan hasil sebagai berikut: pH Grade 3 = 2,92; Grade 2 = 2,67 dan Grade 1 = 2,60, berat jenis Grade 3 = 1,0050; Grade 2 = 1,0036; Grade 3 = 1,0005, kandungan asam asetat Grade 3 = 2,24%; Grade 2 = 7,36%; Grade 1 = 50,54%, kandungan benzene Grade 3 = 0.29%; Grade 2 = 0.12%; Grade 1 = 0.84%, kandungan fenol Grade 3 = 13.14%; Grade 2 = 41.54%; Grade 1 = 5.39%. Hasil pengujian karakteristik cuka kayu sengon menunjukkan bahwa cuka kayu sengon Grade 1 memiliki kualitas yang paling baik dan inilah yang diolah menjadi hand sanitizer dengan menambahkan alkohol, gliserol, air suling serta variasi pewangi dan dibuat dengan formulasi tertentu.


Keywords


cuka kayu sengon; hand sanitizer; limbah kayu; pirolisis

Full Text:

PDF


References

Irawanti S dan Hendita W.R. 2020. Peluang cuka kayu dalam mencegah penyebaran covid-19. Agroindonesia. Tersedia pada: http://agroindonesia.co.id/2020/08/peluang-cuka-kayu-dalam-mencegah-penyebaran-covid-19

Sudarnyoto. 2014. Potensi Cuka Kayu dari Eucalyptus pellita dan Acasia mangum wild sebagai Antimikroba. Jurnal Rekayasa Lingkungan. 16(2):1-2

Komarayati, S., Gusmailina, dan Pari, G. 2011. Produksi Cuka Kayu Hasil Modifikasi Tungku Arang Terpadu (Production of Wood Vinegar that Resulted from the Integrated Kiln Modification). Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 29(3):234-247.

Budijanto, Slamet; Hasbullah, Rokhani; Prabawati, Sulusi; Setyadjit; Sukarno; dan Zuraida, ita. 2008. Identifikasi Dan Uji Keamanan Asap Cair Tempurung Kelapa untuk Produk Pangan. J.Pascapanen 5(1) 2008: 32-40.

Karseno, P. Darmadji dan K. Rahayu, 2001. Daya Hambat Asap Cair Kayu Karet Terhadap Bakteri Pengkontaminan Lateks dan Ribbed Smoke Sheet, Agritech Vol 21, No 1 (2001)



DOI: https://doi.org/10.22146/ijl.v4i3.69273

Article Metrics

Abstract views : 604 | views : 715

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Indonesian Journal of Laboratory

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

View My Stats