Pengaruh Kadar NaCl Terhadap Hasil dan Mutu Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.)

https://doi.org/10.22146/veg.1595

Hindun Rahmawati, Endang Sulistyaningsih, Eka Tarwaca Susila Putra(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Tomat merupakan tanaman hortikultura yang bersifat moderat sensitif terhadap salinitas dengan batas toleransi 1,3-6 dS/m. Akhir-akhir ini, kualitas air irigasi mengalami penurunan karena akumulasi mineral garam dari intrusi air laut dan residu pupuk. Namun, penyiraman dengan air salin dapat meningkatkanmutu buah tomat (Yin et al., 2010). Oleh karena itu, pengaruh penyiraman larutan NaCl terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tomat menjadi tujuan dari penelitian ini.

Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kadar penyiraman larutan NaCl, yaitu 0, 2500, 5000, dan 7500 ppm. Faktor kedua adalah varietas tomat, yaitu ‘Warani’ dan ‘Permata’. Penyiraman NaCl dilakukan sejak tanaman berbunga sampai panen, dengan interval tiga hari sekali. Respon tanaman terhadap penyiraman NaCl dievaluasi dengan mengamati pertumbuhan tanaman, komponen hasil, dan kualitas hasil tomat.

Hasil penelitian menunjukka n bahwa tidak ada interaksi antara kadar NaCl dengan varietas tomat. Pertumbuhan tanaman (bobot kering akar dan kandungan klorofil), hasil, dan mutu buah tomat (padatan terlarut total) meningkat pada pemberian NaCl sebesar 2500 ppm apabila dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi perlakuan NaCl (kontrol), tetapi pertumbuhan tanaman menurun ketika tanaman diberi perlakuan NaCl sebesar 5000 ppm dan 7500 ppm. Kadar NaCl yang optimum untuk meningkatkan mutu buah tomat adalah sebesar 2500 ppm. Pada umumnya, ‘Warani’ dan ‘Permata’ memiliki pertumbuhan, hasil, dan mutu buah yang sama.





DOI: https://doi.org/10.22146/veg.1595

Article Metrics

Abstract views : 7317 | views : 13083

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats