Pengaruh Perendaman Air pada Benih Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) dengan Berbagai Posisi Tanam Benih terhadap Pertumbuhan Bibit

https://doi.org/10.22146/veg.25880

Asiyah Atdwiyani(1*), Setyastuti Purwanti(2), Sri Muhartini(3)

(1) 
(2) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Kebutuhan nangka terus meningkat baik untuk konsumsi rumah tangga, industri maupun sebagai tanaman konservasi. Hal ini memerlukan usaha peningkatan produktivitas melalui pengembangan dan pemeliharaan tanaman yang lebih intensif dan efisien. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam usaha peningkatan produktivitas adalah pembibitan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman benih nangka dalam air dan benih ditanam dengan berbagai posisi tanam terhadap pertumbuhan bibit nangka. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hortikultura dan Rumah Kawat, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan Februari sampai dengan Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 x 5 dengan ulangan tiga kali. Faktor pertama adalah benih nangka ditanam dengan berbagai posisi, terdiri atas 2 level yaitu T1 (tengkurap) dan T2 (terlentang). Faktor kedua adalah perendaman benih nangka dalam air terdiri atas 5 level yaitu P1 (direndam satu hari), P2 (direndam dua hari), P3 (tanpa perlakuan/kontrol), P4 (tanpa direndam satu hari) dan P5 (tanpa direndam dua hari). Pengamatan dilakukan terhadap gaya berkecambah, indeks vigor dan indeks vigor hipotetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara faktor perendaman dengan posisi tanam benih terhadap pertumbuhan bibit. Benih nangka yang ditanam tengkurap memberikan pertumbuhan terbaik. Benih nangka yang direndam selama satu hari memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit.


Keywords


benih nangka, posisi tanam, perendaman, perkecambahan, indeks vigor



References

Bewley, J.D. and M. Black. 1994. Seeds. Springer, United States.

Budianto, A., B.B. Santoso. 1999. Pengaruh posisi benih terhadap pertumbuhan dan perkembangan bibit Nagasari (Mesua ferrea L.). J. Agroteksos. 4(3):56-60.

Elevitch, C.R., and H.I. Manner. 2006. Artocarpus heterophyllus (jackfruit). Species Profiles for Pacific Island Agroforestry. Permanent Agriculture Resources (PAR), Holualoa, Hawai‘i. . Diakses pada tanggal 31 Mei 2016.

Pancaningtyas, S. Santoso, T.I., dan Sudarsianto. 2014. Studi perkecambahan benih kakao melalui metode perendaman. Pelita Perkebunan. 30(3): 2014, 190-197.

Siregar, T.H., S. Riyadi, L. Nuraeni. 2000. Budidaya pengolahan dan pemasaran coklat. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sumiasri, N. dan Setyowati, N. 2006. Pengaruh beberapa media pada pertumbuhan bibit eboni (Diospyros celebica Bakh) melalui perbanyakan biji. Biodiversitas. Vol. 7 no. 3. Hal: 260-263.

Suryadi, R. 2009. Pengaruh jumlah tunas dan jumlah daun terhadap keberhasilan penyambungan jambu mete (Anacardium occidentale) di lapangan. Buletin Littro. Vol. 20 No. 1, 2009, 41 – 49.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.25880

Article Metrics

Abstract views : 1952 | views : 4619

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Vegetalika



VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats