Keragaan Hasil Perdu Teh (Camellia sinensis L.) Hasil Perbanyakan Vegetatif Pertama

https://doi.org/10.22146/veg.36515

Maryam Muharroron(1*), Taryono Taryono(2)

(1) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Teh merupakan tanaman tahunan dan penyegar. Kondisi pertanaman teh di Indonesia didominasi oleh tanaman tua dan berasal dari biji. Guna meningkatkan produktivitas teh dalam waktu relatif singkat diperlukan percepatan perakitan klon unggul teh dengan metode pemuliaan vegetatif teh. Penelitian ini bertujuan untuk menduga keragaan hasil perdu teh hasil perbanyakan vegetatif pertama (V1) dan menduga potensi daya hasil kering teh V1 klon teh PGL-09, PGL-10, PGL-11, PGL-12, dan PGL-15. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perdu F1 terpilih sebagai induk tiap klon digunakan sebagai tetua atau induk perbanyakan V1, serta rumpun V1 pada tiap klon dipilih 5 perdu sebagai contoh. Daya hasil kering teh didapat dari komponen bobot kering pucuk peko, bobot kering pucuk burung, bobot kering daun muda, dan bobot kering tangkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon PGL-10, PGL-11, dan PGL-12 memiliki keragaan daya hasil kering teh yang sama antara F1 dengan V1, serta ketiga klon PGL tersebut memiliki potensi daya hasil kering teh yang tinggi, berkisar antara 3.200 hingga 3.400 kg/ha/th.

Keywords


keragaan, klon, potensi hasil, teh, vegetatif

Full Text:

PDF


References

Anonim. 2015. Statistik Teh Indonesia. Badan Pusat Statistik.
Dharmadi. A. 1990. Faktor Penyebab Peningkatan Populasi Serangga Hama Helopeltis antonii Signoret di Perkebunan Teh. Prosiding Simposium Teh V, Bandung, 27 Februari - 1 Mei 1990.
Falconer, D.S. 1960. Introduction to Quantitative Genetics. The Ronald Press Co., New York.
Jablonka, E. dan G. Raz. 2009. Transgenerational epigenetic inheritance: prevalence, mechanisms, and implications for teh study of heredity and evolution. Quarterly Review of Biology 84: 131–176. Lin, C.S. and M.R. Binns. 1991. Genetic properties of your types of stability parameter. Theor. Appl. Genet. 82: 505–509. Lin, C.S. dan M.R. Binns. 1988. A priority measure of cultivar performance for cultivar × location data. J. Plant. Sci. 68: 193–198.
Mangoenwidjojo, W. 1991. Analisis stabilitas produksi pucuk beberapa klon teh di kebun PT. Pagilaran. Ilmu Pertanian 4: 281–288.
Mangoendidjojo, W. 1992. Evaluasi pendahuluan beberapa nomer klon teh harapan di kebun Pagilaran. Ilmu Pertanian 5(1): 555–563.
Mangoendidjojo, W. 2003. Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius, Yogyakarta.
Mondal, T.K. 2009. Tea Breeding. Springer, Germany.
Putri, Y.S., R.H. Murti, dan S. Mitrowihardjo. 2015. Evaluasi klon-klon harapan teh (Camelia sinensis (L.) O. Kuntze). Vegetalika 4(3): 127–137.
Rahadi, V.P., H.S. Khomaeni, L.Chaidir, dan B. Martono. 2016. Keragaman dan kekerabatan genetik koleksi plasma nutfah teh berdasarkan karakter morfologi daun dan komponen hasil. Jurnal TIDP 3(2): 103–108.
Sriyadi, B., W. Astika, dan D. Muchtar. 1998. Seleksi tanaman teh muda seri TPS. Penelitian Teh dan Kina 3: 88–93.
Yuliana, R.A., D. Indradewa, dan E. Ambarwati. 2013. Potensi hasil dan tanggapan Sembilan klon teh (Camelia sinensis (L.) O. Kuntze) PGL terhadap variasi curah hujan di kebun bagian pagilaran. Vegetalika (2)3: 54–67.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.36515

Article Metrics

Abstract views : 1758 | views : 2829

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Vegetalika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats