Pengaruh Pemberian Garam Epsom Terhadap Hasil dan Kualitas Benih Empat Kultivar Wijen (Sesamum indicum L.) di Lahan Pasir Pantai

https://doi.org/10.22146/veg.4013

Danik Rahmawati, Taryono, dan Rohlan Rogomulyo(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


INTISARI

Luas areal pertanaman wijen di Indonesia mengalami penurunan karena digunakan untuk budidaya tanaman pangan. Keberadaan lahan pasir pantai yang belum termanfaatkan secara optimal dapat menjadi alternatif areal budidaya wijen. Salah satu kekurangan lahan pasir pantai adalah ketersediaan sulfur dan magnesium sangat rendah, padahal unsur tersebut sangat penting bagi tanaman penghasil minyak dari biji. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian garam epsom terhadap hasil dan kualitas benih wijen. Penelitian dilaksanakan di lahan pasir pantai Samas Bantul, Yogyakarta menggunakan rancangan petak terbagi dengan 4 blok sebagai ulangan. Perlakuan petak utama adalah takaran garam epsom terdiri dari 0 (kontrol); 76,92; 153,85; dan 230,77 kg/ha. Perlakuan anak petak adalah kultivar wijen yaitu Sumberrejo-1, 2, 3, dan 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh garam epsom tergantung kultivar. Penambahan pupuk garam epsom pada kultivar Sumberrejo-1 dan 2 dapat meningkatkan daya berkecambah dan indeks vigor. Penambahan pupuk garam epsom pada kultivar Sumberrejo-3 dapat meningkatkan daya hasil dan daya berkecambah. Pada kultivar Sumberrejo-1 penambahan 148,5 kg/ha garam epsom mampu menghasilkan benih dengan indeks vigor optimal.

Kata kunci: garam epsom, kualitas benih, wijen





DOI: https://doi.org/10.22146/veg.4013

Article Metrics

Abstract views : 840 | views : 4906

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats