Pendugaan Parameter Genetik beberapa Komponen Hasil Calon Galur Teh Keturunan Kedua Hasil Perbanyakan Vegetatif

https://doi.org/10.22146/veg.42027

Andrew Budiherlando(1), Taryono Taryono(2*)

(1) Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Salah satu sebab rendahnya produktivitas teh nasional adalah umur perdu yang sudah tua sehingga perlu pengembangan varietas baru yang dapat dibudidayakan secara nasional. Teh unggul yang diperbanyak secara vegetatif, harus memiliki daya waris tinggi terhadap sifat yang dimilikinya. Penelitian bertujuan mengetahui nilai duga parameter genetik hasil perbanyakan vegetatif kedua (V2) beberapa klon teh pada beberapa lokasi penanaman. Penelitian dilaksanakan dibulan Juli-Desember 2017 di PT Pagilaran afdeling Sanderan, Kayulandak, dan Andongsili. Klon yang digunakan yaitu PGL10, PGL11, PGL12, dan PGL15. Penelitian menggunakan Splitplot dengan dua faktor yaitu  klon teh dan lokasi penanaman. Hasil pengamatan berupa komponen hasil 4 kali pemetikan dianalisis dengan ANOVA serta uji lanjut Scottnott dan AMMI. Hasil penelitian menunjukkan Panjang  dan Lebar Daun, Potensi Daya Hasil, Panjang Tangkai, Berat Kering Daun, Peko dan Tangkai, Berat Segar Peko, dan Jumlah Peko memiliki nilai genetik tinggi. Berat Segar Daun dan Berat Segar Tangkai memiliki nilai genetik rendah. Panjang Daun, Potensi Daya Hasil, Berat Kering Daun dan Peko cenderung memiliki pertumbuhan yang dipengaruhi lingkungan. Lebar Daun, Panjang Tangkai, Berat Kering Tangkai, Berat Segar Peko dan Jumlah Peko memiliki pertumbuhan yang tidak dipengaruhi lingkungan. Parameter genetik pada komponen hasil klon yang berinteraksi dengan lingkungan memiliki pertumbuhan paling baik pada Klon PGL10, 11 dan 12. Parameter genetik pada komponen hasil klon yang tidak berinteraksi dengan lingkungan memiliki pertumbuhan paling baik pada klon 10 dan 12. PGL11, 12, dan 10 tumbuh optimal di Kayulandak sementara PGL15, 12 dan 10 tumbuh optimal di Andongsili dan Sanderan.


Keywords


komponen hasil; parameter genetic; interaksi

Full Text:

PDF


References

Allard, R. W. 1960. Principles of plant breeding. John Willey & Sons, Inc. New York. 485 p.

Borojevic, S. 1990. Principles and Methods of Plant Breeding. Elseivier, Amsterdam.

Gauch, H.G., and R.W. Zobel. 2006. AMMI analysis of yield trials. In Kang MS and Gauch HG. (Eds.). Genotype-by-Environment Interaction. CRC Press, Boca Raton. New York, United States of America.

Mangoendidjojo. W. 2003. Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius. Yogyakarta.

Yuliana, R.A., D. Indradewa, dan E. Ambarwati. 2013. Potensi hasil dan tanggapan Sembilan Klon Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) PGL terhadap variasi curah hujan di kebun bagian pagilaran. Vegetalika. 2(3): 54-67.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.42027

Article Metrics

Abstract views : 783 | views : 927

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Vegetalika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats