Kualitas Benih Tiga Aksesi Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) pada Tiga Umur Panen

https://doi.org/10.22146/veg.5159

Septin Kristiani, Toekidjo, Setyastuti Purwanti(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


INTISARI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur panen terhadap kualitas benih kacang merah dan menentukan masak fisiologis tiga aksesi kacang merah. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik petani Dusun Kalangan, Desa Sidogede, Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan Laboratorium Teknologi Benih, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan Agustus sampai Desember 2013. Penelitian dilakukan dengan percobaan 3x3 faktorial yang disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (Randomized Complete Block Design – RCBD) dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu tiga aksesi kacang merah (Aksesi Temanggung, Aksesi Magelang, Aksesi Sleman), sedangkan faktor kedua adalah umur panen yaitu 30, 35, dan 40 hari setelah 60% tanaman di petak percobaan berbunga (hsb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga aksesi memberi respon yang sama terhadap parameter pertumbuhan, komponen hasil, dan kualitas benih. Masak fisiologis tiga aksesi dicapai pada 30 hari setelah berbunga. Penundaan waktu panen hingga 5 hari (35 hsb), bahkan 10 hari (40 hsb) dapat dilakukan tanpa mempengaruhi kualitas benih (gaya berkecambah > 90%).

Kata kunci: Phaseolus vulgaris L., kacang merah, kualitas benih, umur panen, masak fisiologis



References

Bewley, J. D. dan M. Black. 1994. Seeds Physiology of Development and Germination. Plenum Press, London.

Cahyono, B. 2003. Kacang Buncis: Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius, Yogyakarta.

Hardjowigeno, S. 1995. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.

Hidalgo, R., L. Song, and P. Gebts. 1986. The Cultivated Species of Phaseolus. Centro Internacional de Agricultura Tropical (CIAT), Cali, Colombia.

Kartika, E. dan S. Ilyas. 1994. Pengaruh tingkat kemasakan benih dan metode konservasi terhadap vigor benih kacang jogo (Phaseolus vulgaris L.). Buletin Agronomi 22 : 44-59.

Progoharbowo, I. 1986. Pengaruh Umur Panen dan Jalur Pengolahan Benih terhadap Mutu Fisik dan Fisiologik Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.) Varietas Lokon. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Purseglove, J. W. 1968. Tropical Crops: Dicotyledons. Longman Group Limited, London.

Rahmawati, F. 2012. Pemanfaatan Kacang Merah Sebagai Pangan Alternatif Pemenuhan Gizi dan Pangan Fungsional. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Rizqiani, N. E., E. Ambarwati, dan N.W. Yuwono. 2007. Pengaruh dosis dan frekuensi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil buncis (Phaseolus vulgaris L.) dataran rendah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 7: 43-53.

Sadjad, S. 1994. Kuantifikasi Metabolisme Benih. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Sanjaya, L. L. dan A. H. Permadi. 1990. Penampilan beberapa kacang jogo lokal (Phaseolus vulgaris L.) di dataran tinggi Lembang. Bulletin Penelitian Hortikultura 20 : 125-136.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.5159

Article Metrics

Abstract views : 2559 | views : 13786

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats