Pengaruh Konsentrasi Kitosan Udang dan Kepiting sebagai Edible Coating terhadap Mutu dan Daya Simpan Tomat Ceri (Solanum lycopersicum var. Cerasiforme)

https://doi.org/10.22146/veg.53519

Anggraeni Marganingsih(1*), Eka Tarwaca Susila Putra(2)

(1) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Tomat ceri merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai jual yang tinggi. Kehilangan hasil akibat kerusakan pascapanen tomat ceri perlu dicegah dengan penanganan pascapanen yang tepat. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah pelapisan edible coating menggunakan kitosan. Penelitian bertujuan untuk menentukan sumber dan konsentrasi kitosan yang optimal untuk mempertahankan mutu dan memperpanjang masa simpan buah tomat ceri. Penelitian dilaksanakan di Sub-Laboratorium Hortikultura, Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UGM pada bulan Juli-Agustus 2019. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu sumber dan konsentrasi kitosan. Sumber kitosan berasal dari kepiting dan udang, masing-masing dengan konsentrasi yaitu 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3%. Pengamatan dilakukan pada beberapa variabel iklim mikro di ruang penelitian, beberapa indikator kualitas buah, dan masa simpan buah tomat ceri. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Honestly Significance Difference (HSD) Tukey pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa Aplikasi kitosan yang bersumber dari udang maupun kepiting sampai dengan konsentrasi 3% belum memberikan kontribusi yang positif terhadap mutu dan daya simpan buah tomat ceri. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut menggunakan pelapisan kitosan yang bersumber dari udang maupun kepiting dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari 3%.

Keywords


kepiting; kitosan; tomat ceri; udang

Full Text:

Anggraeni.PDF


References

Andriasty, V., D. Praseptiangga, dan R. Utami. 2015. Pembuatan edible film dari pektin kulit pisang raja bulu (Musa sapientum var Paradisiaca baker) dengan penambahan minyak atsiri jahe emprit (Zingiber iffoconalle var. amarum) dan aplikasinya pada tomat cherry (Solanum lycoper-sicum var. cerasi forme). Jurnal Teknosains Pangan 4:1-7.


Antarlina, S. S. 2009. Identifikasi sifat fisik dan kimia buah-buahan lokal di Kaliantan. Buletin Plasma Nutfah 15:80-90.


Cahyono, B. 2008. Tomat:Usaha Tani & Penanganan Pascapanen. Kanisius, Yogyakarta.


Farikha, I. N., C. Anam, dan E. Widowati. 2013. Pengaruh jenis dan konsentrasi bahan penstabil alami terhadap karakteristik fisikokimia sari buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) selama penyimpanan. Jurnal Teknosains Pangan 2:30-38.


Fitriani, E. 2012. Untung Berlipat Budidaya Tomat di Berbagai Media Tanam. Pustaka Baru Press, Yogyakarta.


Hilma, A. Fatoni, dan D. P. Sari. 2018. Potensi kitosan sebagai edible coating pada buah anggur hijau (Vitis vinifera Linn). Jurnal Penelitian Sains 20:25-28.


Nurhayati, dan Agusman. 2011. Edible film kitosan dari limbah udang sebagai pengemas pangan ramah lingkungan. Squalen 6:38-44.


Nurjanah, S. 2002. Kajian laju respirasi dan produksi etilen sebagai dasar penentuan waktu simpan sayuran dan buah-buahan. Jurnal Bionatura 4:148-156.


Pantastico, ER. B. 1997. Postharvest Physiology, Handling, and Utilization of Tropical and Subtropical Fruits and Vegetables. (Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Sub Tropika, alih bahasa:Kamariyani). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.


Souza, E. L. D., C. V. Sales, C. E. V. D. Oliveira, L. A. A. Lopes, M. L. D. Conceicao, L. R. R. Berger, dan T. C. M. Stamford. 2015. Efficacy of a coating composed of chitosan from Mucor circinelloides and carvacrol to control Aspergillus flavus and the quality of cherry tomato fruits.<http://www.frontier sin.org/Article/10.3389/fmicb.2015.00732 /abstract.>.Diakses pada 25 November 2018.


Sugiharto, B. E. 2017. Pengaruh konsentrasi kitosan terhadap lama simpan dan mutu pada dua kultivar lengkeng (Nephelium longan). Gema Wiralodra 8:61-73.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.53519

Article Metrics

Abstract views : 242 | views : 221

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Vegetalika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats