Pengaruh Pemberian Abu Sekam Padi dan POC Urine Kelinci terhadap pH tanah dan Pertumbuhan Tanaman Sawi di Tanah Gambut

https://doi.org/10.22146/veg.84921

Rabiatul Wahdah(1*), Akhmad Rizali(2), Jumiati Jumiati(3)

(1) Universitas Lambung Mangkurat
(2) Universitas Lambung Mangkurat
(3) Universitas Lambung Mangkurat
(*) Corresponding Author

Abstract


Lahan gambut merupakan lahan marginal untuk pertanian karena kesuburannya yang rendah, tingkat keasaman yang tinggi, kapasitas tukar kation (KTK) yang tinggi, kejenuhan basa yang rendah, kandungan unsur hara makro (K, Ca, Mg, P) yang rendah, dan unsur hara mikro (seperti Cu , Zn, Mn, B) juga rendah. Amelioran dapat mengubah sifat kimia tanah gambut antara lain menurunkan kapasitas tukar kation (KTK), meningkatkan kejenuhan basa (KB), menaikkan pH, menekan senyawa beracun, meningkatkan kandungan unsur hara. Sedangkan sifat fisik dapat ditingkatkan dari segi struktur. Bahan Amelioran yang digunakan dalam penelitian ini adalah abu sekam padi dan pupuk organik cair urine kelinci. Abu sekam padi adalah abu yang dihasilkan dari pembakaran sekam padi yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan tanah gambut. Pemberian abu sekam padi akan lebih baik jika diimbangi dengan pemberian bahan organik seperti pupuk organik cair (POC). POC urine kelinci mengandung unsur hara N, P, dan K yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian abu sekam padi dan POC urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil sawi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara abu sekam padi dan POC urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, terkecuali pada jumlah daun. Perlakuan terbaik adalah dosis abu sekam padi 15 ton.ha-1 dan POC urine kelinci 30 ml/L. Sementara untuk abu sekam padi tidak mempengaruhi pH tanah pada tanah gambut.


Keywords


abu sekam padi; lahan gambut; pupuk organik cair urine kelinci; tanaman sawi.

Full Text:

PDF


References

Agus, F & I.G.M. Subiksa. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor.

Gustia, H. 2016. Respon Tanaman Wortel Terhadap Pemberian Urine Kelinci. Jurnal Agrosains dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah. Jakarta.

Lakitan, B. 2000. Fisiologi Tumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

La Sarido & Junia. 2017. Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair pada Sistem Hidroponik. Jurnal AGRIFOR. 16(1) : 65-74

Mappanganro, N, Enny L.S, Baharuddin. 2011. Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Stroberi Pada Berbagai Jenis dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair dan Urine Sapi dengan Sistem Hidroponik Irigasi Tetes. Biogenesis. 1(2):123-132.

Martanto. 2001. Pengaruh Abu Sekam Terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Intensitas Penyakit Layu Fusarium Pada Tomat. Irian Jaya. Jurnal Agro. Vol.8 No.1 . Hal. 7- 40

Normaida, N, Jurnawati, S, Edison,A. 2016. Pengaruh Abu Sekam Padi dan Beberapa Jenis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuban dan Peoduksi Tanaman Jagung (Zea mays saccharata Sturt.) di Lahan Gambut. Jurnal Online Penelitian 3(1): 1 - 12

Nugraheni, E.D. dan Paiman. 2010. Pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). J. Agroscience. 4(2):109-114.

Polii, G.M.M. 2009. Respon Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir.) terhadap Variasi Waktu Pemberian Pupuk Kotoran Ayam. Journal Soil Environment.1(7). 18-22.

Priyatna, N. 2011. Beternak dan Bisnis Kelinci Pedaging. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Rizqiani, N., F. A. Erlina, W. Y. Nafsih. 2007. Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. VII: 43-45.

Salsi, I. 2011. Karakterisasi Gambut dengan Berbagai Bahan Amelioran dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Guna Mendukung Produktivitas Lahan Gambut. Jurnal Agrovigor. 4(1) : 42-50.

Simamora, A.L.B., Toga Simanungkalit, Jonis Ginting. 2014. Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Vermikompos dan Urinee Kelinci. J Agroekoteknologi 2(2):533-546.

Suratman. 2013. Optimalisasi Pengelolaan Lahan Gambut Menggunakan Amelioran Tanah Mineral dan Tanaman Penutup Lahan pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kalimantan Tengah. Tesis Mahasiswa. IPB.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.84921

Article Metrics

Abstract views : 398 | views : 265

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Vegetalika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats