Jimpitan, Modal Sosial yang Menjadi Solusi Permasalahan Masyarakat

https://doi.org/10.22146/jkap.7518

Wiji Harsono(1*)

(1) Kasubbag Umum Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
(*) Corresponding Author

Abstract


Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat kerap menyelesaikan berbagai masalah sosial dengan menggunakan nilai-nilai yang telah terbentuk dan disepakati sebagai sebuah norma. Norma atau pedoman yang dipatuhi ini seringkali berwujud sebuah institusi informal. Kepatuhan warga kemudian melahirkan rasa saling percaya dan menyebabkan terjalinnya jaringan sosial, kemudian membentuk pola perilaku sehingga tumbuh menjadi budaya dalam bentuk pemberdayaan warga. Salah satu bentuk norma sosial ini adalah “jimpitan”, yang diberlakukan di RT 70 dan RT 71, RW 19 Danunegaran Yogyakarta. Artikel ini akan membahas mengenai bagaimana institusi jimpitan sebagai modal sosial menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan warga di kampung tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif induktif, terlihat bahwa lemahnya fungsi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan publik membuat warga RT 70 dan RT 71, RW 19 Danunegaran memilih institusi jimpitan sebagai modal sosial dalam menyelesaikan permasalah warga, terutama berkenaan dengan penguatan tali silaturahmi serta perbaikan dan pemeliharaan sarana pelayanan publik. Mereka memilih institusi ini karena dianggap paling sesuai dengan kondisi warga. Jimpitan yang semula hanya bertujuan untuk pengikat tali silaturahmi warga kini justru menjadi jembatan bagi pengikat tali
silaturahmi yang terbentuk pada modal sosial lainnya.

Keywords


Modal sosial, jimpitan, institusi informal, masyarakat perkotaan, pemberdayaan

Full Text:

PDF


References

Ancok, D. 2003. Modal Sosial dan Kualitas Masyarakat. UGM. Yogyakarta.

Artikata. 2011. Kamus Definisi. http://www.artikata.com/arti-366722-jimpitan.html. Diakses 11 Juni 2011.

Bantarso, A. B. 2004. Kampus Biru Menggugat: Bunga Rampai Tulisan Alumni FISIPOL UGM (Seri I). KA. FISIPOL GAMA. Jakarta.

Benington, J., dan Moore, MH (ed). 2011. Public Value: Theory and Practice. Palgrave Macmillan. New York.

Bidayati, A. 2008. Dinamika Modal Sosial Pada Lembaga Keuangan Mikro (Studi di BMT Artha Amanah). Tesis. Program Magister Administrasi Publik FISIPOL UGM. Yogyakarta.

Bungin, M. B. 2010. Penelitian Kualitatif. Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial lainnya. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Dwiyanto, A. 2008. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Gadjah Mada Univer- sity Press. Yogyakarta.

Field, J. 2010. Modal Sosial. Kreasi Wacana. Bantul Harian Kedaulatan Rakyat, edisi 3 Januari 2012.

Ife, J. W. 1996. Community Development Creating Community Alternative Vision: Analysis and Practice. Longman. Melbourne, Australia.

Kartasasmita, G. 1996. Pembangunan untuk Rakyat Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. PT. Pustaka CIDESINDO. Jakarta.

Koentjaraningrat. 2001. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Kusminatun. 2009. Dana Jamkesda di Yogyakarta Tak Terserap Maksimal. www.republika.co.id. Diakses 28 Oktober 2011.

Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 21 Tahun 2002 tentang Retribusi Kebersihan.

Pratikno (ed.). 2001. Merajut Modal Sosial untuk Perdamaian dan Integrasi Sosial. Fisipol UGM. Yogyakarta.

Purwanto, E.A. 2008. Pelayanan Publik Partisipatif. Dalam Agus Dwiyanto (ed.). Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Putnam, R.D. 1993. Marking Democracy Work: Civil Traditions in Modern Italy. Priceton University Press. USA.

Putra, I.M.K. 2008. Modal Sosial Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Pakraman (Studi Kasus Pengelolaan LPD Desa Pakraman Batuaji Kawan Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali). Tesis. Program Magister Administrasi Publik FISIPOL UGM. Yogyakarta.

Suharso dan Retnoningsih. 2009. Kamus Besar Bahasa Indonesia. CV. Widya Karya. Semarang. Suhartono. 2008.

Dewan Minta Tingkatkan Biaya Pemeliharaan Jalan. www.kr.co.id. Diakses 11 November 2011.

Sunartiningsih, A. 2004. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Aditya Media Bekerja sama dengan Jurusan Sosiatri Fisipol UGM. Yogyakarta.

Suparjan dan Suyatno, H. 2003. Pengembangan Masyarakat Dari Pembangunan Sampai Pemberdayaan. Aditya Media. Yogyakarta.

Suroto. 2011. Hujan, Jalan Jogja Tak Aman. www.seputar_indonesia.com. Diakses 11 November 2011.

Tjokrowinoto, M. 2007. Pembangunan Dilemma dan Tantangan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Winarto, P. 2005. Penyusunan, Norma, Standar, dan Prosedur Penyusunan Formasi Pegawai Negeri Sipil. Pusat penelitian dan Pengembangan Badan Kepegawaian Negara. Jakarta.

Wikipedia. 2011. Kota Yogyakarta. www.id.wikipedia.org. Diakses 11 November 2011.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkap.7518

Article Metrics

Abstract views : 3106 | views : 2447

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik



Copyright of JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik) ISSN 0852-9213 (print), ISSN 2477-4693 (online)

Gedung MAP FISIPOL UGM, Kampus FISIPOL UGM Unit II

Jl. Prof. Dr. Sardjito, Sekip, Yogyakarta, 55281,
Phone: 0274-563825
Fax: 0274-589655
Email: igpa@ugm.ac.id