Analisis Sistem Perencanaan Logistik Obat di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2018

https://doi.org/10.22146/jkki.43531

Muhammad Dedi Widodo(1*), Reno Renaldi(2), Oppi Selvia Andaresta(3)

(1) Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru
(2) Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru
(3) Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru
(*) Corresponding Author

Abstract


Perencanaan adalah tahap terpenting dalam pemenuhan kebutuhan obat-obatan di pelayanan kesehatan. Di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga masih ditemukan terjadi kekosongan dan kelebihan obat untuk beberapa item obat tertentu. Perencanaan kebutuhan obat yang baik di puskesmas terdiri dari tahap pemilihan obat, kompilasi pemakaian obat, perhitungan kebutuhan obat, dan proyeksi kebutuhan obat. Perencanaan obat yang kurang baik akan menyebabkan terjadinya kelebihan dan kekurangan obat. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya sistem perencanaan logistik obat di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif evaluation study dengan metode kualitatif, yang dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Subjek penelitian yaitu Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Gudang Obat, Petugas Apoteker/Asisten apoteker, dan Dokter. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, penelusuran dokumen dan observasi. Analisis data dilakukan dengan proses analisis isi dan analisis data dilakukan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemilihan obat di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru berdasarkan data dari LPLPO dan rekapan resep obat, obat paling banyak dipakai, pola penyakit. Kompilasi pemakaian obat dapat dilihat dari data LPLPO, laporan obat, stok obat, kertas resep harian dari data ini dapat diketahui berapa jumlah sisa stok, jumlah pemakaian, dan jumlah pengeluaran. Metode perhitungan kebutuhan obat yang digunakan Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru adalah metode konsumsi. Proyeksi kebutuhan obat kebutuhan obat belum tepat karena masih terdapat obat yang kosong dan berlebih. Diharapkan agar dapat meningkatkan proses perencanaan kebutuhan obat di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga dan diharapkan agar dapat mengevaluasi masalah pembagian kerja dalam pemilihan obat, meningkatkan kerja team, seminimal mungkin melengkapi data yang diperlukan untuk kegiatan proyeksi dan membuat laporan obat yang kurang, dengan menetapkan suatu kebijakan atau SOP kerja, sehingga mudah dalam menentukan obat yang tepat jenis dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan.

Keywords


Logistik Obat; Perencanaan ; Puskesmas Simpang Tiga

Full Text:

PDF


References

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1121/Menkes/SK/XII/2008 tentang Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar. (2008). Jakarta: Dapartemen Kesehatan Muninjaya, G. (2011). Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC. Hlm: 64. Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Hlm: 35. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2008 tentang Pedoman Manajemen Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana. (2008). Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 58 Tahun 2014 tentang Standar Pengelolaan Obat Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 246/Menkes/Per/V/1990 tentang Izin Usaha Industri Obat Tradisional dan Pendaftaran Obat Tradisional. (1990). Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. (2014). Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia Profil Puskesmas Simpang Tiga. (2017). Pekanbaru: Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Reski, V., Sakka, A., Ismail, S.C. (2016). Analisis Perencanaan Obat Berdasarkan Metode ABC Indeks Kritis di Puskesmas Kandai Tahun 2016. Journal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Volume. 1, Nomor. 4. Oktober 2016. http://media.neliti.com/.../184477-ID-analisis-perencanaan-obat-berdasarkan-me.pdf. Diakses pada tanggal 20 Januari 2018 Safriantini, D ., Ainy, A., Mutahar, R. (2011). Analisis Perencanaan dan Pengadaan Obat di Puskesmas Pembina Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, Volume. 2. Nomor. 01. Maret 2011. http://media.neliti.com/.../57873-ID-analysis-planning-and-procurement-of-dru.pdf. Diakses pada tanggal 20 Januari 2018



DOI: https://doi.org/10.22146/jkki.43531

Article Metrics

Abstract views : 571 | views : 465

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

The Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI [ISSN 2089 2624 (print); ISSN 2620 4703 (online)] is published by Center for Health Policy and Management (CHPM). This website is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Built on the Public Knowledge Project's OJS 2.4.8.1.
 Web
Analytics View My Stats