Hubungan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan Hipertensi Intradialisis pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis

https://doi.org/10.22146/jkkk.75309

Yashinta Dewi(1*), Theresia Tatik Pujiastuti(2), Avin Maria(3)

(1) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta
(2) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta
(3) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Background: Intradialytic hypertension is one of the problems experienced by patient with chronic kidney failure who undergoing hemodialysis with a prevalence of 13,2% to 33,9%. This kind of hypertension is one of the biggest causes of death in patient who undergoing dialysis, with a rate of 59%. Several factor can affect intradialytic hypertension, such as interdialytic weight gain, age, gender, and the duration of hemodialysis.
Objective: To determine the characteristic of patients who underwent hemodialysis and to determine the correlation between interdialytic weight gain (IDWG) and confounding factors (age, gender, and the duration of hemodialysis) with intradialytic hypertension.
Methods: This research used quantitative methods with observational analytic design. The sampling used simple random sampling with a sample size of 126 patients, who met inclusion and exclusion criteria. Data were collected using secondary data and then analyzed using Fischer Test.
Results: The result showed there was no correlation between Interdialytic weight gain (IDWG) and intradialytic hypertension (p value = 0,484). For confounding variable, there was also no correlation between age with intradialytic hypertension (p value= 0,584), gender with intradialytic hypertension (p value= 1,000), and the duration of hemodialysis with intradialytic hypertension (p value= 0,333).
Conclusion: There was no statistically significant correlation between interdialytic weight gain (IDWG) and intradialytic hypertension. Age, gender, and duration of hemodialysis did not contribute to intradialytic hypertension.

ABSTRAK

Latar belakang: Hipertensi intradialisis merupakan salah satu permasalahan yang dialami pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, dengan prevalensi sekitar 13,2% sampai 33,9%. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada pasien yang menjalani dialisis, yaitu sebesar 59%. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi hipertensi intradialisis, seperti Interdialytic Weight Gain, usia, jenis kelamin, dan lama hemodialisis.
Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien yang menjalani hemodialisis serta mengetahui hubungan antara Interdialytic Weight Gain (IDWG) dan faktor confounding (usia, jenis kelamin, dan lama hemodialisis) dengan hipertensi intradialisis.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 126 pasien, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan lembar dokumentasi subjek penelitian dan analisis data menggunakan Fischer test.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan hipertensi intradialisis (p-value = 0,484). Pada faktor confounding juga tidak ada hubungan antara hipertensi intradialisis dengan usia (p-value= 0,584), dengan jenis kelamin  (p-value = 1,000), dan dengan lama hemodialisis (p-value= 0,333).
Simpulan: Tidak ada hubungan antara Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan hipertensi intradialisis. Usia, jenis kelamin, dan lama hemodialisis, juga tidak berhubungan dengan hipertensi intradialisis.


Keywords


hemodialisis; hipertensi intradialisis; Interdialytic Weight Gain (IDWG)

Full Text:

PDF


References

  1. Nurchayati S. Hubungan Kecemasan dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia. 2016;4(1):1-6.
  2. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. 2018. Available from https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/
    Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
    .
  3. Smeltzer SC, Bare BG. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddart. Jakarta: EGC; 2015.
  4. Indonesia Renal Registry (IRR). Report of Indonesian Renal Registry, 11th edition. 2018. Available from https://www.indonesianrenalregistry.org/data/IRR%202018.pdf.
  5. Diakité F, Baldé MS, Traoré M, Chérif I, Diaby MT, Kaba ML. Intradialytic Hypertension and Associated Factors in Chronic Hemodialysis at The National Hemodidiadiasis Center in Donka, Guinea. Open Journal of Nephrology. 2020;10(01):34-42.
  6. Loutradis C, Bikos A, Raptis V, Afkou Z, Tzanis G, Pyrgidis N, Panagoutsos S, Pasadakis P, Balaskas E, Zebekakis P, Liakopoulos V. Nebivolol Reduces Short-Term Blood Pressure Variability More Potently than Irbesartan in Patients with Intradialytic Hypertension. Hypertension Research. 2019;42(7):1001-10.
  7. Fuatmi A, Ummah HMBA, Agina P. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Hipertensi Intradialitik pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Instalasi Hemodialisis Rumah Sakit Dr. Soedirman Kebumen [Thesis]. Kebumen: Universitas Muhammadiyah Gombong; 2017.
  8. Suparti S, Febrianti H. Is There Any Correlation between Intradialytic Complications and Interdialytic Weight Gain (IDWG)?. Annals of Tropical Medicine and Public Health. 2019;22:145-9.
  9. Pranandari R, Supadmi W. Faktor Risiko Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisis RSUD Wates Kulon Progo. Majalah Farmaseutik. 2015;11(2):316-20.
  10. Karundeng Y. Hubungan Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Keteraturan Tindakan Haemodialisis di Blu RSUP Prof. Dr. Rd Kandou Manado. Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo). 2015;4(1).
  11. Pratiwi SN, Suryaningsih R. Gambaran Klinis Penderita Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Surakarta [Thesis]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2020.
  12. Hartini S. Gambaran Karakteristik Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi [Thesis]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2016.
  13. Noorkhayati T, Daryani. Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kejadian Hipotensi Intra-Hemodialisis pada Pasien GGK di RS Islam Klaten. MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan. 2016 Nov 30;11(22).
  14. Riyanto W. Hubungan antara Penambahan Berat Badan di Antara Dua Waktu Hemodialisis Interdialysis Weight Gain terhadap Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisis di Unit Hemodialisis IP2K RSUD Fatmawati Jakarta [Thesis]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2011.
  15. Bayhakki B. Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Inter-Dialytic Weight Gain (IDWG) pada Pasien Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Padjadjaran. 2018;5(3).
  16. Hadi S. Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RS PKU Muhammadiyah Unit II Yogyakarta [Thesis]. Yogyakarta: Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta; 2015.
  17. Inrig JK. Intradialytic Hypertension: A Less-Recognized Cardiovascular Complication of Hemodialysis. American Journal of Kidney Diseases. 2010;55(3):580-9.
  18. Naysilla AM. Faktor Risiko Hipertensi Intradialitik Pasien Penyakit Ginjal Kronik. Jurnal Kedokteran Diponegoro. 2012; 1(1).
  19. Lestari NK, Saraswati, NLGIS. Hubungan antara Interdialytic Weight Gain dengan Perubahan Tekanan Darah Intradialisis pada Pasien Chronic Kidney Diseases. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah. 2020;3(1):32-45.
  20. Sijabat AR, Yenny Y. Gambaran Kejadian Hipotensi Intradialisis pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RS PGI Cikini. Jurnal Keperawatan Cikini. 2020;1(1):11-5.
  21. Indonesia Renal Registry (IRR). Report of Indonesian Renal Registry, 9th edition. 2016. Available from https://www.indonesianrenalregistry.org/data/IRR%202016.pdf.
  22. Widyaswari MS, Rahmawati I, Ekacahyaningtyas M. Hubungan antara Quick Blood dengan Tekanan Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Setelah Menjalani Terapi Hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Surakarta [Thesis]. Surakarta: Universitas Kusuma Husada Surakarta; 2017.
  23. Sebastian S, Filmalter C, Harvey J, Chothia MY. Intradialytic Hypertension during Chronic Haemodialysis and Subclinical Fluid Overload Assessed by Bioimpedance Spectroscopy. Clinical Kidney Journal. 2016;9(4):636-43.
  24. Husna N, Larasati, N. Evaluasi Penggunaan Terapi Antihipertensi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis. Media Ilmu Kesehatan. 2019;8(1):1-8.
  25. Padoli, Ferdianan D, Suwito J. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Hipertensi Intradialitik pada Klien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Terapi Hemodialisis di RSI Jemursari Surabaya. Jurnal keperawatan. 2019;12(1):30-39.
  26. Sahran. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Terjadinya Hipotensi Intradialisis pada Pasien Gagal Ginjal Terminal yang Menjalani Hemodialisis. Jurnal Media Kesehatan. 2018;11(1):062-070.
  27. Putra IAON. Hubungan Laju Ultrafiltrasi dengan Kejadian Hipertensi Intradialisis pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Stadium V di RSD Dr. Soebandi Jember [Thesis]. Jember: Universitas Jember; 2017.
  28. Hadi S. Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RS PKU Muhammadiyah Unit II Yogyakarta [Thesis]. Yogyakarta: Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta; 2015.
  29. Aji RB. Hubungan antara Interdialytic Weight Gain dan Lamanya Menjalani Terapi Hemodialisis dengan Kejadian Hipertensi Intradialitik pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RSUD Banyumas [Thesis]. Banyumas: Universitas Muhammadiyah Purwokerto; 2019.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkkk.75309

Article Metrics

Abstract views : 1007 | views : 910

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Yashinta Dewi, Theresia Tatik Pujiastuti, Avin Maria



Lisensi Creative Commons  

Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) (p-ISSN: 2614-445, e-ISSN: 2614-498) indexed by: