Multikulturalisme dan Ketahanan Sosial: Strategi Integrasi Nasional dalam Konteks Perubahan Sosial di Ambon dan Sanggau

https://doi.org/10.22146/jkn.110088

Musdalipa Mudalipa(1), Eliza Meiyani(2*), Munirah Munirah(3), Fadhil Hayan Mochammad(4)

(1) Universitas Islam Makassar
(2) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
(3) Universitas Muhammadiyah Makassar
(4) Universitas Muhammadiyah Palu
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi nasional dalam memperkuat ketahanan sosial di wilayah multikultural pascakonflik, dengan studi kasus di Kota Ambon (Maluku) dan Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat). Kedua wilayah ini dipilih karena memiliki latar belakang konflik sosial yang berbeda namun sama-sama merepresentasikan tantangan integrasi dalam konteks keberagaman etnis, agama, dan nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan data sekunder yang dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus melalui teknik analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nasional di Ambon berhasil didorong oleh sinergi antara intervensi negara, seperti pendidikan damai dan forum kerukunan umat, dan revitalisasi nilai lokal Pela Gandong sebagai instrumen sosial rekonsiliasi. Sebaliknya, di Sanggau, strategi integrasi cenderung bersifat top-down dan belum mengakomodasi secara penuh nilai-nilai hukum adat Dayak, sehingga ketahanan sosial rentan terganggu oleh konflik agraria dan eksklusi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi nasional sangat bergantung pada pengakuan substantif terhadap nilai lokal serta kolaborasi antara negara dan masyarakat. Rekomendasi mencakup penguatan kebijakan berbasis budaya, desain pendidikan multikultural kontekstual, dan pelibatan aktif lembaga adat dalam proses pembangunan sosial.


Keywords


Multikulturalisme; Integrasi Nasional; Ketahanan Sosial; Nilai Lokal; Pascakonflik,

Full Text:

PDF


References

Agustianti, R., L. Nussifera, L. Angelianawati, I. Meliana, and ... 2022. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. books.google.com.

Anggito, A., and J. Setiawan. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. books.google.com.

Ansori, M., and Rostineu. 2018. “Examining the Potential of Local Interfaith Institution in Conflict Prevention and Resolution in Indonesia: The Case of Forum for Religious Harmony (Forum Kerukunan Umat Beragama) of Ambon.”

ASRIN, Hadji Effendi. 2024. “Integrasi Sosial pada Masyarakat Plural di Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan.”

Buzan, Barry. 1991. People, States and Fear: An Agenda for International Security Studies in the Post-Cold War Era. edited by 2nd. Lynne Rienner Publishers.

Edwards-Jones, Andrew. 2014. “Qualitative Data Analysis with NVIVO.”

Ernas, S. 2018. “From Conflict to Social Integration: A Lesson from Ambon-Maluku.”

Fauzi, Muhammad, Nunung Dwi Setiyorini, Hery Setyowati, Andry Irdyansah, and Ahmad Shofi Mubarok. 2025. Pendidikan Multikultural: Teori, Praktik, Dan Transformasi Sosial. Penerbit NEM.

Gianyar, I. Made, and I. Wayan Gede Suacana. 2024. “Etno-Nasionalisme Dan Demokrasi Dalam Masyarakat Multikultural Di Indonesia.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 13(2):463–72.

Giddens, Anthony. 1990. The Consequences of Modernity. Stanford University Press.

Girsang, Wardis, Masahiko Matsuda, and Sota Yamamoto. 2023. “Dusung Agroforestry Systems on Ambon Island, Central Maluku, Indonesia: Sustainable Livelihoods, Land Property Rights, and Poverty Reduction.” Journal of Marine and Island Cultures. doi: 10.21463/jmic.2023.12.3.12.

Hasudungan, Anju Nofarof. 2022. “Pela Gandong Local Wisdom as Multicultural Education Model after the Ambon Conflict.” Journal of Social Sciences and Management Studies. doi: 10.56556/jssms.v1i3.87.

Hasudungan, M. 2022. “Pela Gandong Sebagai Instrumen Pendidikan Multikultural Pasca Konflik Ambon.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 11(2):144–60.

Kymlicka, Will. 1995. Multicultural Citizenship: A Liberal Theory of Minority Rights. Oxford University Press.

Muslem, Muslem. 2024. “Strategi Kebijakan Pemerintah Dalam Menanggulangi Trauma Sosial Pasca-Konflik Di Ambon.” Kajian Administrasi Publik Dan Ilmu Komunikasi 1(4):184–95.

Pan, Hong, and Li Tang. 2020. “Qualitative Data Analysis in Chinese Social Science Studies——the Case of NVivo.” Data Analysis and Knowledge Discovery 4(1):51–62.

Parekh, Bhikhu. 2000. Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory. Harvard University Press.

Penot, E., C. Geissler, and D. Babin. 2004. “Deforestation, Agricultural Concession Policies and Potential Conflicts in Sanggau District, West Kalimantan Province, Indonesia.”

Ruslan, Ismail. 2022. “Kearifan Lokal Dan Moderasi Beragama Di Sanggau.”

RUSLAN, ISMAIL. 2022. “Kearifan Lokal dan Moderasi Beragama di Desa Sadar Kerukunan Ilir Kota, Kecamatam Kapuas, Kabupaten Sanggau.”

Sudjatmiko. 2008. “Dinamika Sosial Pasca Konflik Ambon: Integrasi Semu Dan Disintegrasi Struktural.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik 11(3):205–22.

Sudjatmiko, I. G. 2008. “Communal Conflict, State Failure, and Peacebuilding: The Case of Ambon, Indonesia BT - Handbook of Security and Intelligence Studies.” Pp. 349–63 in.

Suharno, and M. Milwan. 2020. “Revitalisasi Saniri Negeri Sebagai Strategi Ketahanan Sosial Budaya Di Maluku.” Jurnal Pertahanan Dan Bela Negara 10(1):119–34.

Turner, Kathleen. 2009. “Competing Myths of Nationalist Identity: Ideological Perceptions of Conflict in Ambon, Indonesia.”

UNDP. 2009. Strengthening Social Cohesion in Post-Conflict Areas: Lessons from Ambon. United Nations Development Programme.

Zaini, Muhammad. 2013. “The Importance of Multikulturalism in Millenium Development Goals: A study of Resource Management and Poverty in Post-Suharto Ambon.”



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.110088

Article Metrics

Abstract views : 703 | views : 201

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2026 Riant Nugroho

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats