Peran Strategis Kegiatan Ekstrakurikuler Pemuda untuk Ketahanan Identitas Lokal (Studi Tentang Resolusi Konflik Nilai Budaya dan Modernitas di SMA Informatika Ciamis, Jawa Barat)

https://doi.org/10.22146/jkn.112355

Egi Nurholis(1*), Aan Anwar Sihabudin(2), Agus Budiman(3), Yat Rospia Brata(4), Soni Ramdani(5), Dede Ahmad Suryana(6)

(1) Universitas Galuh
(2) Universitas Galuh
(3) Universitas Galuh
(4) Universitas Galuh
(5) Universitas Galuh
(6) Universitas Galuh
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini mengkaji peran strategis pemuda dalam Paguyuban Puseur Galuh Pancaniti di Kabupaten Ciamis dalam meresolusi ketegangan antara nilai-nilai budaya lokal dan arus modernitas melalui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme internal paguyuban serta dampak kegiatan tersebut terhadap penguatan ketahanan identitas dan keberlanjutan budaya lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, sementara pengolahan dan analisis data dilakukan melalui analisis tematik interaktif guna mengidentifikasi pola, makna, dan dinamika peran pemuda dalam pelestarian budaya komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang difokuskan pada pelestarian seni, budaya, bahasa, dan tradisi lokal mampu memperkuat kesadaran budaya sekaligus mengakomodasi dinamika modernitas. Pemuda di paguyuban ini menjadi agen perubahan yang adaptif sekaligus penjaga nilai budaya yang relevan dalam konteks sosial kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis pemuda melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya merupakan elemen kunci dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas di masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan organisasi kepemudaan untuk merancang program pemberdayaan budaya yang berkelanjutan, memperkuat integrasi sosial, serta membangun ketahanan nasional berbasis nilai-nilai budaya.


Keywords


Resolusi Nilai Budaya; Modernitas; Peran Pemuda; Ketahanan Identitas; Budaya Lokal.

Full Text:

PDF


References

Abdillah, F., Manurung, F., Natzmi, A., Harahap, N. H., & Muary, R. (2023). Pengembangan Potensi Generasi Muda Terkait Tradisi Budaya Lokal Sebagai Sarana Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kkn Di Nagori Dolok Mainu. Journal of Human And Education, 3(2), 470–476. https://doi.org/10.31004/jh.v3i2.246

Adiputra, D. K., Assayid, W. S., Arini, I., & Nugroho, N. (2025). Generasi Muda Pelestari Kearifan Lokal Untuk Inklusi Adat Di Era Modern. PROFICIO, 6(2), 333-339. https://doi.org/10.36728/jpf.v6i2.4760

Anderson, B. (1991). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. Verso. Anthias, F. (2013). Intersectional What? Social Divisions, Intersectionality and Levels of Analysis. Ethnicities, 13(1), 3-19.

Appadurai, A. (1996). Modernity at Large: Cultural Dimensions of Globalization. University of Minnesota Press.

Arifin, A. L., Deastri, L. H., Nugroho, J., & Adi, I. N. (2024). Menggagas Kebhinekaan: Pemuda sebagai Pilar Toleransi Agar Berdaya Saing. Ranah Research: Journal Of Multidisciplinary Research And Development, 7(1), 355-369. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i1.1197

Astuti, H. R. R., & Qurniati, A. (2025). Pembentukan Identitas Nasional Generasi Muda Melalui Kegiatan Karang Taruna Di Desa Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 4(4), 895-900. https://doi.org/10.37676/mude.v4i4.9189

Azzahra, P. A. D., Putri, R. A., Zaynab, Z., Hikmah, N. A., & Kusuma, A. (2024). Peran Penting Generasi Muda dalam Menjaga Identitas Bangsa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 25982–25991. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/16334

Banks, J. A. (2009). Multicultural Education: Issues and Perspectives. Wiley. Banks, J. A. (2008). An Introduction to Multicultural Education. Pearson.

Bennett, A., & Elman, C. (2006). Qualitative research: Recent developments in case study methods. Annu. Rev. Polit. Sci., 9(1), 455-476. https://doi.org/10.1146/annurev.polisci.8.082103.104918

Bennett, J. M. (Ed.). (2015). The SAGE encyclopedia of intercultural competence. Sage Publications.

Bessière, J. (1998). Local Development and Heritage: Traditional Food and Cuisine as Tourist Attractions in Rural Areas. Sociologia Ruralis, 38(1), 21-34.

Baxter, P., & Jack, S. (2008). Qualitative case study methodology: Study design and implementation for novice researchers. The qualitative report, 13(4), 544-559. https://eric.ed.gov/?id=EJ824836

Bintari, P. N., & Darmawan, C. (2016). Peran pemuda sebagai penerus tradisi sambatan dalam rangka pembentukan karakter gotong royong. Jurnal pendidikan ilmu sosial, 25(1), 57-76. https://doi.org/10.17509/jpis.v25i1.3670

Cohen, A. P. (2014). Symbolising Boundaries: Identity and Diversity in British Cultures. Oxford University Press.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches. Sage Publications.

Ebi Fernandes, E. B. I., & Amrullah, A. (2024). Penguatan Moderasi Beragama dalam Proses Kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Pmii) Pengurus Cabang (Pc) Rejang Lebong (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Negeri Curup).

Fitriani. (2020). Kontribusi Seni Tari dalam Membangun Pendidikan Multikultural. Jurnal Imajinasi, 14(1), 63–70.

Geertz, C. (1963). The Interpretation of Cultures: Selected Essays. Basic Books.
Hall, S., Evans, J., & Nixon, S. (2024). Representation: Cultural representations and signifying practices. London : SAGE Publications Ltd, http://digital.casalini.it/9781529676525

Harris, A., & Johns, A. (2021). Youth, social cohesion and digital life: From risk and resilience to a global digital citizenship approach. Journal of Sociology, 57(2), 394-411. https://doi.org/10.1177/1440783320919173

Hasnadi, H. (2019). Penerapan Nilai-Nilai Karakter Melalui Budaya Sekolah. IDARAH: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan, 3(2), 158-172. https://doi.org/10.47766/idarah.v3i2.174

He, J. (2023). Group belongingness: Investigating the formation, maintenance, and influencing factors of social identity and group membership. Studies in Psychological Science, 1(2), 32-40. https://doi.org/10.56397/SPS.2023.09.03

Heckie, D., Jati, P., Listiarum, F., & Aprilia, H. (2025). Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter Nasionalisme Dengan Mempertahankan Kearifan Lokal. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(2), 14–25. https://doi.org/10.37329/cetta.v8i2.4043

Huang, J. (2024). Youth Volunteer Services for Red Culture: Mechanisms and Pathways to Strengthen the Sense of Community for the Chinese Nation. Academic Journal of Business & Management, 6(12), 164-171. https://doi.org/10.25236/AJBM.2024.061223

Ismail, A. S. (2025). Youth Spaces and Places Design for the Development of Socio-spatial Communal Values. International Journal of Art and Design, 9(1), 1-14. https://doi.org/10.24191/ijad.v9i1.2318

Iwasaki, Y. (2016). The role of youth engagement in positive youth development and social justice youth development for high-risk, marginalised youth. International Journal of Adolescence and Youth, 21(3), 267–278. https://doi.org/10.1080/02673843.2015.1067893

Jati, D. H. P., Listiarum, F., Aprilia, H., & Oktovian, A. U. T. (2025). Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter Nasionalisme Dengan Mempertahankan Kearifan Lokal. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(2), 14-25. https://doi.org/10.37329/cetta.v8i2.4043

Juniar, C. M., & Shaliha, A. (2025). Penguatan Karakter Islami Siswa melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di MIN 1 Lhokseumawe. Pase: Journal of Contemporary Islamic Education, 4(1), 39-57. https://doi.org/10.47766/pase.v4i1.5214

Kasemsarn, K., & Nickpour, F. (2025). Digital Storytelling in Cultural and Heritage Tourism: A Review of Social Media Integration and Youth Engagement Frameworks. Heritage, 8(6), 200. https://doi.org/10.3390/heritage8060200

Kholili, A. (2025). Kultur Digital: Tantangan Dan Peluang Moderasi. Kultur Budaya Dan Digital, 35. Malang: Madza Media.

Kusnawan, A., & Rustandi, R. (2021). Menemukan Moderasi Beragama dalam Kaderisasi Dakwah: Kajian pada Pemuda Persatuan Islam Jawa Barat. NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam, 5(1), 41-61. https://doi.org/10.23971/njppi.v5i1.2900

Liang, X., Lu, Y., & Martin, J. (2021). A review of the role of social media for the cultural heritage sustainability. Sustainability, 13(3), 1055. https://doi.org/10.3390/su13031055

Lickona, T. (2009). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam.

Manara, R., & Weber, M. (2023). Cultural Identity in the Digital Age: Navigating Globalization in Local Communities. Journal of Humanities and Social Sciences (JHASS), 5(3), 114-120. https://doi.org/10.36079/lamintang.jhass-0503.451

Mantri, Y. M. (2014). Peran Pemuda Dalam Pelestarian Seni Tradisional Benjang Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya Daerah. Ketahanan Nasional, 20(3), 135–140. https://doi.org/10.22146/jkn.6792

Mawarni, I. S., Kamaruddin, S., & Awaru, A. O. T. (2024). Peran Pemuda Dalam Melestarikan Kearifan Lokal Dan Budaya Rambu Solo’ Di Toraja Utara. Edu Sociata (Jurnal Pendidikan Sosiologi), 7(1), 560–565. https://doi.org/10.33627/es.v7i1.2042

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.

Pieterse, J. N. (2015). Globalization and Culture: Global Mélange. Bloomsbury Publishing PLC.

Norris, P., & Inglehart, R. (2009). Cosmopolitan Communications: Cultural Diversity in a Globalized World. Cambridge University Press.

Pasaribu, M., Khairifa, F., Ali, R., Muis, A. A., & Ritonga, M. (2024). Youth character building through quality education in realizing golden Indonesia 2045. Journal of Ecohumanism, 3(4), 180-192. https://www.ceeol.com/search/article-detail?id=1271896

Pretty, J. (2003). Social Capital and the Collective Management of Resources. Science, 302(5652), 1912-1914. https://doi.org/10.1126/science.1090847

Purmintasari, Y. D. (2025). Revitalisasi nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme pada generasi muda untuk menyongsong generasi emas 2045 (Studi kasus mahasiswa pendidikan sejarah Universitas PGRI Pontianak). Jurnal Sangkala, 4(1), 21-30. https://doi.org/10.62734/js.v4i1.582

Sanjaya, P. (2022). Peran Generasi Muda Sebagai Agent Of Change Guna Membangun Kearifan Budaya Lokal Dalam Ajaran Tri Hita Karana. Jurnal Penelitian Agama Hindu, Special Is, 186–196. https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/JPAH/article/view/2170

Sampurna, A., & Sapriya, S. (2018). Peranan Organisasi Kepemudaan Sebagai Sarana Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membentuk Nation Character Warga Negara Indonesia. Untirta Civic Education Journal, 3(2). 116-127. http://dx.doi.org/10.30870/ucej.v3i2.4520

Saputra, I. (2017). Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Meningkatkan Pemahaman Wawasan Nusantara Di Kalangan Pemuda Indonesia. Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya, 1(1). https://publikasi.stkippgri-bkl.ac.id/index.php/CC/article/view/63

Saryono, S., Hardiyanto, L., & Romdanih, R. (2025). Strategi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler. Jurnal PAKAR" Pancasila dan Kewarganegaraan", 1(1), 58-69.

Saud, M., Ibrahim, A., & Ashfaq, A. (2025). Youth revelation of social media on multiculturalism and cultural integration in Indonesia. Social Sciences & Humanities Open, 11, 101626. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2025.101626

Smith, L. (2006). Uses of Heritage. Routledge.

Smith, A. (2013). Nations and nationalism in a global era. John Wiley & Sons.

Soraya, D., Astuti, M. P., Lorensa, L., Mentari, A., & Saputri, R. Y. (2025). Peran Organisasi Kepemudaan Sebagai Wadah Generasi Muda: Studi Kasus Garuda Keadilan Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(2), 184-191. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i2.822.

Sulaksono, T. P. (2016). Pembinaan Karakter Kepemimpinan Generasi Muda Melalui Organisasi Karang Taruna (Studi Kasus Di Desa Kedaton Ii Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur): karakter, pembinaan, generasi muda. Civic Edu: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 1(1), 9-17. https://doi.org/10.23969/civicedu.v1i1.1191

Tomlinson, J. (1999). Globalization and Culture. University of Chicago Press.

Tonnies, F., & Loomis, C. P. (2017). Community and society. Routledge.

UNESCO. (2013). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO.

Vitry, H. S., & Syamsir. (2024). Analisis Peranan Pemuda Dalam Melestarikan Budaya Lokal Di Era Globalisasi. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 3(88), 1–12.

Ward, C., Liu, J., Fairbairn-Dunlop, P., & Henderson, A. (2010). Youth voices, youth choices: Identity, integration and social cohesion in culturally diverse Aotearoa/New Zealand. Science And Technology.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods. Sage Publications.

Youniss, J., Bales, S., Christmas‐Best, V., Diversi, M., McLaughlin, M., & Silbereisen, R. (2002). Youth civic engagement in the twenty‐first century. Journal of research on adolescence, 12(1), 121-148. https://doi.org/10.1111/1532-7795.00027



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.112355

Article Metrics

Abstract views : 132 | views : 41

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2026 Aan Anwar Sihabudin, Agus Budiman, Soni Ramdani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats