Kearifan Lokal sebagai Fondasi Ketahanan Masyarakat Pesisir Menghadapi Ancaman Tsunami di Pesisir Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Fathin Aulia Rahman(1*), Arief Wibowo(2), Abdul Haris Achadi(3)
(1) Universitas Budi Luhur
(2) Universitas Budi Luhur
(3) Universitas Budi Luhur
(*) Corresponding Author
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal sebagai fondasi ketahanan masyarakat pesisir Kabupaten Bantul dalam menghadapi ancaman tsunami. Latar belakang penelitian ini berasal dari tingginya ancaman bencana Tsunami di wilayah pesisir selatan Yogyakarta yang menuntut strategi mitigasi berbasis nilai lokal dan sosial budaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada 179 responden masyarakat pesisir serta didukung oleh analisis deskriptif dan interpretatif terhadap variabel pengetahuan lokal, keyakinan masyarakat, praktik adat, pola komunikasi, dan kepekaan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Keyakinan Masyarakat menjadi aspek paling dominan dengan nilai rerata indeks 4,13, khususnya indikator dorongan budaya/agama untuk gotong royong saat bencana (4,31) yang memperlihatkan kekuatan solidaritas sosial. Sementara itu, indikator kemampuan mengamati tanda-tanda alam (2,61) merupakan aspek terendah yang menandakan menurunnya pengetahuan ekologis tradisional. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai budaya dan spiritualitas masih menjadi kekuatan utama dalam membangun ketahanan sosial, namun perlu diimbangi dengan revitalisasi pengetahuan lokal dan penguatan sistem peringatan dini. Kesimpulannya, sinergi antara kearifan lokal dan teknologi modern menjadi kunci penting dalam membangun resiliensi masyarakat pesisir terhadap ancaman tsunami.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adiyoso, W. and Kanegae, H., 2017. Tsunami resilient preparedness indicators: The effects of integrating religious teaching and roles of religious leaders. In Disaster Risk Reduction in Indonesia: Progress, Challenges, and Issues (pp. 561-587). Cham: Springer International Publishing.
Aksa, F.I., 2020. Wisdom of indigenous and tacit knowledge for disaster risk reduction. The Indonesian Journal of Geography, 52(3), pp.418-426.
Aksa, F.I., Ashar, M. and Siswanto, H.W., 2024. Knowledge, attitude, and practices of tsunami-prone communities, Nias, Indonesia. Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, 16(1), pp.1-8.
Amri I, Giyarsih SR, Ruslanjari D. Tsunami risk awareness, hazard warning knowledge, and intended evacuation behavior among beach users in Bantul, Indonesia. International Journal of Disaster Risk Reduction. 2024 Jul 1;109.
Bupati Bantul. (2025). Peraturan Bupati Bantul Nomor 7 Tahun 2025 tentang Kajian Risiko Bencana Daerah Tahun 2025–2029. Bantul: Pemerintah Kabupaten Bantul
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Cochran WG. Sampling techniques. john wiley & sons; 1977.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Denzin, N. K. (2012). Triangulation 2.0. Journal of Mixed Methods Research, 6(2), 80–88. https://doi.org/10.1177/1558689812437186
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. https://bantulkab.bps.go.id/id/statistics-table/1/NzkwIzE=/jumlah-penduduk--distribusi-persentase-penduduk--kepadatan-penduduk--rasio-jenis-kelamin-penduduk--menurut-kecamatan-di-kabupaten-bantul--2024---.html. 2025. Jumlah Penduduk, Distribusi Persentase Penduduk, Kepadatan Penduduk, Rasio Jenis Kelamin Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Bantul, 2024.
Fakhruddin, I. and Elmada, M.A.G., 2022. Local wisdom as a part of disaster communication: a study on the local storytelling in disaster mitigation. ETNOSIA: Jurnal Etnografi Indonesia, 7(2), pp.154-166.
Firdaus, A., Lestari, F., Afiff, S.A. and Herdiansyah, H., 2023. Integration of knowledge and local wisdom for disaster resilience in Anak Krakatau volcano. Jàmbá-Journal of Disaster Risk Studies, 15(1), p.1457.
Goodchild, M. F. (2007). Citizens as sensors: The world of volunteered geography. GeoJournal, 69(4), 211–221. https://doi.org/10.1007/s10708-007-9111-y
Iqbal, M., Wahyuni, H. And Ruslanjari, D., 2025. Improving Community Resilience On The Lembang Fault: Local Wisdom As The Basis For Innovative Volunteer Communication Strategies For Disaster Mitigation. Journal Of The Community Development In Asia: AIBPM Publisher, 8(1), pp.146-161.
Lavigne F, De Coster B, Juvin N, Flohic F, Gaillard JC, Texier P, et al. People’s behaviour in the face of volcanic hazards: Perspectives from Javanese communities, Indonesia. Journal of Volcanology and Geothermal Research. 2008 May 20;172(3–4):273–87.
Marfai A, Hizbaron D. Community’s Adaptive Capacity Due To Coastal Flooding In Semarang Coastal City, Indonesia [Internet]. 2011. Available from: http://istgeorelint.uoradea.ro/Reviste/Anale/anale.htm.
Nucifera F, Riasasi W, Putro ST, Marfai MA. Penilaian Kerentanan dan Kesiapsiagaan Bencana Tsunami di Pesisir Sadeng, Gunungkidul. JURNAL GEOGRAFI. 2019 Aug 3;11(2):182–92.
Oktari, R.S., Shiwaku, K., Munadi, K. and Shaw, R., 2015. A conceptual model of a school–community collaborative network in enhancing coastal community resilience in Banda Aceh, Indonesia. International journal of disaster risk reduction, 12, pp.300-310.
Permatasari, T.O. and Sinduwiatmo, K., 2024. Improving Disaster Response in Indonesia Through Culturally Integrated Communication Strategy. Journal of Geosciences and Environmental Studies, 1(2).
Rafii, A.I., Sarmini, S., Prasetya, S.P. and Chanthoeurn, D., 2023. Local Cultural Wisdom of Natural Disaster-Prone Communities in Probolinggo, Indonesia (Socio-Religious Perspective). International Journal Ihya’’Ulum al-Din, 25, pp.49-60.
Respati Wikantiyoso. Mitigasi Bencana Di Perkotaan; Adaptasi Atau Antisipasi Perencanaan Dan Perancangan Kota . Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal. 2010 Jan;2(1):18–29.
Rizal, E., Winoto, Y., Sugito, T., Nugroho, C. and Septian, F.I., 2025. Disaster Communication in the Digital Age: A Community-Based Case Study of Media, Education, and Local Knowledge in Pangandaran, Indonesia. Frontiers in Communication, 10, p.1632436.
Rozi, S., Ritonga, A.R. and Januar, J., 2021. 'Local community-based disaster management'The transformation of religious and local wisdom values in preparation to deal with natural hazards in West Sumatra, Indonesia. Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, 13(1), pp.1-7.
Ruslanjari D, Permana RS, Wardhana F. Kondisi Kerentanan dan Ketahanan Masyarakat Terhadap Bencana Tanah Longsor di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Jurnal Ketahanan Nasional. 2020 May 15;26(1):23.
Sasongko, I., Gai, A.M., Wijayaningtyas, M., Susanti, D., Sukowiyono, G. and Putra, D., 2025. Sasak Cultural Resilience: A Case for Lombok (Indonesia) Earthquake in 2018. Heritage, 8(5), p.155.
Sieh, K., 2007. The Sunda megathrust-past, present and future. Journal of Earthquake and Tsunami, 1(01), pp.1-19.
Suparmini, S., Setyawati, S. and Sumunar, D.R.S., 2014. Mitigasi bencana berbasis kearifan lokal masyarakat Baduy. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(1).
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wicaksono, W., Desportes, I. and Sopaheluwakan, J., 2024. Disaster cultures and the Indonesia Tsunami Early Warning System:(mis) alignments revealed by the 2018 non-tectonic tsunami in Labuan. The Australian Journal of Emergency Management, 39(1), pp.34-40.
Article Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Fathin Aulia Rahman, Arief Wibowo, Abdul Haris Achadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








