Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi Di Desa Wisata Penglipuran Bali)

https://doi.org/10.22146/jkn.18006

Anak Agung Istri Andayani(1*), Edhi Martono(2), Muhamad Muhamad(3)

(1) Akademi Militer Magelang
(2) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRACT

The objective of this research was to understood the process of community empowerment through the development of tourism village in Penglipuran’s Tourism Village and its implications related to the village’s socio-cultural resilience. The research had led to the finding that the process of community empowerment consisted of three stages.The stages were public awareness, giving capacity and empowerment. The form of community empowerment involving public participation starting from planning, implementation and evaluation. Problems of community empowerment relating to maintained culture and customs from modernitation influence,the attitude of society, human resources, accomodation tourist availability and promotion activities.In result, empowerment of communities through the development of tourism village in Penglipuran’s village was giving implemented in socio-cultural resilience such as strengthening and some changes in the social and cultural values and environment

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk memahami berlangsungnya proses pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata di Desa Wisata Penglipuran dan implikasinya terhadap ketahanan sosial budaya wilayah. Hasil penelitian diketahui bahwa proses pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Penglipuran berlangsung dalam tiga tahap yaitu tahap penyadaran, pengkapasitasan dan pemberian daya. Bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat melibatkan partisipasi masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapun kendala-kendala dalam pemberdayaan masyarakat berkaitan dengan usaha mempertahankan budaya dan adat istiadat dari arus modernisasi, sikap masyarakat, terbatasnya sumber daya manusia dan ketersediaan akomodasi wisata serta kurangnya kegiatan promosi.Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata memberikan implikasi terhadap ketahanan sosial budaya wilayah berupa penguatan dan beberapa perubahan pada tata nilai sosial, budaya dan lingkungan


Keywords


Community Empowerment; Development of Tourism Village; Socio-Cultural Resilience

Full Text:

PDF


References

Damanik, J., 2013, Pariwisata Indonesia Antara Peluang dan Tantangan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Hadiwijoyo, S.S., 2012, Perencanaan Par iwisata Perdesaan Berbas is Masyarakat, Yogyakarta : Graha Ilmu.

Kartasasmita, G., 1997, Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan yang Berakar pada Masyarakat, Jakarta : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Lemhannas, 1993, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional, Pendukung GBHN 1993, Jakarta.

Lestari, G., 2016, Partisipasi Pemuda Dalam Mengembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat Untuk Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta),

Jurnal Ketahanan Nasional, Volume 22, No. 2, Hal. 137-157.

Nursaid, A., 2016, Peran Kelompok Batik Tulis Giriloyo Dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi

Keluarga (Studi Di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta), Jurnal Ketahanan Nasional, Volume 22, No. 2, Hal. 217-236.

Pitana, I G., 1999, Pelangi Pariwisata Bali,Denpasar, Bali Post.

Saryani, 2013, Pariwisata Dan Ketahanan Sosial Budaya, Jurnal Ketahanan Nasional, Volume 19, No. 1, Hal.47-55.

Sukaya, E.Z, Kaelan (M.S.), Zubaidi, Ahmad, Kaelan, 2002, Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi, Yogyakarta: Paradigma.

Sulistiyani, A.T., 2004, Kemitraan dan Model- Model Pemberdayaan, Yogyakarta: Gava Media.

Dokumen

Disbudpar, 2007-2014, Pemasukan per Tahun dari Retribusi Pengunjung Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli.

Disbudpar, 2011-2015, Program Kegiatan Bidang Bina Obyek, Kabupaten Bangli.

Disbudpar, 2014-2015, Penerima Bantuan PNPM Mandiri Pariwisata, Kabupaten Bangli.

Disbudpar, 2012-2015, Daftar Kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli

Wawancara

  1. I Wayan Supat
  2. I Nengah Moneng

 



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.18006

Article Metrics

Abstract views : 12019 | views : 113881

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Ketahanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats