Model Traffic Separation Scheme (TSS) Di Alur Laut Kepulauan Indonesia (AlKI) I Di Selat Sunda Dalam Mewujudkan Ketahanan Wilayah

https://doi.org/10.22146/jkn.22070

Dyan Primana Sobaruddin(1*), Armaidy Armawi(2), Edhi Martono(3)

(1) Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal)
(2) Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRACT

 Maritime traffic increase consequently would make the intensity of the ASL surveillance respectively. Indonesia owned several vital and important straits for maritime traffics, and one of them wass Sunda Straits, which was part of the ASL I connecting Indian Ocean and South China Sea and vice versa. The objectives of the research were (1) to created system model of Traffic Separation Scheme (TSS) in the ASL I Sunda Straits, (2) to studied the impact of TSS model to the territorial resilience of Sunda Straits. This research showed that the best TSS model in Sunda Straits was the solution-2 where TSS laided on western side of Sangiang Island, which was maritime channel in between Panjurit Island and Sangiang Island with still regard the ASL I, and also considered the existing danger of navigation of Koliot Reef by installing an aids to the navigation. The Eigen Value Matrix generated from the TSS Solution-2 model would guarantee Sunda Straits from the security threat, danger of navigation and risk environmental damages, and it would make ease the law enforcement through the straits due to foreign ships had to sailed over this TSS..

ABSTRAK

Peningkatan lalu lintas pelayaran menjadikan semakin berat tugas pengawasan jalur laut. Indonesia mempunyai beberapa selat yang sangat vital sebagai jalur pelayaran yaitu salah satunya adalah Selat Sunda dimana selat ini merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, yang menghubungkan perairan Samudera Hindia melewati Selat Karimata menuju Laut China Selatan atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Membuat model sistem Traffic Separation Scheme (TSS) di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I Selat Sunda, 2) Mengkaji dampak pembangunan model TSS bagi ketahanan wilayah Selat Sunda.Penelitian ini menunjukkan bahwa Model TSS di Selat Sunda yang terbaik adalah solusi–2 dimana TSS berada di sebelah barat Pulau Sangiang, yaitu alur pelayaran di antara Pulau Panjurit dan Pulau Sangiang dengan tetap memperhatikan ALKI-I yang sudah ada, selain itu untuk keberadaan bahaya navigasi di Terumbu Koliot maka diletakkan SBNP. Model TSS Solusi-2 hasil perhitungan Matriks Eigen Value dilihat dari segi ketahanan wilayah  Selat Sunda membuat terjaminnya perairan Selat Sunda dari bahaya keamanan, bahaya navigasi pelayaran serta bahaya pencemaran lingkungan, mempermudah penegak hukum dalam melaksanakan pengawasan karena setiap kapal asing yang akan melewati Selat Sunda harus melewati TSS ini.


 


Keywords


Traffic Separation Scheme (TSS); Sunda Straits; Territorial Defense.

Full Text:

PDF


References

Aji, Ndaru Sukmono, 2014, ”Pembangunan Industri Penambangan Dan Pengolahan Pasir Besi Serta Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Wilayah (Studi Di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta)”,

Jurnal Ketahanan Nasional, Nomor XXX (2), Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana UGM, Yogyakarta.

 

Buntoro, K., 2012, Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), Prospek dan Kendala. Jakarta: Sekolah Staf dan Komando TNI AL (SESKOAL).

 

__________, 2016 Konsep “Bagi-Beban” dalam Keamanan Maritim di Nusantara Indonesia, Jurnal Maritim Pusjianstra Seskoal.

 

Dishidros, 2008. Kepanduan Bahari Indonesia Wilayah I, edisi tahun 2014.

 

Dulkadir, Armawy, Armaidy dan HAdmoko, Danang Sri, 2016. Optimalisasi Peran Kodim Dalam Penanggulangan Bencana Banjir Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi di Kodim 0614 Kota Cirebon, Jawa Barat)”,

 

 Jurnal Ketahanan Nasional, vol. 22 no.1, Program Studi Ketahanan Naisonal Sekolah Pascasarjana UGM, Yogyakarta.

 

IHO, 2002. Limits of Oceans and Seas, 4th Edition. Monaco. IHO Publication S-23.

 

IMO, 2016, Ships’ routeing. International Maritime Organization. <http://www.imo. org/en/OurWork/Safety/Navigation/Pages/ ShipsRouteing.aspx> (diakses 16 Februari 2016, pukul 20:03).

 

IMO, 2016. Convention on the International Regulations for Preventing Collisions at Sea, 1972 (COLREGs). Adoption: 20 October 1972; Entry into force: 15 July 1977. International Maritime Organization. http://www.imo.org/en/ About/Conventions/ListOfConventions/ Pages/COLREG.aspx (diakses 28 Maret 2016, pukul 16:12).

 

Paonganan, Y, Dr., Zulkipli, R.M. ST dan Agustina, K, S. Kel., 2012, Perspektif Menuju Masa Depan Maritim Indonesia. Jakarta: Yayasan Institut Maritim Indonesia.

 

Pranoto, 2012. Selat Sunda dalam Konflik Global dari Perspektif Geopolitik. Research Associate Global Future Institute (GFI) Jakarta..

 

Shahryari, Mansoureh and HM Ibrahim, ‘Cross Traffic Movement and Its Risks to Shipping in the Straits of Malacca’ (2009) 16(3) 2009 MIMA Bulletin.

 

Peraturan Perundangan

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2011 Tentang Alur Pelayaran Di Laut.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.22070

Article Metrics

Abstract views : 4002 | views : 19586

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Ketahanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats