Kajian Ketahanan Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat Dalam Penguatan Ekonomi Lokal Serta Pelestarian Sumberdaya Kebudayaan Kawasan Kotagede Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/jkn.25929

Wenang Anurogo(1*), Muhammad Zainuddin Lubis(2), Hartono Hartono(3), Daniel Sutopo Pamungkas(4), Ahmad Prasetya Dilaga(5)

(1) Politeknik Negeri Batam
(2) Politeknik Negeri Batam
(3) Universitas Gadjah Mada
(4) Politeknik Negeri Batam
(5) 
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRACT 

Kotagede Cultural Heritage area had been considered less attention. The tour trail activity was able to provided historical, fun and healthy knowledge as it could only be preserved or on foot. The activity depended on the interest of the people and tourists in choosing the tour. This research was intended to contributed  to the objective analysis in one of the important destinations in Yogyakarta City which was the cultural art and heritage of Kotagede and provided a spatial picture of the existing cultural tourism attractions to provided informative knowledge to the public to be in demand and continue to preserved the tour.The study of Kotagede tourism object used qualitative method combined with the use of high-resolution remote sensing image data in more interactive visualization results.

The result of Kotagede tourism study showed that tourism object in Kotagede Culture area was cultural object, tradition, craft, and art which was summarized into four recommended route that were spiritual trail tour package, hallway trail tour package, architectural trail  tour package, and study trail  tour package. Managed in a participatory manner by the surrounding community and could still grew better if received direct attention from the government and stakeholders related to the management of the tourist area of Kotagede.

 

ABSTRAK

 Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kotagede selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. Kegiatan tour wisata heritage trail ini mampu memberi pengetahuan sejarah, menyenangkan, dan menyehatkan karena hanya dapat dilalui dengan bersepeda atau berjalan kaki. Kegiatan tersebut tergantung dari minat masyarakat dan wisatawan dalam memilih tour wisata. kajian ini dimaksudkan untuk turut memberikan kontribusi dalam analisis destinasi di salah satu tujuan penting di Kota Yogyakarta yaitu kawasan seni budaya dan heritage Kotagede dan memberikan gambaran spasial tentang atraksi wisata budaya yang ada di sana guna memberikan pengetahuan yang informatif kepada masyarakat agar tertarik dan terus bisa melestarikan wisata tersebut.Kajian objek wisata heritage trail di Kotagede ini menggunakan metode kualitatif ditambah dengan pemanfaatan data citra penginderaan jauh resolusi tinggi dalam visualisasi hasil yang lebih interaktif.Hasil kajian wisata kawasan Kotagede menunjukkan bahwa atraksi wisata yang ada di kawasan Cagar Budaya Kotagede berupa benda-benda budaya, tradisi, kerajinan, dan kesenian yang dirangkum ke dalam empat rute yang direkomendasikan yakni, paket wisata jelajah spiritual, paket wisata jelajah lorong, paket wisata jelajah arsitektural, dan paket wisata jelajah studi. Paket wisata tersebut dikelola secara partisipatif oleh masyarakat sekitar dan masih dapat berkembang menjadi lebih baik lagi apabila mendapat perhatian secara langsung dari pemerintah maupun stakeholder yang berkepentingan terkait dengan pengelolaan kawasan wisata Kotagede.


Keywords


Kotagede; Heritage Trail; High-Resolution Image Data; Tourism Area Resilience

Full Text:

PDF


References

Andayani, A. A. I., Martono, E., & Muhamad, M. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi Di Desa Wisata Penglipuran Bali). Jurnal Ketahanan Nasional, 23(1), 1-16.

Anurogo, W., Lubis, M. Z., Khoirunnisa, H., Pamungkas, D. S., Hanafi, A., Rizki, F., ... & Lukitasari, C. A. (2017). A Simple Aerial Photogrammetric Mapping System Overview and Image Acquisition Using Unmanned Aerial Vehicles (UAVs). Journal Of Applied Geospatial Information1(01), 11-18.

Armawi, A., & Muhamad, M. (2016). Partisipasi Pemuda Dalam Mengembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat Untuk Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Wilayah (Studi di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 22(2), 137-157.

Baiquni, M. (1998). Membangun pusat di pinggiran: pengembangan wilayah melalui kerjasama ekonomi regional ASEAN. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 2(1998).

Dwi Handayani, G., & Priyono, K. D. (2016). Evaluasi Potensi Kawasan Kotagede Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Warisan Budaya (Heritage Tourism) Daerah Istimewa Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Gafara, C., Riyono, B., & Setiyawati, D. Peran Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Di Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga. Jurnal Ketahanan Nasional, 23(1), 37-48.

Margono, S. (2000). ADR, alternative dispute resolution, & arbitrase: proses pelembagaan dan aspek hukum. Ghalia Indonesia.

Mikkelsen, A., & Saksvik, P. Ø. (1999). Impact of a participatory organizational intervention on job characteristics and job stress. International Journal of Health Services, 29(4), 871-893.

OCTAVIANO, B. C. (2013). Kualitas Produk Wisata Arsitektural Dikawasan Kotagede Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada), p 1-113.

Rahmi, Y. N. (2011). Perencanaan lanskap wisata pada kawasan cagar budaya Kotagede, Yogyakarta.

Ristiyanti, E. (2008). Strategi pengembangan wisata alam berbasis masyarakat: Studi kasus di zona pemanfaatan taman Nasional Gunugn Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta.

SALEH, I. N. S., & Hardjasoemantri, H. K. (2004). Kajian aspek hukum konservasi Cagar Budaya terhadap pelestarian dan pengembangan pariwisata Kotagede (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Strauss, A., & Corbin, J. (1990). Basics of qualitative research (Vol. 15). Newbury Park, CA: Sage.

Suprihanto, J., & Armawi, A. (2016). Strategi Pengembangan Wirausaha Pemuda Dalam Mewujudkan Wirausahawan Mandiri Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi pada Koperasi Sumekar di Kampung Sanggrahan Pathuk Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 22(1), 42-60.

Smylie, M. A., Lazarus, V., & Brownlee-Conyers, J. (1996). Instructional outcomes of school-based participative decision making. Educational evaluation and policy analysis, 18(3), 181-198.

Yusuf, I. F., Martono, E., & Prasetya, A. (2016). Peran Pemuda Dalam Pengembangan Eduwisata Energi Terbarukan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Wilayah (Studi di Desa Poncosari Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 22(3), 285-305.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.25929

Article Metrics

Abstract views : 2511 | views : 3156

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Ketahanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats