Peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Bpjs) Kesehatan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Masyarakat (Studi Di Rsud Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu)

https://doi.org/10.22146/jkn.26388

Trisna Widada(1*), Agus Pramusinto(2), Lutfan Lazuardi(3)

(1) Kodam XIV/Hasanudin
(2) Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRACT

This thesis analyzes the role of the national system of social assurance on health services, which is less than maximum because of several obstacles in the fieid. This causes impact to the social community. The purpose of this study is to find out the role of the Social Security Agency (BPJS) on health services in Hasanuddin Damrah Manna Hospital and to find out what abstacles are faces by Hasanuddin Damrah Manna Hospital in applying BPJS. The methodology used in this study in descriptive qualitative method. The study itself was conducted at Hasanuddin Damrah Manna Hospital in Bengkulu Selatan. The descriptive analysis on the data was based on Miles and Huberman.Based on analysis on the role of BPJS system to the citizen in health issue, they aim for four improvements. The first one to facilitate people with financial issue to get equal health services, BPJS mechanism would provide easy access to health facilities. Second, the improvement of physical facilities and infrastructure showed a positive influence. Third, the role of  BPJS in improving social immunity in heath issue thruogh the improvement of the professionalism of health service is shown by periodically. Fourth, the role of BPJS in improving the public health shuold be conducted by improving promotive and preventive programs, another finding shows that BPJS that had not been entirely effective because there are a few deficiency such as the lack of laboratory equipment and the unused of hemodialysis equipment.Identified factors that are internally significant are: (1) mechanism factors on releasing the claim of BPJS; (2) hospital’s financials; (3) infrastructure factors; (4) human resources. Identified factors that inluence externally are: (1) people are not aware of mechanism of BPJS and the perception that iit is difficult to manage, which unfortunately still stick with them; (2) communication among insitution; (3) factor of the surruondings where the informant state that regional government consider this program as an important program and shoule be well managed so it needs full support to go well; (4) regulation factor where the implementation of JKN program is supported by the rules applied and has gone well.

ABSTRAK

Tesis ini menganalisis tentang peran Sistim Jaminan Sosial Nasional dalam pelayanan kesehatan, namun peran tersebut kurang maksimal karena adanya beberapa kendala di lapangan sehingga peran tersebut berimpliksai pada ketahanan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran BPJS dalam pelayanan kesehatan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna dan untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi RSUD Hasanuddin Damrah Manna dalam menerapkan BPJS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun lokasi penelitian dilakukan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan pendapat Miles dan Huberman. Berdasarkan analisis pada peran sistem BPJS terhadap ketahanan kesehatan masyarakat dalam bidang kesehatan dijalankan berdasarkan empat upaya. Diantaranya adalah :  Pertama,  dalam upaya kemudahan bagi masyarakat dengan kesulitan ekonomi untuk mendapatkan fasilitas kesehatan maka  mekanisme BPJS memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan. Kedua, dalam upaya meningkatkan fasilitas fisik dan sarana prasarana menunjukkan adanya pengaruh positif.  Ketiga dalam peran BPJS meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat dalam bidang kesehatan yang dilakukan melalui upaya peningkatan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan ditunjukkan melalui peningkatan pendidikan bagi pegawai  yang ditempatkan di RSUD Hasanuddin secara berkala. Keempat, peran BPJS dalam meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat bidang kesehatan dilakukan melalui upaya meningkatkan program promotive dan  preventive, hasil temuan lain menunjukkkan bahwa  BPJS tidak sepenuhnya berjalan efektif karena terdapat beberapa kekurangan seperti peralatan labotarium dan tidak digunakannya alat hemodialisis (cuci darah). Identifikasi faktor yang berpengaruh secara internal adalah: (1) faktor mekanisme pencairan klaim BPJS (2) keuangan rumah sakit (3) faktor sarana prasarana (4) faktor sumber daya manusia. Identifikasi faktor yang berpengaruh secara eksternal adalah: Pertama, bahwa  terdapat kekurangan sadaran masyarakat akan bagaimana cara mengurus disertai dengan persepsi bahwa pengurusan kartu BPJS menyusahkan. Kedua, faktor komunikasi antar lembaga Ketiga, Faktor Lingkungan dimana informan menyatakan pemerintah daerah juga menganggap program ini merupakan program yang penting dan harus terselenggara baik sehingga memberikan dukungan penuh. Keempat, Faktor Regulasi dimana penyelenggaraan program JKN sudah di dukung peraturan yang berlaku dan sudah berjalan dengan baik

 


Keywords


Peran; RSUD; Ketahanan Masyarakat; BPJS.

Full Text:

PDF


References

Azawar, 1999, Sistem dan Prosedur Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Jakarta.

Gilang, 2007, Bentuk Pelayanan,   Yogyakarta.

 

Insani, Dian Ambarwati, 2016  Kelayakan Pembiayaan Obligasi “Daerah Untuk  Pembangunan Bus Rapid Trans (BRT) Guna menunjang Ketahanan Ekonomi Daerah.(Studi Pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan) Jurnal Ketahanan Nasional,vol 22 no 3, Desembar 2016: hal 283.

 

Oktari,  Suryani dan Hendra Kurniawan, 2012. Framework Ketahanan Puskesmas Dalam Menghadapi Bencana, Jurnal Kedokteran Syah Kuala, Vol 16, No 1 (2016).

 

Lemhannas RI, 2014. Modul 3 bidang Studi/ Materi pokok Geostrategis dan ketahanan Nasional Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LII. Jakarta

 

Ratminto dan Winarsih A. S, 2005. Manajemen Pelayanan Pengembangan Model Konsepsual: Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan Minimal, Jakarta, Pustaka Pelajar.

 

Rolos, Windy; Ardiansa Tucunan, dan Benedictus Lampus, 2014, Implementasi Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan  Di Kabupaten Minahasa Tenggara, Naskah Publikasi, Fakultas Kesehatan

 

Soekanto, Soerjono, 2005, Sosiologi, Jakarta, Raja Grafindo Persada.

 

Tjiptono, Fandy, 2007, Strategi Pemasaran, Yogyakarta, Penerbit Andi.

                                                                         

Peraturan Perundangan

Undang-Undang Dasar 1945.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan

  Sosial.

 

Internet

              www.depkes.go.id

http://www.bengkulutoday.com

http://kupasbengkulu.com

 

Wawancara

  1. Syaiful
  2. Dudy Andrioko
  3. dr. Andru Sitepu, Sp.A
  4. Budi
  5. Sri Andriani
  6. Ridwan Arief
  7. Sutomo
  8. dr. Nila, Sp. PK

 



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.26388

Article Metrics

Abstract views : 9007 | views : 78165

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Ketahanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats