Karakteristik Geospasial Sebagai Dasar Perencanaan Untuk Memperkuat Ketahanan Perbatasan NKRI (Studi Kasus; Perencanaan Kota Perbatasan Distrik Sota-PNG, Merauke, Provinsi Papua)

https://doi.org/10.22146/jkn.29205

Agustan Latif(1*), Agustan Agustan(2)

(1) Jurusan Sistem Informasi, Universitas Musamus, Merauke
(2) Jurusan Teknik Sipil, Universitas Musamus, Merauke
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRACT

This is a national strategic study of border areas because it has significance for the sovereignty, defense and security of the  easternmost regions of Indonesia - Papua New Guinea. The purpose of this research is focused on the characteristics of geospatial data to support of the border city tourism plan in Sota of Merauke Regency (Border RI - PNG). Based on the result of an investigation of planning document from spatial plan of Merauke regency directing sota as non-agricultural area with indication of development of urban area and residential center, while from National Park of wasur as authority of national park management show direction of sota area development as development zone with indication of tourist destination. The research recommends several things in the management of border areas such as: It is necessary to strengthen the social and cultural fields, improving the infrastructure, especially the public services, the strengthening of human resources and the supervision of the environment. Meanwhile, in encouraging the acceleration of development in the border area of sota need to increase coordination between the central government, provincial and regional Merauke regency.

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan kajian strategis nasional kawasan perbatasan karena memiliki arti penting bagi kedaulatan, pertahanan dan keamanan negara khususnya wilayah paling timur Indonesia – Papua Nugini. Secara khusus tujuan penelitian ini difokuskan pada karakteristik data geospasial dalam mendukung rencana kota wisata perbatasan di Sota Kabupaten Merauke (Perbatasan RI – PNG). Berdasarkan hasil investigasi dokumen perencanaan dari rencana tata ruang kabupaten Merauke mengarahkan sota sebagai kawasan non pertanian dengan indikasi pengembangan kawasan perkotaan dan pusat pemukiman, sedangkan dari balai Taman Nasional wasur sebagai otoritas pengelola taman nasional menunjukkan arahan pengembangan wilayah  sota sebagai zona pengembangan dengan indikasi tujuan wisata. Hasil penelitian merekomendasikan beberapa hal dalam pengelolaan wilayah perbatasan sota diantaranya: Perlu adanya penguatan bidang sosial dan budaya, peningkatan infrastruktur khusu pelayanan umum, penguatan sumber daya manusia, dan pengawasan linkungan. Sedangkan dalam mendorong percepatan pembangunan di kawasan perbatasan sota perlu adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah kabupaten Merauke.


Keywords


City tour plan;RI-PNG border;Sota;Merauke;Papua.

Full Text:

PDF


References

Agustan dan Widi, A. C, 2016, Analisis Aksesibilitas Transportasi internal dan Eksternal Kabupaten Merauke sebagai Salah Satu Wilayah Petbatasan NKRI – PNG. Laporan Hasil Penelitian Simlitabmas Ristek Dikti, Jakarta.

Adnyana, I. W. S. As-syakur, A. R., 2012, Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG)  Berbasis  Data  Raster  untuk  Pengkelasan  Kemampuan  Lahan  di Propinsi Bali degan Metode Nilai Piksel Pembeda. Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol 19, No.1 Hal 21-29. Denpasar-Bali

Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia. 2011. Kajian Potensi dan Model Pengembangan Ekonomi Lokal Kawasan Perbatasan Darat di Kabupaten Merauke Provinsi Papua. Laporan Penelitian. Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia. Jakarta

Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), 2016, Kajian Strategis Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Merauke, Pemerintah Kabupaten Merauke

Bangun, B, H, 2017, Konsepsi dan Pengelolaan Wilayah Perbatasan Negara: Perspektif Hukum Internasional, Tanjungpura Law Jurnal, Vol. 1, Issue 1, hal  

Budianta, A, 2010, Pengembangan Wilayah Perbatasan Sebagai Upaya Pemerataan Pembangunan Wilayah di Indonesia. Jurnal SMARTek. Vol. 8, No. 1 72-82

BPS Kabupaten Merauke, 2016, Kabupaten Merauke Dalam Anggka, BPS Kabupaten Merauke Publication Number: 94010.1707, Catalog 1102001.9401

Corbey, R 2010, Headhunters from The Swamps. The Marind Anim of New Guinea as seen by The Missinonaries ot The Secred Heart, 1905-1925. Leiden: KITLV – Press and C. Zwartenkot Art Books.

Haryati, S, Armawi, A, dan Supraja, M, 2016, Peran Pemuda dalam Mengelola Kawasan Ekowisata dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Masyarakat Desa (Studi tentang PemudaPengelola Desa Wisata Kendri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah), Jurnal Ketahanan Nasional, Vol. 22, No.2, hal. 117-136

Nursaid, A., 2016, Peran Kelompok Batik Tulis Giriloyo dalam Keluarga Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY), Jurnal Ketahanan Nasional, Vol 22, No. 2, Hal. 217-236.

Marfai, M, A, dan Cahyadi, A, 2012, Kajian Kesesuaian Lahan untuk Mendukung Pengembangan Komiditas Pertanian di Wilayah Perbatasan Negara Republik Indonesia (Studi Kasus di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua), Jurnal Bumi Lestari, Volume 12 No. 2, hlm. 260-267

Lestari, G, Armawi, A, Muhamad, 2016, Partisipasi Pemuda dalam Mengembangkan Pariwisata Berbasis Masyarakat untuk Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya Wilayah, Jurnal Ketahanan Nasional, Vol. 22, No. 2, Hal. 137-157

Pusaka, 2013, Manis dan Pahitnya Tebu. Suara Masyarakat Adat Malind dari Merauke, Papua. Forest People Programme, Pusaka dan Sawit Watch dengan dukungan dana dari Right’s anda Resource Initiatives.

Saepudin, A. Rachmawati, I. dan Fauzan. 2014. Model Pengembangan Border Tourism Bagi Kawasan Perbatasan Studi Kasus: Sota, Merauke, Papua. Buletin Ekonomi Vol. 12, No. 2, hal 125-248

Santoso, A. T. Dan Sudibyakto, H. A. 2011, Implementasi dan Dampak Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Pertahanan di Perbatasan Kalimantan Barat (Studi di Kabupaten Sambas), Jurnal Ketahanan Nasional, XVI (1) hal 25 – 42

Simbolon, C, 2009, Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Mengaman (Studi Kasus Propinsi Kalimantan Barat), Tesis, Ketahanan Nasional UGM, Yogyakarta.

Peraturan Perundangan

Perpres Republik Indonesia Nomor 65  Tahun 2011 Tentang Rencana  Aksi Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat Tahun 2011-2014

Permenhut Nomor : P.56/Menhut-II/2006 tanggal 29 Agustus 2006 Tentang Pedoman Zonasi Taman Nasional.

Wawancara

Bapak Renaldo B. Hutabarat

 

 

 



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.29205

Article Metrics

Abstract views : 1920 | views : 2495

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Ketahanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats