Analisis Faktor Risiko Prolaps Organ Panggul pada Pasien Ginekologi di RSUD Arifin Achmad: Studi Retrospektif 2022–2025

https://doi.org/10.22146/jkr.114434

Jojor Sihotang(1*), Edy Fakhrizal(2), Sri Wahyu Maryuni(3), Imelda E.B Hutagaol(4), Agnes Regina Bagariang(5), Clarentia Sitangang(6), Artia Martha Vania Butarbutar(7)

(1) Fakultas Kedokteran Universitas Riau & RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
(2) Fakultas Kedokteran Universitas Riau & RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
(3) Fakultas Kedokteran Universitas Riau & RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
(4) Fakultas Kedokteran Universitas Riau & RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
(5) Fakultas Kedokteran Universitas Riau & RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
(6) Fakultas Kedokteran Universitas Riau & RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
(7) Fakultas Kedokteran Universitas Riau & RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Prolaps organ panggul (POP) merupakan kondisi ginekologis yang signifikan menurunkan kualitas hidup perempuan, terutama pada populasi lanjut usia dan multipara. Prevalensi globalnya diperkirakan mencapai 30,9% (95% CI 24,4–38,2%). Di Indonesia, khususnya di rumah sakit rujukan regional seperti RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, data epidemiologis komprehensif mengenai POP dan faktor risikonya masih sangat terbatas, sehingga menghambat pengembangan strategi pencegahan dan tata laksana klinis yang tepat sasaran.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko demografis dan klinis utama yang berhubungan dengan POP serta menganalisis hubungan faktor risiko dengan pola diagnosis prolaps organ panggul (sistokel, rektokel, dan prolaps uteri) pada pasien ginekologi yang ditangani di RSUD Arifin Achmad periode 2022–2025.

Metode: Studi analitik potong lintang retrospektif dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien ginekologi yang didiagnosis POP. Variabel yang diekstraksi meliputi usia, paritas, jenis persalinan, status menopause, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat penyakit kronis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk menentukan faktor risiko independen.

Hasil: Analisis terhadap 515 rekam medis pasien ginekologi menunjukkan bahwa diagnosis prolaps organ panggul yang paling banyak ditemukan adalah rektokel. Mayoritas pasien berada pada kelompok usia ≥50 tahun, telah memasuki masa menopause, dan memiliki status multiparitas. Temuan ini menunjukkan bahwa prolaps organ panggul bersifat multifaktorial dan lebih dipengaruhi oleh faktor obstetri.

Kesimpulan: POP merupakan kondisi multifaktorial yang sangat berkaitan dengan usia, paritas, persalinan pervaginam, menopause, dan obesitas pada populasi kami. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya langkah pencegahan terstruktur seperti pelatihan otot dasar panggul, program pengelolaan berat badan, dan edukasi pasien yang ditargetkan untuk kelompok berisiko tinggi. Studi ini menyediakan dasar bukti penting bagi pengembangan pedoman klinis dan intervensi kesehatan masyarakat di bidang uroginekologi di tingkat lokal.


Keywords


Prolaps organ panggul, faktor risiko, multiparitas, menopause, obesitas, studi retrospektif, Indonesia

Full Text:

PDF


References

  1. Hadizadeh-Talasaz Z, Khadivzadeh T, Mohajeri T, Sadeghi M. Worldwide Prevalence of Pelvic Organ Prolapse: A Systematic Review and Meta-Analysis. Iran J Public Health. 2024;53(3):524–538.
  2. Sjaaf F, Fegita P, Parmiyati M. Profil Pasien Prolaps Uteri pada Lansia di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2018–2020. Battuerahmah Medical Journal. 2022;5(2):123–130.
  3. Jokhio AH, Rizvi RM, MacArthur C. Prevalence of pelvic organ prolapse in women, associated factors and impact on quality of life in rural Pakistan: population-based study. BMC Womens Health. 2020;20:82.
  4. Ghanbari Z, Ghaemi M, Shafiee A, et al. Quality of Life Following Pelvic Organ Prolapse Treatments in Women: A Systematic Review and Meta-Analysis. J Clin Med. 2022;11(23):7166.
  5. Rodriguez Trowbridge E, Northington GM. Success After Treatment of Pelvic Organ Prolapse With Surgery or Pessary Remains a Patient-Centered Choice. JAMA Surg. 2023;158(5):443–444.
  6. Hage-Fransen MAH, Wiegersma M, Otto A, et al. Pregnancy- and obstetric-related risk factors for urinary incontinence, fecal incontinence, or pelvic organ prolapse later in life: a systematic review and meta-analysis. Acta Obstet Gynecol Scand. 2021;100(3):373–382.
  7. Handa VL, Zyczynski HM, Brubaker L, et al. Pelvic organ support among primiparous women in the first year after childbirth. Int Urogynecol J. 2020;31(1):135–144.
  8. Fitri AN, Kurniawati EM, Wiyashiati SI, Wungu CDK. Risk factors of stress urinary incontinence in pelvic organ prolapse patients: a systematic review and meta-analysis. Afr J Urol. 2023;29:53.
  9. Liang Y, Wu J, Yi J, Liu J, Zhang Y. Expression of MMP-2 and TIMP-2 in patients with pelvic organ prolapse. Medicine (Baltimore). 2020;99(48):e23439.
  10. Bhatia NN, Patel S, Shah V. Risk factors for pelvic organ prolapse among women in India: a case-control study. Int Urogynecol J. 2018;29:1351–1358.
  11. Jelovsek JE, Maher C, Barber MD. Pelvic organ prolapse. Lancet. 2007;369:1027–1038.
  12. Maher C, Feiner B, Baessler K, Schmid C. Surgical management of pelvic organ prolapse in women. Cochrane Database Syst Rev. 2013;4:CD004014.
  13. Hendrix SL, Clark A, Nygaard I, Aragaki A, Barnabei V, McTiernan A. Pelvic organ prolapse in the Women’s Health Initiative: gravity and gravidity. Am J Obstet Gynecol. 2002;186:1160–1166.
  14. Handa VL, Garrett E, Hendrix SL, Gold E, Robbins J. Progression and remission of pelvic organ prolapse: a longitudinal study of menopausal women. Am J Obstet Gynecol. 2004;190:27–32.
  15. Bo K, Frawley HC, Haylen BT, et al. An International Urogynecological Association (IUGA)/International Continence Society (ICS) joint report on the terminology for pelvic floor muscle training. Neurourol Urodyn. 2017;36:1122–1128.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkr.114434

Article Metrics

Abstract views : 419 | views : 265

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 The Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kesehatan Reproduksi Indexed by:

 

 



SEKRETARIAT JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI
Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM/RS Dr. Sardjito
Jl. Kesehatan No. 1, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Email: jurnal.kesehatanreproduksi@ugm.ac.id
Cp: Admin Jurnal +6282146143990