Faktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Pascasalin di Samarinda

https://doi.org/10.22146/jkr.56939

Prima Derry Pella Todungbua'(1*), Ratnasari Dwi Cahyanti(2), Supriyadi Hari Respati(3)

(1) RSU A Wahab Sjahranie Samarinda
(2) Bagian Obetetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, UNDIP
(3) Bagian Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, UNS
(*) Corresponding Author

Abstract


Background: Maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is 305 per 100.000 live births. The intervention to suppress MMR according to four pillars of Safe Motherhood is reducing the possibility of woman becoming pregnant with Family Planning. The postpartum period is an important time to start, but underutilized. All contraceptive methods may be used, but the high rate of drop-out in non-long-term methods, counselling is directed to long-term methods like IUD.

Objective: To determine factor that related postpartum IUD acceptance in Samarinda.

Method: The research method is observational with cross sectional design. Sampling is done by purposive sampling. Data were obtained through questionnaire.

Result: There was no significant association between age (p=0.438), parity (RR=0.7; p=0.077), education (RR=1.11; p=0.611), and income (RR=0.69; p=0.105)  with acceptance of postpartum IUD. Employment (RR=1.64; p=0.025), history of family planning counselling (RR=3.37; p<0.001), and husband's approval (RR=28.8; p=<0.001) have significant association with the acceptance of postpartum IUD.

Conclusion: Age, parity, education, and income are not related factors of postpartum IUD acceptance, while employment, husband's approval, and history of family planning counselling are related factors of postpartum IUD acceptance in Samarinda.

Keywords: Postpartum IUD, family planning counselling, husband's approval.

           


Keywords


Postpartum IUD; family planning counselling; husband's approval; AKDR pascasalin; konseling KB; persetujuan suami.

Full Text:

PDF


References

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses 5 Oktober 2017 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-ibu.pdf
  2. Saifuddin, A.B. 2011. Upaya Safe Motherhood dan Making Pregnancy Safer dalam Bunga Rampai Obstetri dan Ginekologi Sosial. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
    1. Budisuari, M. A., & Rachmawati, T. 2011. Analisis Pengembangan Kebijakan Keluarga Berencana di Jawa Timur, Bali dan Kalimantan Tengah. Surabaya: Badan Penelitian Kesehatan. Vol.14. 90-101.
  3. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur. 2017. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur. Diakses 1 Oktober 2017 dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur: http://kaltim.bps.go.id/
  4. Cowman, W., Hardy-Fairbanks, A., Endres, J., dan Stockdale, CK. 2013.A Select Issue In The Postpartum Period: Contraception The Importance Of Providing Postpartum Contraception Counseling.Proceedings in Obstetrics and Gynecology. 3(2): 1–15.
  5. Mujiati, I. 2013. Pelayanan KB Pasca Persalinan Dalam Upaya Mendukung Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. 2:11 – 16.
  6. Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
  7. Wiknjosastro, Hanifa. 2010. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
  8. Frisca, L., Meiske R., & Iyem M. 2013. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Di Kelurahan Pangolombian Kota Tomohon Tahun 2013. Jidan. Vol.I. 46-50
  9. Maluchuru, S., & Aruna, V. 2015. Post partum-intrauterine device insertion–2yr experience at a tertiary care center in guntur medical college govt general hospital. Journal of Dental and Medical Sciences Ver. IV , 2279–2861.
  10. Yilmazel, G., & Balci, E. 2013. Preferences and related factors for postpartum contraception in pregnant women. Iran J of Reprod Med , 801–806.
  11. Kusumaningrum R. 2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Jenis Kontrasepsi Yang Digunakan Pada Pasangan Usia Subur. Semarang.: FK. Universitas Diponegoro.
  12. Roeroe Lingkan R, Kondou Grace D, & Ratag E. Gustaaf. 2013. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Akseptor Keluarga Berencana (KB) dalam Memilih Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di BLU RSUP Prof Kandou Malalayang Manado. Manado. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik. 1: 29-33
  13. Mubarak, WI. 2012. Ilmu Kesehatan Masyarakat Konsep dan Aplikasi dalam Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
  14. Handayani, Desmiwati, & Endrinaldi. 2013. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Unmet Need KB Pasca-Salin IUD post-placenta di Kamar Rawat Pasca-bersalin RSUP DR. M. Djamil periode Januari-Maret 2013. Padang. Universitas Andalas.
  15. Handayani, S. 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
  16. Sopiatun, Ekayani & Chandradewi. 2013. Pengaruh Pemberian Konseling Keluarga Berencana (KB) terhadap Alat Kontrasepsi IUD Post Plasenta di RSUP NTB Tahun 2013. Mataram. IPSDI. 7(5): 7-12
  17. Saifuddin, A.B. 2013. Konseling dan Persetujuan Tindakan  Medis: Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Edisi 3. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
  18. Abbas, Marwan. 2016. Pengaruh Konseling Saat Persalinan Terhadap Kepesertaan Keluarga Berencana Pasca Salin di Kabupaten Kolaka. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada



DOI: https://doi.org/10.22146/jkr.56939

Article Metrics

Abstract views : 368 | views : 439

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 The Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kesehatan Reproduksi Indexed by:

 



SEKRETARIAT JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI
Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM/RS Dr. Sardjito
Jl. Kesehatan No. 1, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Tlp: (0274) 511329 / Faks: (0274) 544003
Email: jurnal.kesehatanreproduksi@ugm.ac.id
Cp: Dwi Astuti +6281802698043