Perbandingan Angka Ketahanan Hidup Penderita Kanker Ovarium yang Mendapat Terapi Regimen Kemoterapi Paclitaxel-Carboplatin dan Vyclophosphamide-Adriamycin-Cisplatin di RSUP Dr. Sardjito: Studi retrospektif Januari 2014-Desember 2018

https://doi.org/10.22146/jkr.57002

Choery Novitasari(1*), Ahsanuddin Attamimi(2), Heru Pradjatmo(3)

(1) Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM
(2) Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM
(3) Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak setelah penyakit kardiovaskular dan lebih dari 70% kematian yang disebabkan oleh kanker terjadi di negara berkembang. Kanker ovarium merupakan kanker terbanyak kesembilan pada wanita dan menjadi kanker dengan mortalitas ke-5 terbanyak, yaitu 8,6 per 100.000.

Tujuan: Menilai angka ketahanan hidup penderita kanker ovarium yang diberikan kemoterapi dengan regimen Paclitaxel- Carboplatin dibandingkan dengan regimen Cyclophospamide-Adriamicyn-Cisplatin di RSUP Sardjito.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi analisis angka ketahanan hidup (survival rate) dari penderita kanker ovarium. Data akan diambil secara retrospektif dari rekam medis pasien kanker ovarium yang berobat ke RSUP dr. Sardjito kemudian ditelusuri riwayat kematiannya.

Hasil dan Pembahasan: Terdapat 353 penderita kanker ovarium yang dilakukan kemoterapi, terdiri dari 265 subjek yang diterapi PC dan 88 subjek yang diterapi dengan CAP. Dari analisis bivariat didapatkan bahwa regimen kemoterapi PC dan CAP tidak memengaruhi angka ketahanan hidup (HR=1,15, p=0,64, CI95%=0,64-2,05).Usia <50 tahun (HR=0,42, p=0,01, CI95%=0,23-0,77), stadium klinis awal (HR=0,27,   p=0,00,   CI95%=0,14-0,49), dan CA125 pasca kemoterapi <70 U/mL (HR=0,21,        p=0,00,      CI95%=0,11-0,41) merupakan faktor protektif terhadap angka ketahanan hidup penderita kanker ovarium. Analisis multivariat dengan angka ketahanan hidup (cox’s regression) menunjukkan bahwa faktor yang dapat meningkatkan angka ketahanan hidup adalah stadium klinis awal (HR=0,45,   p=0,04,   CI95%=0,18-0,91)  dan CA125 pasca kemoterapi (HR=0,33, p=0,01, CI95%=0,15-0,74).

Kesimpulan: Tidak ada perbedaan bermakna antara regimen kemoterapi PC dan CAP dengan angka ketahanan hidup penderita kanker ovarium yang dirawat di RSUP dr. Sardjito selama tahun 2014-2018. Faktor- faktor yang dapat meningkatkan angka ketahanan hidup pasien kanker ovarium adalah stadium klinis awal dan CA125 pasca kemoterapi <70 U/mL.

 

Kata Kunci: Angka ketahanan hidup; kanker ovarium; regimen paclitaxel dan carboplatin; regimen cyclophosphamide, adriamycin, cisplatin

 


Keywords


Angka ketahanan hidup; kanker ovarium; regimen paclitaxel dan carboplatin; regimen cyclophosphamide; adriamycin; cisplatin

Full Text:

PDF


References

  1. Colombo, N., Peiretti, M., Parma, G., Lapresa, M., Mancari, R., Carinelli, S., Sessa, C. and Castiglione,
  2. M. (2010) ‘Clinical Practice Guidelines Newly Diagnosed and Relapsed Epithelial Ovarian Carcinoma : ESMO Clinical Practice Guidelines for Diagnosis , Treatment and Follow-up Clinical Practice Guidelines’, Annals of Oncology, 21(Supplement 5), pp. 23–30. doi: 10.1093/annonc/mdq244.
  3. 2. Baldwin, L. A., Huang, B., Miller, R. W., Tucker, T., Goodrich, S. T., Podzielinski, I., Desimone, C. P. and Ueland, F. R. (2012) ‘Ten-Year Relative Survival for Epithelial Ovarian Cancer’, Obstetrics & Gynecology, 120(3), pp. 612–618.
  4. 3. Devita, V. T., Rosenberg, S. A., Paget, S. and Avery,
  5. O. (2012) ‘Two Hundred Years of Cancer Research’, the New England Journal of Medicine, pp. 2207– 2214.
  6. Morgan, R. J., Armstrong, D. K., Alvarez, R. D., Bakkum-gamez, J. N., Behbakht, K., Chen, L., Copeland, L., Crispens, M. A., Derosa, M., Dorigo, O., Gershenson, D. M., Gray, H. J., Hakam, A., Havrilesky, L. J., Johnston, C., Lele, S., Martin, L., Penson, R. T., Percac-lima, S., Pineda, M., Plaxe, S. C., Powell, M. A., Ratner, E., Remmenga, S. W., Rose, P. G., Sabbatini, P., Santoso, J. T., Werner, T.
  7. L. and Burns, J. (2016) ‘Ovarian Cancer , Clinical Practice Guidelines in Oncology’, Journal of the National Comprehensive Cancer Network, 14(9), pp. 1134–1163.
  8. 5. Ahyar, I., Rachman, I. T. and Kusumanto, A. (2017) ‘Regimen Paclitaxel dan Carboplatin dengan Regimen Cyclophosphamide, Adriamycin dan Cisplatin’, Jurnal Kesehatan Reproduksi, 4(1), pp. 1–10.
  9. 6. Kurnianda, J., Widayati, K., Purwanto, I., Hardianti,
  10. M. S. and Wulanningsih, W. (2011) Buku Protokol Kemoterapi : Pedoman Tatalaksana Terapi Sistemik pada Kanker.
  11. Giannopoulos, T., Butler-Manuel, S., Taylor, A., Ngeh, N. and Thomas, H. (2006) ‘Clinical Outcomes of Neoadjuvant Chemotherapy and Primary Debulking Surgery in Advanced Ovarian Carcinoma.’, European Journal of Gynaecological Oncology, 27(1), pp. 25–28.
  12. 8. Aravantinos, G., Fountzilas, G., Bamias, A., Grimani, I., Rizos, S., Kalofonos, H.P., Skarlos, D.V., Economopoulos, T., Kosmidis, P.A., Stathopoulos,
  13. G.P. and Briasoulis, E., 2008 'Carboplatin and paclitaxel versus cisplatin, paclitaxel and doxorubicin for first-line chemotherapy of advanced ovarian cancer: a Hellenic Cooperative Oncology Group (HeCOG) study. European Journal of Cancer, 44(15), pp.2169-2177. Tortorella, L., Vizzielli, G., Fusco, D., Cho, W. C., Bernabei, R., Scambia, G., & Colloca, G. (2017) ‘Ovarian Cancer Management in the Oldest Old : Improving Outcomes and Tailoring Treatments’, 8(5), 677–684.
  14. The International Collaborative Ovarian Neoplasm (ICON) Group, T. I. C. O. N. (ICON) G. (2002)
  15. ‘Paclitaxel Plus Carboplatin Versus Standard Chemotherapy with either Single-Agent Carboplatin or Cyclophosphamide, Doxorubicin, and Cisplatin in Women    with    Ovarian    Cancer :    the    ICON3 Randomised Trial’, Lancet, 360, pp. 505–515.
  16. Ferrandina, G., Corrado, G., Mascilini, F., Malaguti, P., Samaritani, R., Distefano, M., Masciullo, V., Di Legge, A., Savarese, A. and Scambia, G. (2014). 'Metronomic oral cyclophosphamide (MOC) in the salvage therapy of heavily treated recurrent ovarian cancer      patients: a retrospective, multicenter study'. BMC cancer, 14(1), p.947.
  17. de Boo, L.W., Vulink, A.J.E. and Bos, M.E.M.M. (2017). 'Metronomic cyclophosphamide-induced long-term remission after recurrent high-grade serous ovarian cancer: A case study'. Molecular and clinical oncology, 7(6), pp.1130-1134.
  18. Berek, J. S. and Hillard, P. J. A. (2012) ‘Initial Assessment and Communication’, in Berek and Novak’s Gynecology. 15th Ed. Lippincott Williams and Wilkins.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkr.57002

Article Metrics

Abstract views : 244 | views : 273

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 The Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kesehatan Reproduksi Indexed by:

 



SEKRETARIAT JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI
Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM/RS Dr. Sardjito
Jl. Kesehatan No. 1, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Tlp: (0274) 511329 / Faks: (0274) 544003
Email: jurnal.kesehatanreproduksi@ugm.ac.id
Cp: Dwi Astuti +6281802698043