Gambaran Luaran Pasien Plasenta Akreta Spektrum yang Dilakukan Manajemen Konservatif dan Manajemen Non Konservatif di RSUP Dr. Sardjito

https://doi.org/10.22146/jkr.74838

Gita Vania Damayanti(1*), Irwan Taufiqur Rachman(2), Addin Trirahmanto(3)

(1) Departemen Obstetri dan Ginekologi, FKKMK Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Obstetri dan Ginekologi, FKKMK Universitas Gadjah Mada
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang: Angka kejadian plasenta akreta spektrum terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya angka seksio sesarea. Risiko utama yang berhubungan dengan plasenta akreta spektrum adalah perdarahan banyak yang dapat menyebabkan komplikasi sekunder termasuk koagulopati, kegagalan multi sistem organ dan kematian. Manajemen optimal yang melibatkan tim multidisiplin perlu dilakukan untuk mendapatkan luaran yang baik.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran luaran pasien plasenta akreta spektrum yang dilakukan manajemen konservatif dan manajemen non konservatif di RSUP Dr. Sardjito.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data rekam medis pasien plasenta akreta spekrum yang dilakukan tindakan di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2018-2020. Subjek penelitian terbagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok yang dilakukan manajemen konservatif dan manajemen non konservatif.

Hasil: Dari 38 subjek, 22 subjek (57,89) direncanakan untuk dilakukan manajemen konservatif dan 16 subjek (42,11%) dilakukan manajemen non konservatif. Dari 22 subjek yang direncanakan untuk dilakukan manajemen konservatif, 10 subjek gagal sehingga dilakukan manajemen non konservatif. Luaran utama yang dinilai adalah jumlah perdarahan. Rata-rata jumlah perdarahan pada kelompok manajemen konservatif lebih sedikit daripada kelompok manajemen konservatif (2.179,16 ± 399,69 ml vs 5.173,07 ± 594,29 ml). Luaran lain yaitu jumlah transfusi (transfusi PRC 1.062 ± 187,50ml vs 2.048,07 ± 198,07 ml; transfusi FFP 512,50 ± 100,21 ml vs 1.117,30 ± 100,11 ml; transfusi TC 120,83 ± 29,80 ml vs 375 ± 36,92 ml) dan kematian 16,67% vs 3,85%.

Kesimpulan: Luaran jumlah perdarahan dan jumlah transfusi (PRC, FFP, TC) lebih sedikit pada kelompok yang dilakukan manajemen konservatif daripada manajemen non konservatif. Angka kematian pada kelompok manajemen konservatif lebih tinggi daripada manajemen non konservatif.

Keywords


plasenta akreta spektrum, manajemen konservatif, manajemen non konservatif, luaran

Full Text:

PDF


References

  1. Thurn, L. et al. (2016) ‘Abnormally invasive placenta—prevalence, risk factors and antenatal suspicion: results from a large population-based pregnancy cohort study in the Nordic countries’, BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology, 123(8), pp. 1348–1355. doi: 10.1111/1471-0528.13547.
  2. Jauniaux, E., Chantraine, Frederic, et al. (2018) ‘FIGO consensus guidelines on placenta accreta spectrum disorders: Epidemiology’, International Journal of Gynecology and Obstetrics, 140(3), pp. 265–273. doi: 10.1002/ijgo.12407.
  3. Jauniaux, E., Ayres-de-Campos, D., et al. (2018) ‘FIGO consensus guidelines on placenta accreta spectrum disorders: Introduction’, International Journal of Gynecology and Obstetrics, 140(3), pp. 261–264. doi: 10.1002/ijgo.12406.
  4. Allen, L. et al. (2018) ‘FIGO consensus guidelines on placenta accreta spectrum disorders: Nonconservative surgical management’, International Journal of Gynecology and Obstetrics, 140(3), pp. 281–290. doi: 10.1002/ijgo.12409.
  5. Jauniaux, E., Bhide, A., et al. (2018) ‘FIGO consensus guidelines on placenta accreta spectrum disorders: Prenatal diagnosis and screening’, International Journal of Gynecology and Obstetrics, 140(3), pp. 274–280. doi: 10.1002/ijgo.12408.
  6. Burke, W.M., Delboy, A.P., Wright, J.D. (2017) 'Surgical Management of Placenta Accreta' dalam Silver, R.M (Ed) 'Placenta Accreta Syndrome'. London: CRC Press.
  7. Sulistyono A. et al. (2019)'Buku Pegangan Pelatihan Kelainan Spektrum Plasenta Akreta: Waktu Pengakhiran dan Kontroversi Penanganan Kelainan Spektrum Plasenta Akreta'. Jakarta: HKFM, pp: 72-73.
  8. Sentilhes, L. et al. (2018) ‘FIGO consensus guidelines on placenta accreta spectrum disorders: Conservative management’, International Journal of Gynecology and Obstetrics, 140(3), pp. 291–298. doi: 10.1002/ijgo.12410.
  9. Amsalem, H. et al. (2011) ‘Planned Caesarean Hysterectomy Versus “Conserving” Caesarean Section in Patients With Placenta Accreta’, Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada. Elsevier Masson SAS, 33(10), pp. 1005–1010. doi: 10.1016/S1701-2163(16)35049-6.
  10. Sentilhes, L. et al. (2020) 'Conservative Management versus Cesarean Hysterectomy for Placenta Accreta Spectrum; The PACCRETA Prospective Population-Based Study', American Journal of Obstetric and Gynecology.
  11. Lubis, M. et al. (2020) 'Maternal outcomesof hysterectomy and conservative surgery in placenta accreta', Current women's Helath Review, Vol.16, No. 0. doi: 10.2174/1573404816666200303123850.
  12. Fonseca, A., Campos, D. A. (2020) 'Maternal morbidity and mortality due to placenta accreta disorders', Best Practice & ResearchClinical Obstetrics and Gynaecology. Elsevier.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkr.74838

Article Metrics

Abstract views : 335 | views : 436

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 The Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kesehatan Reproduksi Indexed by:

 

 



SEKRETARIAT JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI
Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM/RS Dr. Sardjito
Jl. Kesehatan No. 1, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Tlp: (0274) 511329 / Faks: (0274) 544003
Email: jurnal.kesehatanreproduksi@ugm.ac.id
Cp: Dwi Astuti +6281802698043