Proses Komunikasi dan Aspek Psikologis di Balik Akun Anonim Twitter Penggemar KPop



Kirana Wistiani Ayundari(1), Pulung Setiosuci Perbawani(2*)

(1) Universitas Gadjah Mada
(2) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


KPop adalah salah satu subkultur dalam ranah budaya populer sekaligus polemik yang sering menjadi bahasan oleh publik. Sebagai bagian dari minoritas, fans KPop mencari tempat yang dapat memberikan kebebasan untuk aktualisasi diri sebagai fans yang aktif dalam kegiatan fandom, salah satunya dengan penggunaan pseudonim melalui Twitter.

Melalui survei yang dilakukan terhadap 400 responden yang menggunakan akun anonim KPop di Twitter, dapat dilihat bagaimana kecenderungan yang ada. Mencari privasi dan hiburan sebagai bentuk pemisahan dari lingkungan tatap muka menjadikan fans KPop lebih banyak berinteraksi melalui kehidupan pribadi maupun minat KPop-nya melalui lingkungan virtual, yaitu Twitter.

Dalam berinteraksi secara anonim, ada kalanya fans KPop tidak hanya membicarakan mengenai minat KPop-nya dengan fans lain, tetapi juga memperlihatkan identitas dan kehidupan pribadinya sebagai bentuk interaksi dengan fans KPop lainnya. Hal ini kemudian menciptakan adanya peningkatan solidaritas yang terjadi dalam fandom KPop di Twitter, dan hal ini juga memberikan adanya rasa diterima dan merasa beruntung ketika fans KPop yang tadinya tidak bisa mempresentasikan dirinya di kehidupan nyata, kemudian menjadi lebih terbuka dan lebih bahagia ketika berada di lingkungan Twitter.


Keywords


anonimitas; kpop; psikologi media baru; media sosial; twitter

Full Text:

PDF


References

Alvermann, Donna E. dan Hagood, Margaret C. 2000. Fandom and Critical Media Literacy. Journal of Adolescent and Adult Literacy, Vol. 43, No. 5.

Attrill, Alison & Fullwood, Chris. 2016. Applied Cyberpsychology: Practical Applications of Cyberpsychological Theory and Research. London: Palgrave Macmillan.

Barak, Azy. 2008. Psychological Aspects of Cyberspace: Theory, Research, Applications. New York: Cambridge University Press.

Boyle, Kris dan Johnson, Thomas J. 2010. Myspace is Your Space? Examining Self- presentation of MySpace Users. Terarsip pada www.elsevier.com/locate/comphumbeh.

Chen, Gina Masullo. 2010. Tweet This: A Uses and Gratifications Perspective on How Active Twitter Use Gratifies A Need to Connect with Others. Terarsip pada www.elsevier.com/locate/comphumbeh.

Cheung, Christy M.K, Chiu, Pui-Yee, dan Matthew K.O. Lee. 2010. Online Social Networks: Why Do Students Use Facebook? Terarsip pada www.elsevier.com/locate/comphumbeh.

Dennen, Vanessa Paz. 2009. Constructing Academic Alter-egos: Identity Issues in a Blog-Based Community. Educational Psychology & Learning Systems, Florida State University.

Gackenbach, Jayne. 2007. Psychology and the Internet: Intrapersonal, Interpersonal, and Transpersonal Implications 2nd Edition. United States of America: Elsevier.

Gelder, Ken. 2007. Subcultures: Cultural Histories and Social Practice. New York: Routledge.

Gooch, Betsy. 2008. The Communication of Fan Culture: The Impact of New Media on Science Fiction and Fantasy Fandom (Thesis). Georgia Institute of Technology – School of Literature, Communication, and Culture.

Heglingegard, Lena. 2016. Fandom and Communication: The Supernatural Fandom in Social Media (Project). Aarhus Univeristy. Terarsip pada http://pure.au.dk/portal-asb-student.

Hogan, Kattie Marie. 2012. Narratives of Possibility: Adolescent Girls Constructing and Negotiating Front and Back Stage Identities Through Blogs. Terarsip pada http://digitalcommons.wayne.edu/oa_dissertations.

Jenkins, Henry. (1992). Textual Poachers: Television dan Partisipatory Culture Studiesin Culture and Communication. New York: Routledge.

Jung, Sun. 2011. Race and Ethnicity in Fandom: Praxis – KPop, Indonesian Fandom, and Social Media. Terarsip pada http://journal.transformativeworks.org.

Keipi, Teo, Atte Oksanen, dan Pekka Rasanen. 2014. Who prefers anonymous self- online? A survey-based study of Finns aged 15-30 years. School of Social Sciences and Humanities University of Tampere. Terarsip pada http://www.tandfonline.com/toc/rics20/18/6?nav=tocList.

Lee, Elizabeth. 2012. KPop: Fans, Internet, and Influence. Terarsip pada https://www.academia.edu/.

Lee, Ho, dkk. 2014. Impact of Anonymity on Informatin Sharing through Internal Psychological Processes: A Case of South Korean Online Communities. Journal of Global Information Management. Terarsip pada http://aisel.aisnet.org/pacis2013/70.

Oh, Hyun Jung, Ozkaya, Elif, dan Robert LaRose. 2013. How Does Online Social Networking Enhance Life Satisfaction? The Relationships Among Online Supportive Interaction, Affect, Perceived Social Support, Sense of Community, and Life Satisfaction. Terarsip pada www.elsevier.com/locate/comphumbeh.

Purwanto, Erwan Agus dan Sulistyastuti, Dyah Ratih. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif untuk Administrasi Publik dan Masalah-Masalah Sosial. Yogyakarta: Gava Media.

Schumann, Sandy. 2015. How The Internet Shapes Collective Actions. Hampshire: Palgrave Macmillan.

Van Dijk, Jan. 2006. The Network Society. 2nd Edition. London: SAGE Publications Ltd.

Wallace, Patricia. 1999. The Psychology of The Internet. Inggris: Cambridge University Press.

Williams, J. Patrick. 2006. Authentic Identities: Straightedge Subculture, Music, and the Internet. Journal of Contemporary Ethnography, Vol. 35, No. 2. Sage Publications.




Article Metrics

Abstract views : 474 | views : 344

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia



Department of Communication Science

Faculty of Social and Political Sciences

Universitas Gadjah Mada

 

View My Stats