Pemanfaatan LNG Sebagai Sumber Energi di Indonesia

https://doi.org/10.22146/jrekpros.5021

Nurhadi Budi Santoso(1*)

(1) PT Cipta Reka Mandiri, Gedung Sinar Kasih, Lt. 5, Jl. Dewi Sartika No. 136D, Jakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Kebutuhan energi di Indonesia terutama penggunaan diesel/solar setiap tahun selalu meningkat, dikarenakan jumlah kilang di Indonesia tidak bertambah dan produksi minyak mentah akhir-akhir ini terjadi penurunan. Sehingga penambahan konsumsi tersebut dipenuhi dengan penambahan impor minyak solar/diesel, hal ini semakin memberatkan keuangan negara. Kondisi tersebut diatas harus segera dicarikan jalan keluarnya. Salah satu sumber energi alternatif pengganti solar adalah LNG. Dengan dipakainya LNG sebagai salah satu sumber energi diharapkan akan mengurangi impor solar/disel, sehingga menghemat devisa negara serta meningkatkan daya saing industri domestik. Indonesia merupakan produsen utama LNG dunia, hampir semua LNG yang diproduksi diekspor ke luar negeri utamanya ke Jepang, Korea dan China. LNG sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat maupun industri domestic sebagai sumber energi, hal ini dikarenakan kurang adanya sosialisasi manfaat dari LNG. Untuk bisa memanfaatkan LNG sebagai bahan bakar pengganti solar maka perlu dibangun fasilitas dan infrastruktur yang baik meliputi moda transportasi, teknologi penyimpanan, maupun teknologi converter kit sehingga LNG bisa digunakan untuk menggantikan solar pada mesin disel yang ada. Berdasarkan cost saving analysis, penggunaan dual fuel (Diesel dan LNG) pada mesin, yaitu memanfaatkan LNG pada mesin diesel dapat menghasilkan penghematan sebesar 20-25% bila dibandingkan dengan menggunakan single fuel saja dengan solar. Kata kunci: LNG, diesel, isotank, converter kit, energi. The need of energy supplies in Indonesia, especially on diesel demand is increasing every year. However, this increase could not be fulfilled by national oil based energy supply due to the decrease of oil production and there has not been significant increase in term of oil fractionation plants. As a consequence, diesel import could not be avoided resulting an additional burden in nation budgeting. In order to solve this problem, LNG might be an alternative. Thus, diesel import can be eliminated; furthermore, domestic industries can be more competitive. Although Indonesia is one of the major LNG producers, most of the LNG production is exported to Japan, Korea, and China, but LNG has not been utilized by the society as well as domestic industries. A massive socialization of the utilization of LNG to replace diesel energy should be conducted. Moreover, facilities and infrastructures including transportation, storages, and converter kits have to be built to support this conversion process. Based on the cost saving analysis, the use of dual fuel (diesel and LNG) in a machine could possibly save 20-25% in comparison to that machine using single fuel (diesel). Keywords: LNG, diesel, isotank, converter kit, energy.

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jrekpros.5021

Article Metrics

Abstract views : 5163 | views : 9008

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2014 Jurnal Rekayasa Proses

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Rekayasa Proses  (print ISSN 1978-287X; online ISSN 2549-1490) is published by Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada. View website statistics.