Pengaruh ekstrak kafein sebagai inhibitor laju korosi dan efisiensi inhibisi pada baja dalam larutan asam sulfat dan biosolar

https://doi.org/10.22146/jrekpros.71831

Yanty Maryanty(1), Adinda Dwi Ifvournamasari(2), Kristina Widjajanti(3), Dyah Ratna Wulan(4), Noor Isnaini Azkiya(5*)

(1) State Polytechnic of Malang
(2) State Polytechnic of Malang
(3) State Polytechnic of Malang
(4) State Polytechnic of Malang
(5) State Polytechnic of Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


Telah dilakukan penelitian tentang pengujian ekstrak kafein dari kopi arabika, coklat, dan daun teh hitam sebagai inhibitor laju korosi pada baja dalam lingkungan yang mengandung asam dan dalam biosolar yang mengandung asam. Penyimpanan biosolar B30 dalam tangki dalam waktu lama mengakibatkan penurunan pH, pembakaran tidak sempurna, dan korosi pada tangki penyimpanan yang diduga disebabkan oleh komposisi konsorsium bakteri. Pada penelitian sebelumnya hasil penelitian menunjukkan bahwa genus yang dominan merupakan bakteri penghasil asam yang diduga menjadi penyebab penurunan kadar pH biosolar B30 selama masa penyimpanan. Berdasarkan Analisa metagenomik pada biosolar B30 ditemukan genus Eubacteria merupakan bakteri penyebab korosi pada kondisi anaerob. Sehingga pada penelitian dibuat kondisi keasaaman yang dihasilkan oleh mikroorganisme dengan penambahan H2SO4 12%. Ekstrak kafein diperoleh dari proses maserasi dengan variabel perbandingan pelarut etanol 70% : bahan organik yaitu 1 : 2 dan 1 : 3. Uji ekstrak kafein dilakukan dengan metode HPLC pada laju effluent 0,8 mL/min. Sedangkan uji efisiensi inhibisi korosi pada baja diamati pada kurun waktu perendaman 0, 1, 4, 7 dan 10 hari. Baja yang digunakan sebelumnya telah dikorosikan dengan H2SO4 12%. Hasil inhibitor terbaik pada baja yang direndam H2SO4 12% didapatkan inhibitor terbaik yaitu kopi 2100,793 ppm dengan laju korosi sebesar 84,7x10-4 g/cm2 hari pada hari ke-1 menjadi 75,5x10-4 g/cm2 hari pada hari ke-10 dengan efisiensi inhibisi sebesar 80%. Sedangkan pada baja yang direndam biosolaryang mengandung H2SO4 12%  didapatkan inhibitor terbaik yaitu kopi 2.100,793 ppm dengan laju korosi sebesar 0,3x10-4 g/cm2 hari pada hari ke-1 menjadi 0,2x10-4 g/cm2 hari pada hari ke-10 dengan efisiensi inhibisi sebesar 100%. Semakin lama waktu perendaman baja dalam media H2SO4 maupunbiosolar yang mengandung H2SO4 12% dengan penambahan inhibitor organik maka nilai laju korosi semakin rendah karena inhibitor membentuk lapisan yang melindungi baja.


Keywords


Baja; Efisiensi Inhibisi; Inhibitor Organik; Kafein; Laju Korosi.

Full Text:

PDF


References

az Zahra F, Aliyah B, oktavian Nurhadi dL. 2019. Ekstrak ka- fein ampas kopi sebagai inhibitor korosi baja murni da- lam media H2SO4. Sains dan Teknologi. 002(2019):1–9. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek/article/vie w/5176/3455.

Simanjuntak H, Suka EG, Suprihatin S. 2019. Pengaruh pe- nambahan inhibitor ekstrak kopi dan waktu perendam- an terhadap laju korosi pada baja karbon aisi 1020 da- lam larutan NaCl 3%. Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika. 7(2):239–248. doi:10.23960/jtaf.v7i2.2109.

Yanuar AP, Pratikno H, Titah HS. 2017. Pengaruh penambah- an inhibitor alami terhadap laju korosi pada material pi- pa dalam larutan air laut buatan. Jurnal Teknik ITS. 5(2). doi:10.12962/j23373539.v5i2.18938.



DOI: https://doi.org/10.22146/jrekpros.71831

Article Metrics

Abstract views : 434 | views : 353

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2023 The authors

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Rekayasa Proses  (print ISSN 1978-287X; online ISSN 2549-1490) is published by Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada. View website statistics.