Pengaruh kerapatan vegetasi dan bangunan terhadap Fenomena Urban Heat Island (UHI) di Kota Banjarmasin (2019 – 2024)
Kevin Anugrah Immanuel Tambun(1*), Deasy Arisanty(2), Aswin Nur Saputra(3), Parida Angriani(4), Muhammad Muhaimin(5)
(1) Pendidikan Geografi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
(2) Pendidikan Geografi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
(3) Pendidikan Geografi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
(4) Pendidikan Geografi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
(5) Pendidikan Geografi, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia
(*) Corresponding Author
Abstract
Abstrak. Fenomena Urban Heat Island (UHI) menjadi isu penting dalam pengelolaan kota, seperti di Kota Banjarmasin. Kajian ini terjadi akibat berkurangnya tutupan vegetasi dan meningkatnya kerapatan bangunan, yang berdampak terhadap peningkatan suhu permukaan tanah. Tujuan penelitian ini menganalisis bagaimana pengaruh kerapatan vegetasi dan kerapatan bangunan terhadap fenomena UHI di Kota Banjarmasin. Analisis yang digunakan adalah analisis keruangan dan analisis statistik, pada analisis keruangan mengolah tingkat kerapatan vegetasi dan bangunan, dan distribusi suhu permukaan di Kota Banjarmasin, analisis statistik menggunakan regresi linear berganda. Data diperoleh dari citra satelit Landsat 8 OLI-TIRS pada musim kemarau, data diambil pada tanggal berbeda tiap tahun: 29 (2019), 17 September (2020), 31 Mei (2021), 21 Juli (2022), 2 September (2023), dan 20 September (2024). Kemudian diolah menjadi tiga indeks: LST sebagai variabel dependen, serta SAVI dan NDBI sebagai variabel independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan bangunan memiliki pengaruh signifikan terhadap kenaikan suhu permukaan, sedangkan kerapatan vegetasi berpengaruh negatif dalam menurunkan suhu. Nilai R Square dalam lima tahun sebesar 0,555 menunjukkan seberapa besar suhu permukaan dipengaruhi SAVI dan NDBI. Persamaan regresi dalam lima tahun adalah Y = 25,938 – 3,973X₁ + 11,874X₂, menunjukkan bahwa setiap peningkatan kerapatan bangunan satuan indeks dapat meningkatkan suhu permukaan sebesar 11,87°C. Peningkatan kerapatan bangunan terbukti menaikkan suhu permukaan sebesar 11,87°C, sedangkan peningkatan vegetasi menurunkannya sebesar 3,97°C. Nilai koefisien perlu disesuaikan dengan skala indeks agar hasil lebih valid dan representatif. Temuan ini menegaskan peran vegetasi sebagai elemen utama mitigasi efek pulau panas perkotaan. Penelitian lanjutan disarankan memasukkan variabel spasial seperti kelembapan tanah, topografi, dan orientasi bangunan. Hasil ini menjadi dasar ilmiah bagi perencanaan kota berkelanjutan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Abstract.. The Urban Heat Island phenomenon has become an important issue in urban management, such as in Banjarmasin City. This phenomenon occurs due to the reduction of vegetation cover and the increase in building density, which affects the rise of land surface temperature. The purpose of this study is to analyze how vegetation density and building density influence the UHI phenomenon in Banjarmasin City. The analyses used are spatial analysis and statistical analysis. The spatial analysis processes the levels of vegetation and building density as well as the distribution of surface temperature in Banjarmasin City, while the statistical analysis employs multiple linear regression. Data were obtained from Landsat 8 OLI-TIRS satellite imagery during the dry season, collected on different dates each year: 29 (2019), September 17 (2020), May 31 (2021), July 21 (2022), September 2 (2023), and September 20 (2024). The data were then processed into three indices: LST as the dependent variable, and SAVI and NDBI as the independent variables. The results show that building density has a significant positive effect on the increase of surface temperature, while vegetation density has a negative effect in reducing temperature. The R Square value over five years, amounting to 0.555, indicates the extent to which surface temperature is influenced by SAVI and NDBI. The five-year regression equation is Y = 25.938 – 3.973X₁ + 11.874X₂, showing that every unit increase in building density index can raise the surface temperature by 11.87°C. Increased building density has been proven to elevate surface temperature by 11.87°C, while increased vegetation density reduces it by 3.97°C. The coefficient values need to be adjusted according to the index scale to ensure more valid and representative results. These findings reaffirm the role of vegetation as a key element in mitigating the urban heat island effect. Further research is recommended to include spatial variables such as soil moisture, topography, and building orientation. These results serve as a scientific basis for sustainable urban planning that is adaptive to climate change.
Submitted: 2025-08-05 Revisions: 2025-10-24 Accepted: 2026-02-01 Published: 2026-02-05
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adyatma, S., Muhaimin, M., Arisanty, D., & Hastuti, K. P. (2022). The Effect of Built-Up Area Density and Vegetation Density on Surface Temperature in Banjarmasin City. International Journal of Forestry Research, 2022. https://doi.org/10.1155/2022/2585719
Aldiansyah, S., & Wardani, F. (2023). Analisis Spasio-Temporal Fenomena Urban Heat Island dan Hubungannya Terhadap Aspek Fisik Di Kota Makassar (1993-2021). Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 24(1), 1–11.
Asef, S. M., Tolba, O., & Fahmy, A. (2020). The effect of leaf area index and leaf area density on urban microclimate. Journal of Engineering and Applied Science, 67(2), 427–446.
Bintang, R. A., & Lestari, S. D. (2021). Urban Green Space Dynamics and Their Influence on Surface Urban Heat Island in Tropical River Cities. Environmental Monitoring and Assessment, 193(4), 1–15. https://doi.org/10.1007/s10661-021-08971-2
Dewi, F. R., & Prasetyo, Y. (2020). Analisis Hubungan Perubahan Tutupan Lahan dan Distribusi Suhu Permukaan Menggunakan Citra Landsat 8 OLI/TIRS di Kota Samarinda. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(3), 471–481. https://doi.org/10.14710/jil.18.3.471-481
Fardani, I., & Yosliansyah, M. R. (2022). Kajian Penentuan Prioritas Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Fenomena Urban Heat Island Di Kota Cirebon. Jurnal Sains Informasi Geografi, 5(2), 93. https://doi.org/10.31314/jsig.v5i2.1708
Faturahim, A., Insan, N., Ndvi, V., & Tirs, L. O. L. I. (2021). Sebaran Land Surface Temperature Dan Indeks Vegetasi Di Wilayah Kota Semarang Pada Bulan Oktober 2019. 22(1), 45–52.
Fauzia, S. (2019). Analisis Urban Heat Island (Pulau BahangPerkotaan) Di Kota Bekasi MenggunakanCitra Landsat 8. Analyze, 1–19.
Fawzi, N. I. (2017). Mengukur Urban Heat Island Menggunakan Penginderaan Jauh , Kasus Di Kota Yogyakarta ( Measuring Urban Heat Island using Remote Sensing , Case of Yogyakarta City ). 195–206.
Fitriana, Z. E., Putra, Y. S., & Zulfian, Z. (2021). Pengaruh Kerapatan Vegetasi terhadap Suhu Permukaan menggunakan Data Landsat 8 (Study Kasus: Kota Pontianak, Kalimantan Barat). Prisma Fisika, 9(2), 152. https://doi.org/10.26418/pf.v9i2.49489
Fitrianingtyas, R., & Palupi, I. R. (2024). Temporal-Spatial Variations Analysis of Surface Temperature in Kalimantan Region for The Period of 2010 - 2020. Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, 21(1), 72. https://doi.org/10.20527/flux.v21i1.17507
Herlambang, R. Y., & Nugroho, S. P. (2022). Spatial Assessment of Urban Heat Island Intensity Using Multi-Temporal Landsat Imagery in Coastal Cities. International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences, 19(2), 145–160. https://doi.org/10.30536/j.ijreses.2022.v19.a3579
Hidayati, I. N., Suharyadi, R., & Danoedoro, P. (2018). Kombinasi Indeks Citra untuk Analisis Lahan Terbangun dan Vegetasi Perkotaan. Majalah Geografi Indonesia, 32(1), 24. https://doi.org/10.22146/mgi.31899
Inayah, K., & Wibowo, A. (2024). Spatial-Temporal Analysis of Urban Heat Island Phenomenon 2014-2021 in Cianjur District. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1291(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1291/1/012022
Kartika, Q. A., Hidayat, R. & Virgianto, R. H. 2021. Perubahan Temperature Humidity Index (THI) di Pulau Jawa sejak 1981 hingga 2019. Majalah Geografi Indonesia, 35(2), 104-111.
Kim, H. H. (1992). Urban heat island. In International Journal of Remote Sensing, 13(12). https://doi.org/10.1080/01431169208904271
Kurniawan, M., & Ramadhan, A. (2024). Spatial and Temporal Variations in Land Surface Temperature as an Indicator of Learning Comfort Level in Banten Province. Journal of Geographical Sciences and Education, 2(2), 42–51. https://doi.org/10.69606/geography.v2i2.98
Laily, N. V. & Rudiarto, I. 2019. Pola Spasial Hak Tanggungan dalam Perkembangan Perkotaan Purwokerto. Majalah Geografi Indonesia, 33(1), 57-67.
Macarof, P., & Statescu, F. (2017). Comparasion of NDBI and NDVI as Indicators of Surface Urban Heat Island Effect in Landsat 8 Imagery: A Case Study of Iasi. Present Environment and Sustainable Development, 11(2), 141–150. https://doi.org/10.1515/pesd-2017-0032
Prayogi, H., Setiadi, H. Supriatna, Dewayany. 2024. Model Perubahan Penutup Lahan di Kabupaten Majalengka Menggunakan Metode Cellular Automata Markov Chain. Majalah Geografi Indonesia, 38(2), 114-126.
Putra, D. R., & Amelia, V. (2023). Analisis Pengaruh Kerapatan Bangunan dan Vegetasi terhadap Suhu Permukaan Menggunakan Metode Geospasial di Kota Palembang. Jurnal Geografi, 15(1), 12–25. https://doi.org/10.24036/jg.v15i1.4871
Ramdhan, D. M., Satryo, I. F., & Cerlandita, K. P. (2021). Analisis Perubahan Land Surface Temperature Menggunakan Citra Multi - Temporal (Studi kasus: Kota Banjarmasin). JPIG (Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Geografi), 6(1), 15–20.
Sadewo, M. N. & Buchori, I. 2018. Simulasi Perubahan Penggunaan Lahan Akibat Pembangunan Kawasan industri Kendal (KIK) Berbasis Cellular Automata. Majalah geografi Indonesia, 32(2), 142-154.
Safitri, R., Vonnisa, M., & Marzuki, M. (2022). Analisis Dampak Perubahan Tutupan Lahan di Kalimantan Terhadap Temperatur Permukaan. Jurnal Fisika Unand, 11(2), 173–179. https://doi.org/10.25077/jfu.11.2.173-179.2022
Santamouris, M., Cartalis, C., Synnefa, A., & Kolokotsa, D. (2015). On the impact of urban heat island and global warming on the power demand and electricity consumption of buildings - A review. Energy and Buildings, 98, 119–124. https://doi.org/10.1016/j.enbuild.2014.09.052
Sari, I. L., Weston, C. J., Newnham, G. J., & Volkova, L. (2021). Estimating land cover map accuracy and area uncertainty using a confusion matrix: A case study in Kalimantan, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 914(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/914/1/012025
Sharma, D., & Bharat, A. (2009). Urban Heat Island Effect - Causes , Impacts , Methods of Measurement. Urban Heat Island Effect - Causes , Impacts , Methods of Measurement, June, 69–77.
Siswanto, S., Nuryanto, D. E., Ferdiansyah, M. R., Prastiwi, A. D., Dewi, O. C., Gamal, A., & Dimyati, M. (2023). Spatio-temporal characteristics of urban heat Island of Jakarta metropolitan. Remote Sensing Applications: Society and Environment, 32(September), 101062. https://doi.org/10.1016/j.rsase.2023.101062
Sumarmi, S., Sarah Rodhiah Mariza, S., Rena Anggia Sari, R., Rayhan Pratama, M., & Tanjung, A. (2022). The Effect of Vegetation Density on Land Surface Temperature in Klojen District. KnE Social Sciences, 2022, 426–437. https://doi.org/10.18502/kss.v7i16.12186
Sumaryana, H., Buchori, I. & Sejati, A. W. 2022. Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Suhu Permukaan di Perkotaan Temanggung: Menuju Realisasi Program Infrastruktur Hijau. Majalah Geografi Indonesia, 36(1), 68-76.
Susiati, H., Suntoko, H., Alhakim, E. E., & Suryanto, S. (2019). Pertimbangan Parameter Suhu Permukaan Tanah dan Potensi Kebakaran Hutan di Calon Tapak PLTN, Provinsi Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional Infrastruktur Energi Nuklir, 195–203.
Susilo, B., Afani, M. R. & Hidayah, S. I. 2021. Integrasi Analisis Spasial dan Statistik untuk Identifikasi Pola dan Faktor Determinan Perkembangan Kota Yogyakarta. Majalah Geografi Indonesia, 35(2), 156-162.
Tim Penyusun BPS Kota Banjarmasin. (2024). Kota Banjarmasin Dalam Angka Banjarmasin Municipality in Figures 2024.
Voogt, J. A., & Oke, T. R. (2003). Thermal remote sensing of urban climates. Remote Sensing of Environment, 86(3), 370–384. https://doi.org/10.1016/S0034-4257(03)00079-8
Wachid, N., & Tyas, W. P. (2022). Analisis Transformasi NDVI dan kaitannya dengan LST Menggunakan Platform Berbasis Cloud: Google Earth Engine. Jurnal Planologi, 19(1), 60. https://doi.org/10.30659/jpsa.v19i1.20199
Wibisono, P., Miladan, N., & Utomo, R. P. (2023). Hubungan Perubahan Kerapatan Vegetasi dan Bangunan terhadap Suhu Permukaan Lahan: Studi Kasus di Aglomerasi Perkotaan Surakarta. Desa-Kota, 5(1), 148. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v5i1.63639.148-162
Wisnawa, I. G. Y., Sutanto, Sudibyakto. 2008. Kemampuan Saluran Termal Citra Landsat 7 ETM+ dan Citra Aster dalam Memetakan Pola Suhu Permukaan di Kota Denpasar dan Sekitarnya. Majalah Geografi Indonesia, 22(1), 39-59.
Yatimas Murni, L., Yuliara, I. M., & Windaryoto, W. (2021). Distribusi Land Surface Temperature (LST) Menggunakan Metode Spasial Berdasarkan Citra Landsat 8 di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur Pada Periode Juni-Juli 2015-2019. Buletin Fisika, 24(1), 1. https://doi.org/10.24843/bf.2023.v24.i01.p01
Zahra, R. A. (2023). Application of MODIS land surface temperature data on ENSO-based analysis in Kalimantan. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1233(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1233/1/012057
Zakir, M., Naf, T., & Hernawati, R. (2018). Analisis Fenomena UHI (Urban Heat Island) Berdasarkan Hubungan Antara Kerapatan Vegetasi Dengan Suhu Permukaan (Studi Kasus: Kota Bandung, Jawa Barat). ITB Indonesian Journal of Geospatial, 05(1), 25–36.
Zuo, W., Ren, Z., Shan, X., Zhou, Z., & Deng, Q. (2024). Analysis of Urban Heat Island Effect in Wuhan Urban Area Based on Prediction of Urban Underlying Surface Coverage Type Change. Advances in Meteorology, 2024. https://doi.org/10.1155/2024/4509221
Article Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Kevin Anugrah Immanuel Tambun, dkk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Volume 39 No 1 the Year 2025 for Volume 43 No 2 the Year 2029
ISSN 0215-1790 (print) ISSN 2540-945X (online)





