Rekonstruksi pada Perforasi Palatum Akibat Pneggunaan Gigi Tiruan Lengkap Rahang Atas dengan Suction Cup

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15518

Cristiani Nadya Pramasari(1*), P. Prihartiningsih(2), R. Rahardjo(3)

(1) Program Studi Bedah Mulut dan Maksilofasial, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(3) Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang. Pemasangan suction cup pada gigi tiruan lengkap rahang atas merupakan salah satu cara untuk meningkatkan referensi. Kondisi vakum oleh karena suction cup ini dalam waktu jangka panjang dan tidak terkontrol mengakibatkan nekrosis jaringan yaitu adanya perforasi palatum. Tujuan. Melaporkan rekonstruksi penutupan perforasi palatum sebagai komplikasi penggunaan gigi tiruan lengkap rahang atas dengan suction cup. Laporan Kasus. Pada tanggal 11 September 2012 seorang pria berusia 64 tahun datang ke Poliklinik Bedah Mulut RSUP dr. Sardjito Yogyakarta dengan keluhan terdapat lubang pada langit-langit. Pasien menggunakan gigi palsu buatan tukang gigi dengan perekat berbahan karet pada langit-langit selama 5 tahun. Selama penggunaan gigi palsu pasien sering mengalami sakit dan pembengkakan di langit-langit sampai keluar nanah dan akhirnya terbentuk lubang sehingga jika minum air keluar dari hidung. Pemeriksaan rontgen oklusal rahang atas tampak adanya resorbsi regio palatum durum. Rekonstruksi menggunakan teknik push back modifikasi dilakukan untuk penutupan perforasi palatum di bawah anestesi umum. Kesimpulan. Suction cup pada gigi tiruan lengkap rahang atas mengakibatkan kerusakan jaringan lunak dan jaringan keras rongga mulut. Perforasi palatum yang diakibatkan oleh suction cup ini dapat dilakukan rekonstruksi dengan teknik push back dengan hasil yang cukup optimal.

 

Background. Suction cups are used to get retention of the complete dentures. The uncontrolled constant vacuum created by the suction cup induces necrosis of tissues and perforation ofpalate. Objective. To report reconstruction for palatal perforation closure as a complication due to prolonged use of maxillary denture with suction cup. Case Report. A 64 years old male patient came to the Department of Oral Surgery, Sardjito General Hospital Yogyakarta on September 11, 2012 with the complaint of hole in his palate. He was wearing dentures for the past 5 years. He also complained pain, swelling, and drainage of pus even formed a hole in the palate. He had noticed nasal regurgitation of water while drinking. Maxilla occlusal view showed bone resorption in the palatum durum. Reconstruction with modified push back technique for palatal closure was performed under general anesthesia. Conclusion. The use of suction cups in maxillary denture leading to destruction of soft and hard tissues. Reconstruction with modified push back technique can be performed to palatal perforation caused by suction cup and this method provide optimal result.


Keywords


perforasi palatum; suction cup; teknik push back modifikasi; palatal perforation; suction cup; modified push back technique

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.15518

Article Metrics

Abstract views : 643 | views : 3274

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics