Hubungan antara Lebar dan Panjang Lengkung Gigi terhadap Tinggi Palatum pada Suku Jawa dengan Metode-Pont dan Korkhaus

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.16447

Gusti Ayu Made Dwita Hayu Paramesthi(1*), Cendrawasih Andusyana Farmasyanti(2), Dyah Karunia(3)

(1) Departemen Ortodonsi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Departemen Ortodonsi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(3) Departemen Ortodonsi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang. Setiap ras memiliki ciri-ciri khusus untuk suatu ras tertentu sehingga tidak dapat digunakan sebagai standar untuk ras yang lainnya. Pont dan Korkhaus menggunakan indeks yang didapatkan dari ras Kaukasoid sehingga perlu dilakukan penelitian pada suku Jawa yang tergolong dalam ras Mongoloid. Sering dijumpai pasien dengan palatum tinggi mempunyai lengkung gigi yang panjang dan sempit. Hal itu menandakan adanya hubungan antara tulang kepala, maksila, dan palatum. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks lebar lengkung gigi, panjang lengkung gigi, dan tinggi palatum berdasarkan analisis Pont dan Korkhaus dan hubungan lebar dan panjang lengkung gigi terhadap tinggi palatum pada suku Jawa. Metode Penelitian. Penelitian bersifat deskriptif dan analitik. Sebanyak 31 subjek (8 laki-Iaki dan 23 perempuan) diambil dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada angkatan tahun 2006-2009 dengan metode selectedsampling. Data diperoleh dari pengukuran pada model studi rahang atas meliputi lebar mesiodistal keempat insisivus, lebar interpremolar, lebar intermolar, panjang lengkung gigi, dan tinggi palatum sesuai dengan parameter yang digunakan oleh Pont dan Korkhaus. Analisis statistik deskriptif, uji t tidak berpasangan, dan uji regresi digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil Penelltian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Jawa mempunyai indeks premolar Pont 82,62 ± 4,41; indeks molar Pont 65,96 ± 4,42; indeks panjang lengkung gigi Korkhaus 163,49 ± 8,02; dan indeks tinggi palatum Korkhaus 36,29 ± 4,42. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara lebar dan panjang lengkung gigi terhadap tinggi palatum (p>O,05). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara lebar dan panjang lengkung gigi terhadap tinggi palatum berdasarkan metode Pont dan Korkhaus pada suku Jawa.

Keywords


indeks Pont dan Korkhaus; lebar lengkung pip; panjang lengkung gigi; tinggi palatum

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.16447

Article Metrics

Abstract views : 1689 | views : 3351

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics