Perawatan Maloklusi Kelas III dengan Hubungan Skeletal Kelas III disertai Makroglosia Menggunakan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.7963

Pratiwi Setyowati(1*), Wayan Ardhana(2)

(1) Program Studi Ortodonsia PPDGS Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada
(2) Bagian Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Maloklusi merupakan penyimpangan letak gigi dari keadaan normal. Maloklusi dapat terjadi karena penyimpangan dental, skeletal atau kombinasi keduanya yang dapat mengakibatkan fungsi dan estetika wajah terganggu. Maloklusi kelas III muncul apabila gigi-gigi rahang bawah beroklusi lebih ke mesial dari relasi normalnya. Kasus kelas III dapat dikategorikan sebagai akibat dari maksila yang retrusi dari mandibula. Maloklusi kelas III skeletal dibagi menjadi dua yaitu maloklusi pseudo kelas III dengan mandibula normal namun maksila kurang berkembang dan maloklusi skeletal kelas III dengan mandibula yang besar. Perawatan ortodontik teknik Begg dapat digunakan untuk merawat semua jenis kasus maloklusi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menyajikan hasil perawatan ortodontik dengan teknik Begg pada kasus maloklusi Angle klas III dengan hubungan skeletal klas III disertai makroglosia. Pasien laki-laki umur 21 tahun mengeluhkan gigi depan yang tidak rapi dan renggang. Diagnosis: Maloklusi Angle Klas III, hubungan skeletal klas III; retrognatik maxilla dan protrusif   mandibula; bidental protrusif; spacing anterior; edge to edge bite; cup to cup bite 15 terhadap 45; open bite; cross bite 12, 13 terhadap 42, 43; pergeseran garis tengah rahang atas ke kiri sebesar 2,2 mm; makroglosia. Pasien dirawat menggunakan alat cekat teknik Begg tanpa pencabutan. Kesimpulan dari hasil perawatan menunjukkan jarak gigit, tumpang gigit, cup to cup bite, cross bite, dan open bite terkoreksi. Maj Ked Gi; Desember 2013; 20(2): 184-191.


Keywords


Maloklusi Kelas III, teknik Begg, makroglosia

Full Text:

PDF


References

Graber TM, Swain BF. Orthodontic current principles and technique. Ed 3. Philadelphia: WB Saunders Company;1985.

Moyers RE. Handbook of orthodontics. Ed 3. Chicago: Year-Book Medical; 1997. H. 183-95.

Darendeliler A, Kharbanda O. Occlusion and clinical practise an evidence based approach. Ed 1. Edinburgh: Elsevier limited; 2004. H. 91-5

Tweed CH. Clinical orthodontics. Vol 2. Mosby: St

Louise; 1966.

Proffit WR. Contemporary orthodontics. Ed 3.St.Louish: The CV Mosby Co; 2000. H. 385-8.

Begg PR, Kesling PC. Begg orthodontic theory and technique. Ed 3. Philadelphia: WB Saunder Co;1977. H.87-89.

Bhalajhi SI. Orthodontics the art and scienc e.Ed 3.New Delhi : Arya (MEDI) Publishing House; 2004.

Cadman CAR. A Vademecum for the begg technique: Technical Pricipal. Am. J. Orthod. 67(5): 439-512.

Fletcher GGT. The begg appliance and technique, Biston: John Wright & Sons (print) Ltd; 1981. H. 273-8.

Gasparini G, Saltarel A, Carboni A, Maggiulli F, Becelli R. Surgical management of macroglossia. Oral Surg Oral Med Oral Pathol Oral Radiol Endod. 2002; 94: 566-71.

Rahardjo P. Ortodonti dasar. Surabaya: Airlangga University Press; 2009. H. 26

Lee W, Wong RW. Non-surgical orthodontic treatment of anterior open bite. Hong Kong Dent J. 2009; 6: 103-7.

Dewi O. Analisis hubungan maloklusi dengan kualitas hidup pada remaja SMU Kota Medan tahun 2007 [PhD thesis]. USU e-Repository: 2008.

Langlais RP, Miller CS. Atlas berwarna kelainan rongga mulut yang lazim. Alih bahasa: Budi Susetyo. Jakarta : Hipokrates; 1994. H. 24, 42-45, 58, 82

Sudiono J. Gangguan tumbuh kembang dentokraniofasial, Jakarta: ECG; 2009. H.13, 72.

Lynch MA, Brightman VJ, Greeberg MS. Burket ilmu penyakit mulut, diagnosis dan terapi. Alih bahasa: Sianita Kurniawan. Jakarta: Binarupa Aksara; 1994. H. 523-35

Graber TM, Neuman B. Removable orthodontic appliance. Ed 2. Philadephia: W.B Saunder Company; 1984. H.153-8.

Asnindar. Makroglosia : Pengaruhnya pada pertumbuhan dan perkembangan anak. [Skripsi]. Sumatera Utara: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara; 2005. p.13

Burford D, Noar JH. The cause, diagnosis and treatment of anterior open bite. Dent Update. 2003; 85: 28-36.

Lee W, Wong RW. Non-surgical orthodontic treatment of anterior open bite. Hong Kong Dent J. 2009; 6: 103-7.



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.7963

Article Metrics

Abstract views : 1967 | views : 11058

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics