Perawatan Maloklusi Klas II Divisi 1 Disertai Crowding dan Openbite menggunakan Teknik Begg

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.8163

Heri Susilo Winarti(1*), Pinandi Sri Pudyani(2), Soekarsono Hardjono(3), Sri Suparwitri(4)

(1) Program Studi Ortodonsia PPDGS Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada
(2) Bagian Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada
(3) Bagian Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada
(4) Bagian Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Maloklusi Angle Klas II divisi I dapat disertai dengan crowding, open bite dan deep bite. Tujuan perawatan adalah untuk mengoreksi crowding, open bite anterior, diastemata rahang bawah, memperoleh overjet dan overbite normal, serta hubungan oklusal yang stabil. Pasien laki-laki berumur 19 tahun, dengan keluhan gigi-gigi rahang atas berjejal dan maju sehingga sulit menutup mulut, serta gigi-gigi rahang bawah renggang. Pasien didiagnosis Maloklusi Angle klas II divisi I dengan hubungan skeletal klas II disetai open bite, crowding dan protrusif gigi-gigi anterior rahang atas,  diastemata gigi-gigi rahang bawah, molar pertama bawah kanan dan kiri telah dicabut, dan impaksi gigi kaninus kanan bawah. Perawatan menggunakan teknik Begg yang diawali dengan pencabutan kedua gigi premolar pertama rahang atas. Tahap pertama perawatan menggunakan multiloop arch wire 0,014” dan elastik intermaksiler klas II. Kesimpulan dari hasil perawatan setelah 16 bulan, crowding dan open bite anterior terkoreksi, diastemata menutup, dan pasien sudah tidak kesulitan dalam menutup mulut. Pasien masih dalam tahap  penyelesaian perawatan.

Keywords


klas II divisi 1; open bite; crowding; teknik Begg; pencabutan

Full Text:

PDF


References

Cangialosi TJ. Skeletal morphologic features of anterior open bite. Am J Orthod. 1984; 85(1): 28-35.

Muslim, Siregar E. Perawatan ortodontik gigitan terbuka anterior dengan pola pertumbuhan wajah hyperdivergen. JKGUI. 2003;10: 169-77.

English J. Early treatment of skeletal open bite malocclusion. Am J Orthod and Dentofac Orthop. 2002; 121: 563-5.

Worms F, Meskin LH, Isaacson RJ. Open bite. Am J Orthodont. 1971: 59: 589-95.

Begg PR, Kesling PC. Begg orthodontic theory and technique. Ed 2. Philadelphia: W.B. Saunders Co; 1977. H. 140-65.

Profit WR. Contemporary orthodontics. St. Louis: The CV Mosby Co; 2007. H. 153-4.

Holdaway RA. Change in relationship of point a and point b during orthodontic treatment. Am J Orthod. 1956; 42: 176-93.

O’Reilly MT. Treatment and post treatment changes with the begg appliances. Am J Orthod Dentofac Orthop. 1979; 75(5): 535-47.



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.8163

Article Metrics

Abstract views : 980 | views : 2309

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics