Overdenture dengan Pegangan Telescopic Crown

https://doi.org/10.22146/majkedgiind.8523

Pambudi Santoso(1*), Heriyanti Amalia K(2), M.Th. Esti Thahjanti(3)

(1) FKG UGM
(2) Bagian Prortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(3) Bagian Prortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Kaitan presisi merupakan alat retensi mekanis yang menghubungkan antara satu atau lebih pegangan gigi tiruan, yang bertujuan untuk menambah retensi dan/atau stabilisasi. Kaitan presisi dapat digunakan secara luas pada gigi tiruan cekat, gigi tiruan sebagian lepasan, overdenture, implant untuk retensi overdenture, dan protesa maksilo fasial. Overdenture dengan kaitan presisi dapat membantu dalam pembagian beban kunyah, meminimalkan trauma pada gigi pegangan dan jaringan lunak, meminimalkan resorbsi tulang, dan meningkatkan estetik dan pengucapan suara. Salah satu jenis dari kaitan presisi adalah telescopic crown, terdiri dari 2 macam mahkota, yaitu mahkota primer yang melekat secara permanen pada gigi penyangga, dan mahkota sekunder yang melekat pada gigi tiruan. Tujuan pemaparan kasus ini adalah untuk memberikan informasi tentang rehabilitasi pasien edentulous sebagian rahang atas dengan telescopic crown..  Pasien wanita berusia 45 tahun datang ke klinik prostodonsia RSGM Prof.Soedomo dengan keluhan ingin dibuatkan gigi tiruan. Pasien kehilangan gigi 11 12 15 16 17 21 22 24 25 26 dan 27 yang diindikasikan untuk pembuatan overdenture gigi tiruan sebagian lepasan (GTS) kerangka logam dengan pegangan telescopic crown pada gigi 13 dan 14 dengan sistem parallel-sided crown. Tahap-tahap pembuatan telescopic crown yaitu mencetak model study dengan catatan gigit pendahuluan. Perawatan saluran dilakukan pada akar gigi 13, dilanjutkan pemasangan pasak fiber serta rewalling dinding bukal. Gigi 13 dan 14 dilakukan preparasi mahkota penuh, dilanjutkan dengan pencetakan model kerja untuk coping primer dan kerangka logam dengan metode double impression. Coping primer disementasi pada gigi penyangga, dilanjutkan pasang coba coping sekunder beserta kerangka logam. Selanjutnya dilakukan pencatatan gigit, pencetakan model kerja, penyusunan gigi dan pasang coba penyusunan gigi pada pasien. Prosedur dilanjutkan dengan proses di laboratorium, serta insersi pada pasien. Perawatan GTS kerangka logam dengan kaitan presisi telescopic crown dipilih untuk meningkatkan estetik, retensi gigi, stabilisasi, dan mempertahankan gigi yang masih ada.

Overdenture with Telescopic Crown. Attachment retained overdentures helps in distribution of masticatory forces, minimizes trauma to abutments and soft tissues, attenuate ridge resorption, improves the esthetics and retains proprioception. The purpose of this paper is provide information about the rehabilitation of partially edentulous maxilla patients with telescopic crowns. A 45 years old female came with mastication and aesthetic problems. She had missing teeth as in 11 12 15 16 17 21 22 24 25 26 and 27. In the upper jaw, the remaining tooth 13 and 14, were fabricated as  telescopic  crowns with parallel-sided system combined with metal framework denture. Fabrication of telescopic crown began by making of study model with preliminary bite record. As in preliminary treatment, root canal treatment was done on 13, proceeded with the cementation of fiber post and rewalling of missing buccal wall. Full crown preparation was done on 13 and 14, and impression was made with double impression technique. Laboratorium procedures for making the primary crowns, secondary crowns and metalwork denture base were finished and the primary crowns were cemented on the abutment teeth. Secondary crowns soldered with metalwork denture base were tried in the patient, bite registration was done, proceeded with impression taking which bite registration embedded inside of the impression. Artificial teeth were arranged and tried to the patient, continued with processing and insertion of the denture. Metal framework removable partial denture with telescopic crown is chosen for this case to improve retention and to preserve the healthy remaining tooth.


Keywords


Overdenture; kaitan presisi; telescopic crown

Full Text:

PDF


References

Siburian SM. Penggunaan kaitan presisi untuk mendukung retensi gigi tiruan sebagian lepasan. Skripsi Sarjana Universitas Sumatera Utara. 2000; 1-16

Makkar S, Chhabra A, Khare A. Attachment retained removable partial denture: a casereport int. J Clin Dent-Sci. Mei 2011; 2(2):39-42.

Jayasree K, Bharathi M, Dileep N V, Vinod B. Precision attachment: retained overdenture jindian prosthodont soc. Jan-Mar 2012; 12(1):59–62

Bibinagar R, Anam C, Mamidi P, Saxena A, Gautam, Rathinam J. Telescopic overdenture journal of orofacial research, Januari-Maret 2013; 3(1):57-62

Heker U, Thomas C. Precision dental prosthetics with highly engineered connections Part2 Dental Prosthetics. April 2010;14-18

Singh K, Gupta N. Telescopic denture– treatment modality for minimizing the conventional removable complete denture problems: a case report. Journal of Clinical and Diagnostic Research. Juni 2012; 1-2

Behr M, Hofmann E, Rosentritt M, Lang R, Handel G. Technical failure rates of double crown-retained removable partial dentures. Clin Oral Invest. 2000; 4:87–90



DOI: https://doi.org/10.22146/majkedgiind.8523

Article Metrics

Abstract views : 2233 | views : 2452

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Kedokteran Gigi Indonesia




Currently, Majalah Kedokteran Gigi Indonesia indexed by:

         

 

 

 

 

 

 View My Stats


real
time web analytics