Pengaruh perendaman resin akrilik dalam ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans

https://doi.org/10.22146/mkgk.111222

Elin Hertiana(1*), Femia Ayu Ardiani(2), Fransiska Nuning(3), Susi R. Puspita Dewi(4)

(1) Departemen Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Indonesia
(2) Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Indonesia
(3) Departemen Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Indonesia
(4) Departemen Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Resin akrilik polimerisasi panas merupakan material yang paling umum digunakan untuk basis gigi tiruan. Kebersihan gigi tiruan yang tidak dijaga dengan baik dapat menimbulkan penumpukan plak serta interaksi mikroorganisme yang menyebabkan peradangan yang disebut denture stomatitis. Salah satu mikroorganisme yang berperan menjadi penyebab denture stomatitis adalah bakteri Streptococcus mutans. Bahan desinfeksi alami yang berasal dari tanaman herbal dapat digunakan sebagai alternatif bahan kimia. Daun kemangi memiliki kandungan senyawa aktif minyak atsiri, tanin, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perendaman resin akrilik dalam ekstrak daun kemangi terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian eksperimental laboratoris ini menerapkan post-test only group design. Jumlah sampel sebanyak 24 plat resin akrilik polimerisasi panas berukuran 10 x 10 x 2 mm. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu perendaman dalam ekstrak daun kemangi 10% selama 15 menit dan 30 menit serta perendaman dalam akuades sebagai kontrol negatif selama 15 menit dan 30 menit. Jumlah rata-rata Streptococcus mutans setelah perendaman selama 15 menit dalam ekstrak daun kemangi 10% adalah 17.333,33 CFU/ml dan dalam akuades adalah 108.333,33 CFU/ml. Jumlah rata-rata Streptococcus mutans setelah perendaman selama 30 menit dalam ekstrak daun kemangi 10% adalah 27.333,33 CFU/ml dan dalam akuades adalah 135.000 CFU/ml. Jumlah Streptococcus mutans setelah perendaman dalam ekstrak daun kemangi lebih sedikit dibandingkan dengan hasil perendaman dalam akuades, dengan hasil independent sample T-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman resin akrilik dalam ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn) 10% selama 15 menit potensial menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.


Keywords


daun kemangi; Ocimum sanctum Linn; polimerisasi panas; resin akrilik; Streptococcus mutans

Full Text:

1. Elin Hertiana


References

Rawls R, Shen C, F Josephine. Phillips’ Science of Dental Materials . 13th ed. London: Elsevier Health Sciences. 2021. 2. McReynolds DE, Moorthy A, Moneley JO, Jabra‐Rizk MA, Sultan AS. Denture stomatitis—An interdisciplinary clinical review. Journal of Prosthodontics. 2023 Aug;32(7):560-70. DOI: 10.1111/jopr.13687 3. Perić M, Miličić B, Kuzmanović Pfićer J, Živković R, Arsić Arsenijević V. A systematic review of denture stomatitis: Predisposing factors, clinical features, etiology, and global Candida spp. distribution. Journal of Fungi. 2024 Apr 30;10(5):328. DOI: 10.3390/jof10050328 4. Arruda CN, Salles MM, Oliveira VC, Macedo AP, Silva-Lovato CH, Paranhos HF. Using denture cleansers to control biofilm from dentures and brushes: a randomized crossover clinical trial. Int J Prosthodont. Forthcoming. Feb 2021. DOI: 10.11607/ijp.6665 5. Sumawinata Narlan, dkk. Geriatri Gigi Mulut . Yogyakarta: Deepublish; 2022. P.30-5. 6. Melisa M. Telaah Pustaka: Berbagai Metode dan Bahan Pembersihan Gigi Tiruan Lepas. STOMATOGNATIC-Jurnal Kedokteran Gigi. 2023 Mar 30;20(1):38-43. DOI: 10.19184/stoma.v20i1.38598 7. Wind Dylanesia. Mengenal Lebih Dekat Kemangi: Manfaat Penggunaan dan Tips Menanamnya. Yogyakarta: Andi Publisher. 2025. P.58-62. 8. Gadiyar A, Ankola AV, Rajpurohit L. Evaluation of the Antimicrobial Activity of Ocimum Sanctum L. (Tulsi) Extract against Streptococcus mutans and Lactobacillus acidophilus - An in Vitro Study. International Journal of Health Sciences & Research. 2017;7(4):224-228. 9. Parida A, Siddeeqh S, Jose M, Manju V. Antimicrobial Effects of Ocimum Sanctum on Oral Microbes. Asian J Pharm Clin Res. 2018;11(5):316-318. DOI: 10.22159/ajpcr.2018.v11i5.23623 10. Angelina M, Turnip M, Khotimah S. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Protobiont. 2015;4(1):184-189. DOI: 10.26418/protobiont.v4i1.9768 11. Yunita M, Hendrawan Y, Yulianingsih R. Analisis Kuantitatif Mikrobiologi Pada Makanan Penerbangan (Aerofood ACS) Garuda Indonesia Berdasarkan TPC (Total Plate Count) Dengan Metode Pour Plate. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem.2015;3(3):237-248. 12. Damayanti NWE, Abadi MF, Bintari NWD. Perbedaan Jumlah Bakteriuri Pada Wanita Lanjut Usia Berdasarkan Kultur Mikrobiologi Menggunakan Teknik Cawan Tuang dan Cawan Sebar. Meditory.2020;8(1):1-4. DOI: 10.33992/m.v8i1.969 13. Violantika N, Yulian M, Nuzlia C. Perbandingan Aktivitas Antibakteri Berbagai Minyak Atsiri Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. AMINA.2020;2(1):38-49. DOI: 10.22373/amina.v2i1.689 14. Sefriyanti AJ, Alimuddin AH. Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon Bernadus L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Kimia Khatulistiwa. 2020;8(4):1-4. DOI: 15. Dewi SR, Hanifa DN. Karakterisasi dan Aktivitas Antibakteri Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap Propionibacterium acnes. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia). 2021 Dec 31;18(2):371-9. DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.7564 16. Salminen JP. Two-Dimensional Tannin Fingerprints by Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry Offer a New Dimension to Plant Tannin Analyses and Help to Visualize the Tannin Diversity in Plants. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 2018;66(35): 9162−9171. 17. Sholekhah I, Hidayati H, Kustantiningtyastuti D. Efektivitas Antibakteri Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans. Andalas Dental Journal. 2022 Dec 30;10(2):74-83. DOI: 10.1021/acs.jafc.8b02115 18. Ningsih IS, Advinda L. Senyawa aktif flavonoid yang terdapat pada tumbuhan. Jurnal Serambi Biologi. 2023 Jun 30;8(2):257-63. 19. Tjandra RF, Datu OS. Analisis Senyawa Alkaloid dan Uji Daya Hambat Ekstrak Buah Sirih (Piper betle L) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. eBiomedik. 2020 Aug 17;8(2):173-179. DOI: 10.35790/ebm.v8i2.28963 20. Astriani NK, Chusniasih D, Marcellia S. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrushystrix) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 2021 Sep;8(3):291-301. DOI: 10.33024/jikk.v8i3.4350



DOI: https://doi.org/10.22146/mkgk.111222

Article Metrics

Abstract views : 441 | views : 240

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2025 MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


View my stats

site
stats