Perawatan saluran akar dengan instrumen putar dan restorasi resin komposit penguat fiber

https://doi.org/10.22146/mkgk.61407

Andina Widyastuti(1*), Pribadi Santosa(2)

(1) Program Studi Konservasi Gigi, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Perawatan saluran akar (PSA) merupakan perawatan dengan prinsip triad endodontic (cleaning and shaping, medikasi dan obturasi saluran akar). Pulpitis ireversibel merupakan salah satu indikasi dilakukannya pulpektomi (PSA pada gigi vital). Restorasi gigi posterior pasca PSA dengan jaringan sehat gigi yang adekuat dapat dilakukan menggunakan resin komposit dengan penguat pasak fiber prefabricated. Studi kasus ini bertujuan untuk menunjukkan keberhasilan PSA pulpitis ireversibel dengan restorasi akhir menggunakan resin komposit yang diperkuat pasak fiber prefabricated. Pasien
perempuan berusia 26 tahun datang ke klinik Konservasi Gigi RSGM UGM Prof. Soedomo dengan keluhan nyeri pada gigi geraham kanan bawah setelah mengunyah makanan. Nyeri dirasakan berdenyut dengan durasi semalaman hingga pagi harinya. Gigi tersebut pernah dilakukan perawatan kaping pulpa satu bulan sebelumnya. Pemeriksaan radiograf
menunjukkan terdapat kavitas dengan pulpa terbuka pada permukaan distal gigi 46. Diagnosa kasus ini adalah pulpitis ireversibel disertai periodontitis apikalis. Dilakukan perawatan saluran akar multi kunjungan menggunakan instrumen putar (ProTaper NextTM, Dentsply Maillefer, Ballaigues, Switzerland) pada gigi 46. Satu minggu pasca PSA dilakukan tumpatan resin komposit dengan penguat pasak fiber prefabricated. Evaluasi satu minggu pasca restorasi menunjukkan kondisi klinis baik dan tidak ada keluhan yang dirasakan pasien. Perawatan saluran akar dengan instrumen putar disertai restorasi resin komposit dengan penguat pasak fiber prefabricated menunjukkan keberhasilan pada kasus pulpitis ireversibel dengan periodontitis apikalis.


Keywords


instrumen putar; pasak fiber prefabricated; perawatan saluran akar; pulpitis ireversibel; resin komposit

Full Text:

PDF


References

Chandra BS, Krishna VG. Grossman’s endodontic practice 12th ed. New Delhi: Wolters Kluwer Health, Pvt. Ltd; 2010. 131.

Hargreaves KM, Berman LH. Cohen’s pathways of the pulp 11th ed. Missouri: Elsevier; 2016. 28, 79-82, 821-822, 825.

Ruddle CJ. Endodontic controversies: structural & technological insights. Dent Today; 2017.

Jadhav RJ, Mattigatti S, John LC, Ingale P. Crucial radiographic appraisal of roots – a key to endodontic success. J Ind Dent Assoc Kochi. 2019; 1(2): 44-50.

Schwendicke F, Göstemeyer G. Single-visit or multiple-visit root canal treatment: systematic review, meta-analysis and trial sequential analysis. BMJ Open. 2017; 7: e013115.

Pitt Ford TR. Restorasi Gigi (terj.) ed 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 1993.

Hilton TJ. Keys to clinical success with pulp capping: a review of the literature. Oper Dent. 2009; 34(5): 615-625.

Fouad AF, Khan AA. Essential endodontology: prevention anf treatment of apical periodontitis 3rd ed. New Jersey: John Wiley & Sons Ltd.; 2020. 60.

Rodrigues RCV, Zandi H, Kristoffersen AK, Enersen M, Mdala I, Ørstavik D, Rocas IN, Siqueira Jr JF. J Endod. 2017.

Peters OA, Paqué F. Current development in rotary root canal instrument technology and clinical use: A review. Quintessence Int. 2010; 41: 479-488.

Ruddle CJ, Machtou P, West JD. The shaping movement: fifth-generation technology. Dent Today. 2013; 32(4): 94-99.

Al Ahmed AM, Al Omari M, Mostafa AA, Assery M. Shaping ability of waveone and protaper next rotary nickel-titanium file systems in simulated curved root canals. Int J Prev Clin Dent Res. 2017; 4(2): 102-108.

Amda N, Juni Jekti N, Trilaksana AC, Rovani CA, Natsir N, Mattulada IK. Penilaian kebersihan sepertiga apikal dinding saluran akar dari smear layer dengan menggunakan rotary instrument dengan disain convex triangular dan rectangular. Dentofasial. 2015; 14(1): 65-70.

Zehnder M. Root canal irrigants. J Endod. 2006; 32: 389-398.

Beus C, Safavi K, Stratton J, Kaufman B. Comparison of the effect of two endodontic irrigation protocols on the elimination of bacteria from root canal system: a prospective,

randomized clinical trial. J Endod. 2012; 38: 1479-1483.

Plotino G, Cortese T, Grande NM, Leonardi DP, Giorgio GD, Testarelli L, Gambarini G. New technologies to improve root canal desinfection. Braz Dent J. 2016; 27(1): 3-8.

Clarkson RM, Podlich HM, Moule AJ. Influence of ethylenediaminetetraacetic acid on the active chlorine content of sodium hypochlorite solutions when mixed in various proportions. J Endod. 2011; 37: 538-543.

Pannu R, Berwal V. Calcium hydroxide in dentistry: a review. J Appl Dent Med Sci. 2017; 3(3): 24-31.

Mohammadi Z, Shalavi S, Yazdizadeh M. Antimicrobial activity of calcium hydroxide in endodontics: a review. Chonnam Med J. 2012; 48: 133-140.

Pereira TC, De Vasconcelos LRSM, Graeff MSZ, Duarte MAH, Bramante CM, De Andrade FB. Intratubular disinfection with tri-antibiotic and calcium hydroxide pastes. Acta Odontol

Scand. 2016: 1-7



DOI: https://doi.org/10.22146/mkgk.61407

Article Metrics

Abstract views : 463 | views : 1129

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Currently, Majalah Kedokteran Gigi Klinik indexed by:

site
stats