Lacan dan Cermin Hasrat 'Aku' Lirik dalam Kumpulan Sajak Aku Ini Binatang Jalang Karya Chairil Anwar

https://doi.org/10.22146/poetika.v8i1.56534

Lastry Monika(1*)

(1) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Pembahasan dalam tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan cermin hasrat “aku” lirik yang terdapat dalam kumpulan sajak Aku Ini Binatang Jalang karya Chairil Anwar. Pembahasan dalam hal ini mengacu pada mekanisme pembentukan subjek “aku” lirik, ketaksadaran, dan cermin hasrat “aku” lirik yang terdapat dalam beberapa puisi. Penelitian ini menggunakan perspektif dan metode psikoanalisis yang dikemukakan oleh Lacan. Analisis dalam hal ini dilakukan berdasarkan data-data yang diperoleh melalui kata, frasa, bait, dan larik yang terdapat dalam puisi untuk menemukan subjek, ketaksadaran, dan cermin hasrat “aku” lirik sebagai upaya menemukan keutuhan diri melalui mekanisme metafora dan metonimia. Hasil dari pembahasan ini menunjukkan bahwa “aku” lirik memiliki kecendrungan hasrat yang bertumpu pada kebebasan dan individualitas. Ketika “aku” lirik menyadari diri berada pada tatanan yang tidak sesuai dengan yang ia kehendaki, “aku” cenderung merasakan ketidakpuasan, ketakutan, dan kesepian sehingga “aku” lirik mengkonstruksi diri menjadi individu yang bebas, mandiri, dan tidak terikat dalam membangun identifikasi tentang dirinya sendiri.

 

Kata kunci: Lacan, cermin hasrat, puisi


Keywords


Literature, Sastra Indonesia, Postrukturalism

Full Text:

PDF


References

Anwar, Chairil. 2011. Aku Ini Binatang Jalang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Lacan, Jacques. 1977. The Seminar XI: Four Fundamental Concepts of Psychoanalysis. Translate by Alan Sheridan. New York: W. W. Norton & Company. Miller, Jacques-Alain. 2006. “Introduction to Reading Jacques Lacan’s Seminar on Axiety”. Translate by Barbara P. Fulks. Journal Lacanian Ink. Vol. 27, hlm. 25. Rosidi, Ajip. 2013. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung: Pustaka Jaya. Chisaan, Choirotun. 2008. Lesbumi: Strategi Politik Kebudayaan. Yogyakarta: LkiS Pelangi Aksara Yogyakarta. Faruk. 2012. Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bracher, Mark. 2017. Jacques Lacan, Diskursus, dan Perubahan Ssosial: Pengantar Kritik-Budaya Psikoanalisis. Yogyakarta: Jalasutra. Manik, Ricky Aptifive. 2016. “Hasrat Nano Riantiarno dalam Cermin Cinta: Kajian Psikoanalisis Lacan”. Jurnal Poetika Vol. IV No. 2, hlm. 74−84. Anggreinia, Heny Anggreinia dan Pujiharto. 2019. “Hasrat Sartika Sari Dalam Kumpulan Puisi Elegi Titi Gantung: Perspektif Psikoanalisis Lacanian”. Jurnal Atavisme 22 (2), hlm. 144−158. Jassin, H.B. 2013. Gema Tanah Air: Prosa dan Puisi. Bandung: Pustaka Jaya. _______. 2018. Kesusastraan Indonesia Di Masa Jepang. Jakarta: Pustaka Jaya. Maier, Hendrik M. J. 1987. “Chairil Anwar's Heritage: The Fear Of Stultification- Another Side Of Modern Indonesian Literature”. Jurnal Indonesia No. 43, hlm. 1-29. Muller, P. John. 2019. “Psychosis and Mourning in Lacan's Hamlet”. Journal New Literary History Vol. 12/ No. 1, hlm. 147−165. Hill, Philip. 2002. Lacan Untuk Pemula. Yogyakarta: Kanisius. Sarup, Madam. 2011. Panduan Pengantar Untuk Memahami Postrukturalisme dan Posmodernisme. Terjemahan oleh Medhy Aginta Hidayat. Yogyakarta: Jalasutra.



DOI: https://doi.org/10.22146/poetika.v8i1.56534

Article Metrics

Abstract views : 2905 | views : 3562

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal POETIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ISSN 2503-4642 (online) | 2338-5383 (print)
Copyright © 2022 Poetika under the terms of a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

free web stats View My Stats