Perilaku Memilih Masyarakat Pasca Runtuhnya Dinasti Kekuasaan di Kutai Kartanegara

https://doi.org/10.22146/polgov.v1i1.48305

Fadli Afriandi(1*)

(1) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Tulisan ini menampik klaim kajian perilaku memilih masyarakat yang telah menuju pola rasional, baik di level nasional maupun lokal. Tulisan ini mengajukan tesis bahwa runtuhnya dinasti kekuasaan menyebabkan perilaku memilih masyarakat kembali ke pola primordial yang awalnya menunjukkan pola rasional. Dinasti kekuasaan ini berada di tingkat lokal, tepatnya dinasti Syaukani-Rita di Kutai Kartanegara. Fokus penelitian ini melihat pada dominasi Rita Widyasari yang unggul di beberapa survei dalam bursa calon gubernur provinsi Kalimantan Timur namun gagal ikut di kontestasi tersebut karena tersandung masalah hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Temuan dalam penelitian ini adalah perilaku memilih masyarakat menunjukkan pola primordial. Pola primordial masyarakat tersebut berdasarkan pada basis identitas suku dan agama yang terbagi ke dalam tiga wilayah (hulu, hilir/tengah, dan pesisir). Daerah hulu yang mayoritas suku Dayak cenderung memilih Syaharie Jaang, daerah hilir didominasi suku Kutai memilih Isran Noor, dan di wilayah pesisir yang didominasi suku Bugis lebih memilih Andi Sofyan Hasdam. Sedangkan berdasarkan agama, masyarakat memilih karena figur Hadi Mulyadi yang merupakan pasangan Isran Noor karena kelihatan lebih agamais. 


Full Text:

PDF


References

Agustino, Ldan Yusoff. (2009). Pemilihan Umum dan Perilaku Pemilih: Analisis Pemilihan Presiden 2009 di Indonesia. Jurnal Poelitik, 5 (1), 415–443.

Ananta, A., E. N. Arifin, & L. Suryadinata. (2004). Indonesian Electoral Behaviour: A Statistical Perspective. Singapore: ISEAS.

Bartels, L. M. (2012). The Study of Electoral Behavior. Dalam J. E. Leighley (ed), The Oxford Handbook of American Elections and Political Behavior (pp. 240). Oxford: Oxford University Press

Baswedan. (2004). Sirkulasi Suara Dalam Pemilu 2004. CSIS, 33 (2), 173–189.

Dinas Pariwisata (2018, Oktober 29). Gambaran Umum Kabupaten Kutai Kartanegara. Diakses dari http://dispar.kutaikartanegarakab.go.id/halaman/gambaran_umum_kabupaten_kutai_kartanegara.

Efriza. (2012). Political Explore, Sebuah Kajian Ilmu Politik. Bandung: Alfabeta.

Gaffar, A. (1992). Javaners Voters, A Case Study of Election Under a Hegemonic Party System. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Geertz, C. (1960). The Religion of Java. New York: The Free Press.

Haryanto. (2014). Kebangkitan Party ID: Analisis Perilaku Memilih dalam Politik Lokal di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 17 (3), 291–308.

Hartono, B. (2018, Oktober 04). Hasil Survei, Elektabilitas Rita dan Awang Ferdi Bersaing, Survei lain Belum Tentu. Diakses dari http:// kaltim.tribunnews.com/2017/08/07/ hasil-survei-elektabilitas- rita-dan-awang-ferdi-bersaing-survei-lain-belum-tentu.

King, D. Y. (2003). Half-hearted Reform: Electoral Institutions and the Struggle for Democracy. Connecticut: Praeger.

KPU RI. (2017, Oktober 08). Diakses dari https://pilkada2015.kpu. go.id/kutaikartanegarakab.

Lau, R. R & D. P. Redlawsk. (2006). How Voters Decide. New York: Cambridge University Press.

Linawati, M. (2018, Oktober 20). Hakim Nyatakan Rita Widyasari Terbukti Terima Gratifikasi Rp 110,7 Miliar. Diakses dari https:// www.liputan6.com/news/read/ 3581236/hakim-nyatakan-rita- widyasari-terbukti-terima-gratifikasi-rp-1107-miliar.

Mujani, S. dan R. Wiliam Liddle. (2006). Leadership, Party and Religion: Explaining Voting Behavior in Indonesia. Jakarta: Freedom Institute.

Mujani, S. dan R. Wiliam Liddle. (2010). Personalities, Parties, and Voters. Journal of Democracy, 21 (2), 35–49.

Mujani, S., R. W. Liddle, & Ambarki. (2012). Kuasa Rakyat: Analisis Tentang Perilaku Memilih dalam Pemilihan Legislatif dan Presiden Indonesia Pasca Orde Baru. Jakarta: Mizan Publika.

Museum Rekor Indonesia (2018, Oktober 04). Diakses dari http:// muri.org/?s=rita+widyasari.

Novianto, E. (2017). Analisis Perilaku Pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2015. Jurnal Ilmu Sosial Mahakam, 6 (1), 21–34.

Pamungkas, S. (2010). Pemilu, Perilaku Pemilih & Kepartaian. Sleman: Institute for Democracy and Welfarism.

Roth, D. (2008). Studi Pemilu Empiris: Sumber, Teori, Instrumen dan Metode. Jakarta: Friderich-Naumann-Stiftung fur die Freiheit.

Santoso, P., L. N. Bayo, Y. Lopo, & Sudirman. (2018). Kecerdikan Rezim Lokal dalam Menyikapi Konsentrasi Uang: Transformasi Paternalisme Menjadi Oligarki. Dalam L. N. Bayo, P. Santoso, & W. P. Samadhi. Rezim Lokal di Indonesia: Memaknai Ulang Demokrasi Kita (pp. 121–154). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Simanjuntak, J. (2018, Oktober 20). Status Tersangka Bupati Rita Widyasari Nyaris Serupa Kasus Sang Ayah. Diakses dari http:// www.tribunnews.com/nasional/2017/09/27/ status-tersangka- bupati-rita-widyasari-nyaris-serupa-kasus-sang-ayah?page=2.

Suara Pembaruan (2018, Oktober 04). Diakses dari http://sp.beritasatu. com/home/terus-unggul-di-survei-rita-berpotensi-jadi- gubernur-perempuan-pertama-di-kaltim/ 120334.

Pamungkas, A. S. & G. Octaviani. (2017). Aksi Bela Islam dan Ruang Publik Muslim: Dari Representasi Daring ke Komunitas Luring. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 4 (2), 65–87.

Valentina, T. R. (2009). Peluang Demokrasi dan Peta Perilaku Pemilih Terhadap Partai Politik untuk Pemilu 2009 di Yogyakarta. Jurnal Demokrasi, VIII (2), 167–186.

Yustiningrum, R. E & W. Ichwanuddin. (2015). Partisipasi Politik Dan Perilaku Memilih Pada Pemilu 2014. Jurnal Penelitian Politi, 12 (1), 117–135.



DOI: https://doi.org/10.22146/polgov.v1i1.48305

Article Metrics

Abstract views : 711 | views : 811

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0

Web
Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats