Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat https://journal.ugm.ac.id/v3/BAKTI <p><strong>Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat</strong> mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tulisan yang dimuat berupa temuan penelitian atau refleksi pengajaran yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, metode, objek material penelitian dan kajian, tetapi juga aspek aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengidentifkasi dan menyelesaikan permasalahan.</p> <p>Bakti Budaya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober dan diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.</p> Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada en-US Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat 2620-2980 <p><strong>Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat </strong><span style="font-weight: 400;">menerapkan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0, dengan hak cipta atas artikel yang diterbitkan dipegang oleh jurnal. Penulis diwajibkan untuk mengalihkan hak cipta kepada jurnal ini setelah artikel diterima. Jurnal ini memegang lisensi non-eksklusif untuk menerbitkan artikel sebagai penerbit asli, beserta hak komersial misalnya untuk menerbitkan edisi cetak untuk dijual.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Dengan menerbitkan artikel pada jurnal ini, pemegang hak cipta membagikan hak kepada publik untuk memanfaatkan artikel yang diterbitkannya dengan mengikuti seluruh persyaratan yang ditentukan dalam lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Selanjutnya, setiap orang diizinkan untuk membagikan, mendistribusikan, memadukan, mengadaptasi, mengembangkan artikel yang diterbitkan, dan bahkan untuk tujuan komersial, selama mereka mencantumkan informasi atau atribusi yang layak dan sesuai (Judul, Penulis, Sumber, dan Lisensi karya), menyertakan tautan ke lisensi, menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan, dan mendistribusikan ulang hasil turunan di bawah lisensi yang sama (CC BY-SA 4.0).</span></p> Muda dan Bebas dari Korupsi: Pemahaman Anti-korupsi di Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri, Kota Batam https://journal.ugm.ac.id/v3/BAKTI/article/view/15534 <p><em>Corruption has become an endemic problem in Indonesia. Numerous high-profile cases resulting in trillions of rupiah in losses have made the term familiar to the public. Despite clear legal definitions outlined in UU No. 31 of 1999, corruption persists, particularly in sectors like mining. The repercussions extend beyond financial losses, damaging social structures, and the environment. Just like cancer, corruption erodes the very foundations of the nation, threatening its economy and social justice. In an effort to foster social awareness, students from the Universitas Internasional Batam have conducted community service at the Al-Jufri Orphanage</em> <em>Sekupang, Batam City. The activity was held on April 28, 2024, involving 56 participants and included three main activities: anti-corruption education, educational games, and decorating a reading corner.. This activity aims to make positive contribution to the surrounding community, especially to the children. he students have implemented an anti-corruption education program for the orphans. Serving as both educators and observers, the students have noted a high level of enthusiasm and a growing understanding of the dangers of corruption among the children.</em></p> <p><em>===</em></p> <p>Korupsi telah menjadi masalah endemik di Indonesia. Istilah tersebut telah akrab di kalangan masyarakat, terutama dengan adanya kasus besar yang merugikan negara yang dapat mencapai triliunan rupiah. UU Nomor 31 Tahun 1999 telah memberikan definisi yang jelas tentang korupsi, tetapi praktik ini terus merajalela, khususnya di sektor pertambangan. Dampak korupsi bukan hanya sebatas kerugian finansial, melainkan juga merusak tatanan sosial dan lingkungan. Ibarat sel kanker, korupsi menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, dan mengancam fondasi ekonomi. Dalam rangka menumbuhkan kepedulian sosial, mahasiswa Universitas Internasional Batam menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri, Sekupang, Kota Batam. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 April 2024 dengan melibatkan 56 orang dan mencakup tiga bentuk kegiatan utama, yaitu edukasi antikorupsi, permainan edukatif, serta dekorasi pojok baca. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak. Sebagai upaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB) telah melaksanakan sosialisasi Gerakan Anti Korupsi kepada anak-anak panti asuhan dengan mendidik. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa sebagai penyuluh dan pengamat untuk mengamati respons peserta. Hasilnya, anak-anak menunjukkan antusiasme dan pemahaman mengenai bahaya korupsi.</p> Winson Winson Jhuandro Luish Richard Richard Richard Shakespeare Copyright (c) 2025 Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 8 2 101—115 101—115 10.22146/bakti.15534 Optimalisasi Lembaga Masyarakat dan Kelompok Disabilitas Desa Wonomerto dalam Peningkatan Nilai Ekonomis “Meronce” melalui Kolaborasi dengan Universitas https://journal.ugm.ac.id/v3/BAKTI/article/view/19870 <p><em>Wonomerto Village is home to several groups of people with disabilities who face challenges in securing a steady income. However, these groups possess valuable skills in crocheting, knitting, and baking, which they acquired through community empowerment programs facilitated by various universities in the previous year. Recognizing this potential, the 2024 PPK Ormawa program aims to support these individuals by developing a sustainable handicraft business to enhance the community’s economic capacity. From July to October 2024, a dedicated team of university students and lecturers will collaborate with community members to provide comprehensive crochet training, covering everything from production techniques to effective marketing strategies. This program is designed not only to enhance technical skills but also to foster essential soft skills such as teamwork, creativity, and entrepreneurship. By the end of the training, participants will have the opportunity to showcase their crafted goods and apply learned marketing tactics. Initial evaluations indicate that participants are gaining confidence and are better equipped to identify potential business opportunities within the arts and crafts sector. By employing a participatory and community-focused approach, the crochet training initiative is significantly raising awareness and building the capacity of the Wonomerto Village community to leverage its local talents. This initiative not only empowers individuals but also promotes economic growth and sustainability within the village.</em></p> <p><em>===</em></p> <p>Desa Wonomerto memiliki sejumlah kelompok masyarakat penyandang disabilitas yang belum memiliki penghasilan tetap. Namun demikian, kelompok ini memiliki berbagai keterampilan dasar, seperti meronce, merajut, dan membuat kue, yang didapatkan dari beberapa program pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan oleh kampus-kampus lain pada tahun sebelumnya. Sebagai bagian dari program PPK Ormawa 2024, kami menindaklanjuti potensi tersebut dengan berkolaborasi mengembangkan potensi bisnis kerajinan tangan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi warga. Selama 4 bulan (Juli—Oktober 2024), tim mahasiswa dan dosen universitas bekerja sama dengan kelompok masyarakat melaksanakan pelatihan meronce, dari latihan produksi hingga pemasaran. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pengembangan softskills seperti kerja sama tim, kreativitas, dan kewirausahaan. Di akhir pelatihan ini, para peserta mendemonstrasikan keterampilan mereka dalam memasarkan hasil karya kerajinan. Hasil post-test menunjukkan bahwa warga juga menjadi lebih positif dan mampu mengenali peluang bisnis seni dan kerajinan. Melalui pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas, pelatihan meronce berhasil meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat Desa Wonomerto dalam memanfaatkan potensi lokal yang dimilikinya.</p> Margareth Ongkowijoyo Tamara Septania Jony Eko Yulianto Copyright (c) 2025 Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 8 2 116—128 116—128 10.22146/bakti.19870 Diskusi Kelompok Menjawab Tantangan Pengelolaan Museum dalam Perspektif Museum Modern Bersama Badan Keahlian DPR RI https://journal.ugm.ac.id/v3/BAKTI/article/view/16192 <p><em>Traditional museums need to transform into modern museums to optimize their tasks and functions not only for educational purposes but also for tourism. The problems faced by museums in Indonesia today need to be discussed to find solutions that answer the challenges of museum management from a modern museum perspective. The DPR RI expert body as a partner in collaboration with Universitas Indo Global Mandiri initiated and facilitated group discussions by inviting various museum managers in Palembang. The discussion began with the presentation of material related to the problems and challenges faced by museums in the digital era and continued with a discussion session. The results of the group discussion activities concluded that it is imperative for museums to transform into modern museums by adopting digital technology to answer museum problems and challenges by optimizing the management of collections, human resources, facilities, and museum services through the use of Information and Communication Technology (ICT). The challenge of presenting museums as educational and tourist destinations is expected to be answered by presenting digital technology-based innovations that will make museum collections seem alive, presenting imagination for visitors so that they can better understand the historical and cultural values ​​​​of museum collections in Indonesia.</em></p> <p>===</p> <p>Museum tradisional perlu bertansformasi menjadi museum modern untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi nya tidak hanya untuk tujuan edukasi juga wisata. Permasalahan yang dihadapi museum di Indonesia saat ini perlu didiskusikan untuk mencari solusi yang menjawab tantangan pengelolaan museum dalam perspektif museum modern. Badan keahlian DPR RI sebagai mitra bekerjasama dengan Universitas Indo Global Mandiri menginisiasi dan memfasilitas diskusi kelompok dengan mengundang berbagai pengelola museum di Palembang. Diskusi diawali dengan pemaparan materi terkait permasalahan dan tantangan yang dihadapi museum di era digital dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Hasil kegiatan diskusi kelompok disimpulkan bahwa mutlak bagi museum untuk bertransformasi menjadi museum modern dengan mengadopsi teknologi digital untuk menjawab permasalahan dan tantangan museum dengan mengoptimalisasi pengelolaan koleksi, SDM, fasilitas, dan layanan museum lewat pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Tantangan untuk menghadirkan museum sebagai tujuan edukasi sekaligus wisata diharapkan dapat terjawab dengan menghadirkan inovasi berbasis teknologi digital yang akan membuat koleksi museum menjadi seakan hidup menghadirkan imajinasi bagi pengunjung sehingga dapat lebih memaknai nilai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh koleksi museum di Indonesia.</p> Shinta Puspasari Erry Juilan T. Adesta Marzuki Alie Copyright (c) 2025 Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 8 2 129—142 129—142 10.22146/bakti.16192 Penguatan Narasi Atraksi Wisata dan Kapasitas Pemandu Lokal di Kampung Wisata Sosromenduran, Yogyakarta https://journal.ugm.ac.id/v3/BAKTI/article/view/18212 <p><em>The community development activities conducted by the Center for Tourism Studies at Gadjah Mada University (UGM) in 2024 took place in Sosromenduran Tourism Village, located in Gedongtengen Subdistrict, Yogyakarta. This tourism village, situated in the heart of Yogyakarta near Malioboro, possesses diverse potential and attractions that can be further developed to enhance the overall visitor experience in Yogyakarta. The primary objective of this initiative is to improve the capacity of tourism managers, particularly in strengthening the narrative of tourism attractions, which is implemented through the development of storytelling techniques outlined in a guidebook. The approach employed in this program is known as Participatory Action Research (PAR), which involves a collaborative and action-oriented research. In practice, PAR is carried out through several methods, including tourism discussions/dialogues (sarasehan), field observations, and in-depth interviews. The outcomes of this community engagement effort include the development of narratives for seven neighborhoods (kampungs) within Sosromenduran Village. Each neighborhood is identified by its unique identity and complementary tourism products. Another significant output is the creation of a guidebook designed to serve as a reference for local guides in Sosromenduran Tourism Village to introduce its attractions to visitors. Additionally, this guidebook is supplemented with thematic maps illustrating the distribution of tourism attractions across the seven neighborhoods in Sosromenduran Tourism Village.</em></p> <p><em>===</em></p> <p>Kegiatan desa binaan yang dilaksanakan Pusat Studi Pariwisata UGM tahun 2024 dilaksanakan di kampung wisata Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Yogyakarta. Kampung wisata yang terletak di pusat kota Yogyakarta yaitu Malioboro memiliki beragam potensi dan atraksi yang dapat ditingkatkan melengkapi pengalaman wisatawan selama di Yogyakarta. Secara umum, tujuan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pengelola wisata, khususnya dibidang penguatan narasi atraksi wisata yang dikemas dalam pengembangan storytelling yang diwujudkan dalam guidebook. Pendekatan yang dipergunakan adalah melalui <em>Participatory Action Research</em> (PAR) atau yang lebih dikenal dengan kaji tindak. Dalam praktiknya, PAR ini diwujudkan melalui beberapa metode, seperti diskusi/sarasehan pariwisata, pengamatan lapangan (observasi), dan indepth-interview. Hasilnya, pendampingan ini mampu menghasilkan narasi dari tujuh kampung yang melingkupi Kelurahan Sosromenduran. Masing-masing kampung memiliki identitas dan produk wisata yang saling melengkapi. Hasil lainnya berupa guidebook dapat dihasilkan untuk menjadi pegangan bagi pemandu lokal dari kampung wisata Sosromenduran untuk mengenalkan daya tariknya kepada wisatawan. Dan, dilengkapi dengan peta tematik sebaran daya tarik wisata di tujuh kampung yang berada di kamwis Sosromenduran.</p> Mohamad Yusuf Destha Titi Raharjana Khusnul Bayu Aji Copyright (c) 2025 Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 8 2 143—164 143—164 10.22146/bakti.18212 Penguatan Kapasitas Guru melalui TOT Desain Pembelajaran Abad 21 dalam Implementasi Kurikulum Merdeka https://journal.ugm.ac.id/v3/BAKTI/article/view/20030 <p><em>In the 21<sup>st</sup> century, a paradigm shift in education is needed. This is especially true for the Independent Curriculum, which focuses on the needs of students. However, many educators still face difficulties in understanding and using new learning strategies that are appropriate for 21st century and digital era skills (4Cs: Critical Thinking, Communication, Collaboration, and Creativity). The lack of systematic and needs-based training, especially through technology integration, innovative learning methods, and authentic assessments, is a major factor. Through the application of the Training of Trainers (TOT) approach in 21<sup>st</sup> century learning design, this service program aims to increase teacher capacity. This program utilizes Microsoft-based technology to enhance the learning experience with the support of Microsoft Indonesia and Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) Indonesia. This training includes the use of apps such as Microsoft Teams, OneNote, and PowerPoint to help teachers create a more flexible and inspiring learning environment. In order for the training to be in accordance with the needs of teachers, the Capacity Building and Participatory Rural Appraisal (PRA) program involves stages to identify needs, training by Master Trainers, and dissemination of knowledge by participants to other teachers. The results show that this method is effective in improving teachers' skills and extending the benefits of training to more teachers.</em></p> <p><em>===</em></p> <p>Pada abad ke-21, perubahan paradigma dalam pendidikan diperlukan. Hal ini terutama berlaku untuk Kurikulum Merdeka yang berfokus pada kebutuhan siswa. Namun, banyak pendidik masih menghadapi kesulitan untuk memahami dan menggunakan strategi pembelajaran baru yang sesuai dengan keterampilan abad ke-21 dan era digital (4C: Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity). Kurangnya pelatihan yang sistematis dan berbasis kebutuhan, terutama melalui integrasi teknologi, metode pembelajaran inovatif, dan asesmen autentik, merupakan faktor utama. Melalui penerapan pendekatan Training of Trainers (TOT) dalam desain pembelajaran abad ke-21, program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru. Program ini memanfaatkan teknologi berbasis Microsoft untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran dengan dukungan Microsoft Indonesia dan Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) Indonesia. Training ini mencakup penggunaan aplikasi seperti Microsoft Teams, OneNote, dan PowerPoint untuk membantu guru membuat lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan menginspirasi. Agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan guru, Capacity Building dan Participatory Rural Appraisal (PRA) program melibatkan tahapan untuk mengidentifikasi kebutuhan, pelatihan oleh Master Trainer, dan penyebaran pengetahuan oleh peserta kepada guru lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan keterampilan guru dan memperluas manfaat pelatihan ke lebih banyak guru.</p> Lely Novia Nurdin Noni Fitri Radhiyani Yunitari Mustikawati Asriati Asriati Copyright (c) 2025 Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 8 2 165—183 165—183 10.22146/bakti.20030 Pelatihan dan Workshop Foto Human Interest untuk Siswa SMA Kolese de Britto, Yogyakata https://journal.ugm.ac.id/v3/BAKTI/article/view/20237 <p><em>The conducted Community Service Program (PkM) aims to provide capacity building for students of Kolese De Britto High School, Yogyakarta, through a workshop on creating human interest photography. Moreover, this human-interest photography workshop is also intended as a means of building students' awareness and empathy on the issues raised by the photo objects themselves. The workshop is designed in a participatory learning approach by using Student Centred Learning (SCL) to create a democratic learning atmosphere. The approach is applied in a session-based program which consists of (1) providing some knowledge about the social and cultural history of the city of Yogyakarta in the context of human-interest photography; (2) technical knowledge in using both cell phone cameras and manual cameras; and (3) an exercise in finding objects and taking photos. To evaluate the student works and its curation, the SMART and SUPER A method is used. The result of the workshop is a module of training guides and a catalogue of student works that can be used for students’ art exhibitions.</em></p> <p><em>===</em></p> <p>Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi siswa-siswi SMA Kolese De Britto, Yogyakarta, melalui lokakarya pembuatan fotografi <em>human interest</em>. Selain itu, <em>workshop</em> fotografi <em>human interest</em> ini juga dimaksudkan sebagai sarana untuk membangun kepedulian dan empati siswa terhadap isu-isu yang diangkat oleh objek foto itu sendiri. <em>Workshop</em> ini dirancang dengan pendekatan pembelajaran partisipatoris dengan menggunakan metode <em>Student Centered Learning</em> (SCL) untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis. Pendekatan ini diterapkan dalam bentuk program berbasis sesi yang terdiri atas (1) pemberian pengetahuan tentang sejarah sosial dan budaya kota Yogyakarta dalam konteks fotografi human interest; (2) pengetahuan teknis penggunaan kamera ponsel dan kamera manual; dan (3) latihan mencari objek dan mengambil foto. Untuk mengevaluasi karya-karya siswa dan kurasinya, digunakan metode SMART dan SUPER A. Hasil dari lokakarya ini adalah sebuah modul panduan pelatihan dan katalog karya siswa yang dapat digunakan untuk pameran seni rupa siswa.</p> Endah Setyowati Hendra Sigalingging Tutun Seliari Copyright (c) 2025 Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 8 2 184—199 184—199 10.22146/bakti.20237 Pelatihan Desain T’shirt Bertema Stop bullying Untuk Peserta Didik SD-SMU di Denpasar-Bali https://journal.ugm.ac.id/v3/BAKTI/article/view/19320 <p><em>Bullying</em> khususnya di lingkungan sekolah merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada mental dan fisik peserta didik. Kampanye terkait <em>bullying </em>dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan menarik, salah satunya dengan pelatihan desain <em>t’shirt digital printing</em> bertema <em>stop bullying</em>. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga melibatkan peserta didik secara aktif dalam upaya pencegahan <em>bullying</em>, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Peserta didik akan dibimbing untuk berkreativitas, bebas berekspresi dan berimajinasi, merepresentasikan ungkapan penolakan <em>bullying</em> dalam bentuk desain <em>t’shirt</em>. Kegiatan pelatihan menggunakan metode <em>service learning</em> dengan pendekatan partisipatif, tahapan dari <em>service learning</em> meliputi <em>investigation, preparation, action, reflection, </em>dan <em>demonstration.</em> Hasil dari kegiatan pelatihan dapat mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta membangun karakter yang kuat (<em>character building</em>) bagi peserta didik penerus bangsa. Melalui desain, sebagai sarana kreatif, peserta didik menjadi makin terampil dalam mengekspresikan diri, solutif dalam melihat dan menyikapi fenomena dan isu-isu sosial (<em>bullying</em>) yang berdampak buruk dalam lingkungan sekolah.</p> <p>&nbsp;</p> Alit Kumala Dewi Ida Ayu Dwita Krisna Ari I Wayan Nuriarta Copyright (c) 2025 Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-10-31 2025-10-31 8 2 200—218 200—218 10.22146/bakti.19320