Journal of Geospatial Science and Technology https://journal.ugm.ac.id/v3/jgst Journal of Geospatial Science and Technology (JGST) Universitas Gadjah Mada en-US Journal of Geospatial Science and Technology 3031-576X Pemetaan Jalur Evakuasi Tsunami Di Pesisir Pantai Kabupaten Kulon Progo Menggunakan Metode Closest Facility https://journal.ugm.ac.id/v3/jgst/article/view/25064 <p>Wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo, yang meliputi Kapanewon Temon, Wates, Panjatan, dan Galur, berpotensi terdampak tsunami dengan ketinggian hingga 20 meter. Tsunami tersebut dipicu oleh gempa megathrust dengan magnitudo &gt; 8 di zona subduksi selatan Pulau Jawa. Ancaman tingginya korban jiwa memerlukan upaya mitigasi, khususnya melalui penyusunan jalur evakuasi yang tepat. Ketidaktepatan jalur serta minimnya informasi estimasi waktu tempuh berpotensi menimbulkan keterlambatan evakuasi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jalur evakuasi tercepat menuju lokasi evakuasi terdekat dan mengestimasi waktu tempuh dari setiap jalur evakuasi. Metode diawali dengan konversi hasil pemodelan inundasi tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi data vektor untuk mengidentifikasi wilayah terinundasi dan tempat evakuasi yang aman. Wilayah permukiman dan objek wisata pantai digunakan sebagai titik awal evakuasi, sementara tempat evakuasi yang aman sebagai titik akhir. Penentuan jalur evakuasi dilakukan menggunakan metode Closest Facility pada Network Analyst dengan skenario kecepatan berjalan kaki, berlari, dan menggunakan sepeda motor. Hasil identifikasi menunjukkan adanya tiga objek wisata pantai dan 185 wilayah permukiman terinundasi dengan total luas 1.101,354 ha. Penentuan jalur menghasilkan total enam jalur dari objek wisata pantai dan 370 jalur dari permukiman. Rata-rata waktu tempuh evakuasi dengan berjalan kaki, berlari, dan menggunakan sepeda motor berturut-turut adalah 60,34 menit, 21,87 menit, dan 8,01 menit.</p> Eka Sekar Masyithoh Rochmad Muryamto Copyright (c) 2025 Journal of Geospatial Science and Technology 2025-12-31 2025-12-31 3 2 1 13 10.22146/jgst.v4i2.25064 Evaluasi Ketelitian Perhitungan Volume Stockpile Batu Bara Menggunakan Foto Udara Unmanned Aerial Vehicle Berdasarkan Variasi Tinggi Terbang dan Jumlah Ground Control Point (Studi Kasus: PT Putra Perkasa Abadi, Jobsite PT Bukit Asam, Tbk.) https://journal.ugm.ac.id/v3/jgst/article/view/23893 <p>Dalam operasional pertambangan, pengelolaan <em>stockpile</em> batu bara penting untuk menjamin akurasi pelaporan keuangan dan efisiensi produksi. Salah satu kendala utama adalah pengukuran volume yang kurang efisien. PT Putra Perkasa Abadi saat ini masih menggunakan <em>Terrestrial Laser Scanner</em> (TLS) yang meskipun akurat, memiliki kekurangan seperti biaya tinggi dan risiko keselamatan. Sebagai alternatif, teknologi <em>Unmanned Aerial Vehicle</em> (UAV) menawarkan solusi yang lebih efisien, namun akurasinya sangat dipengaruhi oleh tinggi terbang dan jumlah <em>Ground Control Point</em> (GCP).</p> <p>Studi ini bertujuan menentukan konfigurasi optimal GCP dan tinggi terbang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengukuran volume <em>stockpile.</em> Studi dilaksanakan pada Februari 2025 dengan variasi GCP (0, 3, 4, 5, dan 6) dan tinggi terbang (60 m, 70 m, dan 80 m) dengan GSD masing-masing 1,55 cm/piksel, 1,78 cm/piksel, dan 2,09 cm/piksel. Data diproses melalui tahapan <em>align photos, georeferencing</em>, dan <em>build dense cloud</em>. Volume dihitung menggunakan metode <em>cut and fill</em> dan dibandingkan dengan data TLS untuk memperoleh deviasi.</p> <p>Hasil menunjukkan bahwa semakin banyak GCP, deviasi volume semakin kecil dan stabil, dengan hasil terbaik pada 6 GCP (deviasi -0,871% hingga -1,495%). Deviasi terbesar terjadi pada 3 GCP di ketinggian 70 meter sebesar 1,941%. Tinggi terbang juga berpengaruh, di mana 60 meter menghasilkan deviasi paling rendah dan konsisten di semua konfigurasi GCP. Sebaliknya, tinggi 70 meter menunjukkan deviasi besar dan tidak konsisten meskipun RMSE rendah.</p> Lailla Khoirriyah Copyright (c) 2025 Journal of Geospatial Science and Technology 2025-12-31 2025-12-31 3 2 14 22 10.22146/jgst.v4i2.23893 Pemanfaatan Data Batimetri untuk Identifikasi Perubahan Dasar Laut pada Area Pertambangan Timah di Laut Penyusuk, Pulau Bangka https://journal.ugm.ac.id/v3/jgst/article/view/25240 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pulau Bangka memiliki potensi sumber daya alam laut, termasuk pertambangan timah yang aktif di Laut Penyusuk. Aktivitas ini menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem, terutama perubahan topografi dasar laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan topografi dasar laut menggunakan data hasil pengukuran </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">singlebeam echosounder </span></span></span></span></em> <em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">dual frekuensi</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Data diperoleh dari survei batimetri pada 30 Agustus 2023 dan 12 September, serta pasang surut prediksi dari Pushidros. Data diuji menggunakan metode TVU sesuai IHO S-44 edisi 6.2.0 tahun 2024. Interpolasi kedalaman dilakukan dengan metode </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">kriging,</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sedangkan estimasi volume menggunakan metode </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">average </span></span></span></span></em><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">end </span></span></span></span></em><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">area</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil analisis menunjukkan adanya pendalaman pada zona dalam di area A dengan rata-rata 0,33 meter Ketika diukur dengan frekuensi tinggi dan 0,52 meter Ketika diukur dengan frekuensi rendah, sementara zona dangkal mengalami pendangkalan rata-rata sebesar 0,37 meter ketika diukur dengan frekuensi tinggi dan 0,25 meter ketika diukur dengan frekuensi rendah. Area B mengalami pendangkalan rata-rata 0,13 meter. Hal ini menunjukkan bahwa penambangan timah berdampak langsung terhadap topografi dasar laut.</span></span></span></span></p> Vivy Wahyu Wijayanti Bambang Kun Cahyono Copyright (c) 2025 Journal of Geospatial Science and Technology 2025-12-31 2025-12-31 3 2 23 31 10.22146/jgst.v4i2.25240 Perbandingan Algoritma Macro Dan Cloth Simulation Filtering Untuk Penyaringan Data Point Cloud Dari Foto Udara Pada Area Dengan Dominasi Vegetasi https://journal.ugm.ac.id/v3/jgst/article/view/26889 <p>PT Timah merupakan perusahaan pertambangan timah dengan segmen usaha dari eksplorasi hingga pemasaran. Eksplorasi PT Timah membutuhkan <em>Digital Terrain Model </em>(DTM) untuk pemodelan geologi dan perhitungan cadangan timah. PT Timah masih menemukan keterbatasan susunan <em>Macro</em> untuk penyaringan data <em>point cloud</em> pada area eksplorasi dengan dominasi vegetasi di Desa Kota Kapur. Sementara itu, algoritma <em>Cloth Simulation Filtering</em> (CSF) yang lebih efisien dari segi biaya belum pernah diterapkan sehingga kinerjanya belum diketahui. Proyek akhir ini bermaksud membandingkan algoritma <em>Macro</em> dan CSF untuk penyaringan data <em>point cloud </em>dari foto udara. Perbandingan berfokus pada area dengan dominasi vegetasi di Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah di Desa Kota Kapur. Data sekunder berupa <em>point cloud</em>, ortofoto, dan 20 titik uji digunakan. Data <em>p</em><em>oint cloud</em> kemudian dibagi menjadi tiga area. Proses penyaringan dilakukan dengan penyesuaian parameter kedua algoritma pada ketiga area. <em>Gridding</em> DTM menggunakan metode <em>binning (minimum value).</em> Kedua DTM dianalisis melalui perbandingan visual dan hitung ketelitian vertikal mengacu pada SNI 9135-1:2022. Penyaringan data<em> point cloud </em>menggunakan algoritma<em> Macro </em>menghasilkan 5.002.791 titik, sedangkan algoritma CSF menghasilkan 39.772.434 titik. Visual DTM <em>Macro</em> tampak lebih halus, sedangkan visual DTM CSF tampak lebih kasar pada berbagai kondisi area. Hitung ketelitian vertikal DTM <em>Macro</em> menghasilkan LE90 0,908 m, memenuhi standar peta skala 1:5.000 pada kelas 3. Sementara itu, DTM CSF menghasilkan LE90 1,439 m, melebihi ambang batas SNI 9135-1:2022. Dengan demikian, DTM <em>Macro</em> lebih akurat secara vertikal dibanding DTM CSF pada area dengan dominasi vegetasi di IUP PT Timah di Desa Kota Kapur.</p> Yohananda Maria Mendhieta Catur Aries Rokhmana Copyright (c) 2025 Journal of Geospatial Science and Technology 2025-12-31 2025-12-31 3 2 32 41 10.22146/jgst.v4i2.26889